Okt 202016
 

20161019_jatim_sby_ancaman-bom_pemkot-surabaya-wmv_snapshot_00-42_2016-10-19_19-34-03Balai kota dan Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, rabu petang (19/10) mendapatkan ancaman teror bom dari orang yang tidak dikenal melalui sambungan telepon yang diterima bagian rumah tangga pemkot surabaya. Pelaku yang mengaku berinisial “H”, mengancam akan meledakan dua tempat tersebut, apabila dalam waktu tiga hari pemkot Surabaya tidak membuka kembali prostitusi dolly.

Anggota Gegana Polda Jatim diterjunkan di gedung balai kota Surabaya, untuk antisipasi ancaman teror bom yang disampaikan oleh penelpon berinisial "H" (foto: jakartagreater/marksman)

Anggota Gegana Polda Jatim diterjunkan di gedung balai kota Surabaya, untuk antisipasi ancaman teror bom yang disampaikan oleh penelpon berinisial “H” (foto: jakartagreater/marksman)

Kapolsek Genteng Surabaya, Kompol Dany Yulianto, membenarkan adanya ancaman teror tersebut. Menurutnya ancaman itu diterima pada pukul 15.23 WIB dari seorang bernama Helmi dengan nomor ponsel 081554032xxx.

”Ancaman teror bom tersebut diterima petugas di kediaman wali kota pada pukul 15.23 WIB. Pelakunya mengaku berinisial “H” ungkap Dany kepada jakartagreater, Rabu (19/10).

Ancaman teror bom melalui sambungan telepon tersebut, diterima staf piket bagian umum dan protokol Pemerintah Kota Surabaya, Riaman, yang saat itu lagi tugas jaga di kediaman Wali Kota dikawasan Jalan Walikota Mustajab Nomor 61 Kecamatan Genteng, Surabaya, pada rabu petang. Pesan ancaman itu tersebut langsung dilaporkan kepada petugas piket bakesbanglinmas dan dilanjutkan ke petugas kepolisian setempat.

Anggota gegana Polda Jatim menyisir disekitar halaman gedung balai kota Surabaya. (foto:jakartagreater/marksman)

Anggota gegana Polda Jatim menyisir disekitar halaman gedung balai kota Surabaya. (foto:jakartagreater/marksman)

Mendapat laporan tersebut petugas kepolisian langsung menerjunkan tim gegana untuk melakukan sterilisasi hingga berakhir jam 19.00 WIB. Tidak hanya memeriksa balai kota Surabaya, rumah dinas Wali Kota surabaya juga ikut disterilkan oleh tim gegana polda jatim.

Menurut Humas pemkot Surabaya, teror pertama kali diterima pada jam 15.00 WIB, saat aktifitas pegawai negeri masih berlangsung. Dalam ancamannya penelpon akan menaruh bom dalam waktu tiga hari, jika Wali kota surabaya tak kembali membuka lokalisasi dolly.

Sementara, dari hasil sterilisasi, polisi menyatakan Balai Kota Surabaya dan rumah dinas wali kota tidak ditemukan benda yang dimaksudkan sebagai bom seperti yang disampaikan oleh pelaku teror.

Pasca kejadian tersebut, baik dari pihak pemkot surabaya maupun kepolisian langsung memperketat penjagaan sebagai bentuk antisipasi terhadap segala bentuk ancaman teror. (marksman)

 Posted by on Oktober 20, 2016