Feb 072018
 

Jet latih tempur canggih berkursi ganda, Yakoklev Yak-130 buatan Rusia. © Adrian via wikimedia.org

JakartaGreater.com – Rusia akan mengirimkan sebuah batch tambahan sebanyak 6 unit pesawat tempur Yak-130 ke Myanmar, menurut keterangan dari wakil direktur Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSMTC) Rusia, Mikhail Petukhov.

“Bulan Desember 2016, sebuah kontrak telah diteken dengan Myanmar untuk pengiriman batch tambahan dari enam pesawat tempur Yak-130,” kata Petukhov di sela-sela Singapore Airshow 2018 kepada Sputnik.

Di hari yang sama, deputi presiden Rusia untuk kerja sama industri pertahanan Vladimir Kozhin, mengatakan kepada surat kabar Kommersant bahwa Myanmar akan menerima jet tempur tersebut pada tahun 2018.

Kementerian Pertahanan Myanmar telah menandatangani kontrak pembelian Yak-130 pertamanya dengan Rusia pada bulan Juni 2015.

Pada Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA-2017), di bulan Maret 2017, Petukhov mengatakan bahwa Rusia telah menyelesaikan pengiriman dari pesawat tempur Yak-130 (batch pertama) ke Myanmar.

Bagikan Artikel :

  30 Responses to “Rusia Akan Kirimkan 6 Yak-130 Tambahan untuk Myanmar”

  1. tak sama t50 bagusan mana?

  2. Cocok gak nih buat Pesawat Latih TNI AU?
    Yakovlev Yak-130 Advanced Jet Trainer / Light Strike Aircraft

  3. pesawat yg bagus.

  4. Indonesia Tetap Milih FA-50 Krn Memperlancar KFX/IFX & Dpt BluePrintx Yg Tdk Setuju Silahkan Protes Ke Ayam Jago & TN

  5. Ahh yg bener, udah pernah nyobain mang nya???,,xixi

  6. Inikan yg kemaren Rusia ditekan AS agar gak menjual ke Myanmar dgn alasan pellanggaran HAM berat Myanmar kpd etnis Rohingnya dan Karen?

  7. belinya sedikit lelet nya minta ampun

    Maaf Ya, Rusia Akui Su-35 Indonesia Masih Nego

    By az On 07/02/2018 In HEAD LINE, MILITARY
    Facebook
    Tweet
    Google+
    Rusia mengakui penandatanganan pembelian jet tempur Su-35 dengan Indonesia belum diteken sampai saat ini meski kesepakatan kembali disebut sudah hampir selesai.

    Wakil Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Militer dan Teknik Mikhail Petukhov mengatakan kepada TASS, Rusia dan Indonesia akan segera menyetujui rincian teknis kontrak pengiriman jet tempur Sukhoi Su-35 ke Jakarta,

    “Indonesia terus menjadi salah satu mitra dasar Rusia di Kawasan Asia Pasifik, negosiasi pengiriman Su-35 ke Republik Indonesia terus berlanjut, yang penting, pihak-pihak tersebut bersedia menyelesaikan negosiasi dengan baik,” katanya di Singapore Airshow 2018 6 Februari 2018.

    Dia mengatakan para ahli dari kedua belah pihak akan segera menyetujui aspek teknis yang terpisah.” Pada saat yang sama, saya ingin mencatat bahwa semua persyaratan peraturan perundang-undangan Indonesia telah diperhitungkan dan akan dipatuhi oleh pihak Rusia, “katanya.

    Sebuah sumber dalam sistem operasi militer dan teknis Rusia mengatakan kepada TASS pada akhir Januari bahwa pihak Rusia telah pergi ke Indonesia untuk membahas persyaratan kontrak untuk pengiriman pesawat Su-35 namun tidak ada kesepakatan yang ditandatangani menyusul hasil perundingan tersebut.

    Sebelumnya kepala staf TNI AU Marsekal TNI Yuyu Sutisna sesaat dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ingin mempercepat pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di tubuh Angkatan Udara. Secara tidak langsung dia juga mengakui bahwa kontrak pembelian 11 jet tempur Su-35 yang rencananya ditandatangani 2017 tetap saja belum selesai.

    “Harapan saya, dalam 3 bulan ini pengadaan alutsista yang tertunda akan saya selesaikan, sebagai contoh Sukhoi SU-35, saya harap bulan Januari ini bisa tanda tangan kontrak sudah di Kementerian Pertahanan,” tambah Yuyu.

    Dilaporkan sebelumnya bahwa Jakarta ingin membeli 10 pesawat tempur multiguna Su-35 untuk mengganti pesawat F-5 Tiger yang telah dipensiun. Rostec Rusia melaporkan bahwa Indonesia telah menerima sebuah penawaran komersial untuk 11 pesawat

  8. Wahhh Myanmar lagi banyak duit nihh…..Yak130 pesawat tempur ringan kelasnya sama dengan hawk 200, tapi masih lebih unggul Hawk 200 milik TNI-AU yang sudah di upgrade.

    • Tentu saja, karena sejatinya Yak-130 adalah pesawat latih yang bisa berfungsi sebagai pespur ringan… dan Hawk 209 TNI AU adalah pesawat jet tempur ringan multirole dengan kursi tunggal… Seharusnya membandingkanya Yak-130 dengan Hawk 109 sebagai sama2 training aircraft…

 Leave a Reply