Mar 312019
 

Jet tempur Sukhoi Su-57 © TV Zvezda

JakartaGreater.com – Pemerintah Rusia akan mengijinken ekspor untuk pesawat tempur generasi kelimanya Su-57. Su-57E atau varian ekspor dari Su-57 mulai akan dilepas ke pasar internasional pada akhir tahun 2019.

Viktor Kladov, Direktur Kerjasama Internasional Dan kebijakan Perusahaan Pertahanan Rostec, mengatakan versi pesawat yang dipromosikan ke pelanggan internasional akan diberi nama Su-57E (Ekspor).

Viktor Kladov mengharapkan Su-57E akan menjadi pesawat tempur kompetitif di Timur Tengah dan beberapa negara di Asia Pasifik.

Berbicara di pameran LIMA 2019 di Langkawi, Kladov mengatakan bahwa “semua dokumentasi ” untuk mendapatkan persetujuan ekspor Su-57E telah diserahkan ke pemerintah Rusia oleh UAC dan perusahaan induknya, Rostec. Persetujuan ekspor akhir diharapkan akan diberikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa minggu.

Menurut Kladov Su-57E dapat secara resmi diluncurkan di Dubai Air Show pada November 2019, dan pembukaan ini akan mencerminkan target pasar ekspor Su-57E. “Kami percaya bahwa Timur Tengah adalah pasar yang menarik untuk pesawat ini,” kata Kladov.

Di Asia Pasifik, negara-negara yang mungkin tertarik pada Su-57E termasuk Cina dan India. “China baru-baru ini menerima pengiriman 24 pesawat tempur Su-35,” kata Kladov, “dan dalam dua tahun ke depan [China] akan membuat keputusan untuk membeli Su-35 tambahan, membangun Su-35 di China, atau membeli pesawat tempur generasi kelima. Ini bisa menjadi peluang lain bagi Su-57E. ”

Dalam memasarkan pesawat untuk ekspor, Kladov mengatakan pelanggan tidak mungkin dibujuk oleh undang-undang AS Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Undang-undang yang mulai diberlakukan pada Agustus 2017, akan memberikan sanksi pada negara yang membeli peralatan pertahanan Rusia sebagai tanggapan atas dugaan campur tangan Moskow dalam pemilihan presiden AS 2016 dan aneksasi Krimea.

Jane’s 360

 Posted by on Maret 31, 2019