Jun 022018
 

Sistem rudal S-400 Rusia. © Aleksey Toritsyn Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Seorang politisi senior Rusia mengatakan, bahwa Moskow masih berencana untuk menyediakan sistem pertahanan udara mutakhir ke Qatar,  meskipun Arab Saudi menentang hal tersebut, seperti dilansir dari laman Al-Jazeera.

Dalam komentarnya yang diberikan ke media lokal Rusia, Aleksei Kondratyev, anggota majelis tinggi Rusia dan wakil ketua komite Pertahanan dan Keamanan, mengatakan bahwa Rusia akan tetap mengejar tujuannya sendiri dalam menentukan penjualan rudal permukaan-ke-udara S-400.

“Rusia memiliki kepentingannya sendiri, memasok sistem S-400 ke Qatar dan mendapatkan uang untuk anggaran negara. Posisi Arab Saudi tidak ada hubungannya dengan itu, rencana Rusia tidak akan berubah”, menurut Kondratyev seperti dikutip oleh Sputnik.

Menambahkan bahwa Riyadh memainkan peran dominan di kawasan itu, tetapi Qatar mendapat keuntungan dengan memperkuat angkatan bersenjatanya dan mengakuisisi sistem S-400 Rusia. Oleh karena itu, ketegangan Arab Saudi dapat dimengerti.

Kondratyev mengatakan, pihaknya juga berkepentingan dengan Amerika Serikat yang berusaha untuk mencegah penjualan S-400, karena itu berarti akan “kehilangan pasar senjata regional yang sangat menguntungkan” bagi Amerika Serikat.

“Surat” Raja Saudi

Komentarnya datang sehari setelah harian Prancis Le Monde melaporkan bahwa Raja Salman dari Arab Saudi mengancam akan mengambil tindakan militer apabila Qatar mengakuisisi sistem pertahanan udara buatan Rusia.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Emmanuel Macron, Raja Salman meminta agar presiden Prancis untuk menekan Doha agar tidak mengakuisisi S-400.

Raja Salman mengatakan bahwa dia khawatir tentang konsekuensi dari akuisisi sistem S-400 oleh Doha yang katanya mengancam kepentingan keamanan Saudi.

Pada bulan Januari, duta besar Qatar untuk Rusia mengatakan bahwa Doha kini sedang melaksanakan pembicaraan “tingkat lanjut” dengan Moskow untuk mengakuisisi sistem pertahanan udara mutakhir.

Pembicaraan terjadi setelah penandatanganan perjanjian kerjasama militer dan teknis antara kedua negara pada bulan Oktober 2017 untuk kerjasama lebih lanjut di bidang pertahanan selama kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu ke negara Teluk.

Pada tanggal 5 Juni 2017, Arab Saudi bersama negara-negara sesama Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yakni Bahrain, Uni Emirat Arab, serta Mesir memberlakukan blokade laut, udara dan darat di Qatar, mereka menuduh negara itu telah mendukung “terorisme” dan mendestabilisasi wilayah tersebut, yang menurut Doha bahwa tuduhan itu tidak benar.

  16 Responses to “Rusia Akan Pasok S-400 ke Qatar Meski Ditolak Saudi”

  1.  

    Repotnya mau beli S-400 aja. Kok sebegitu menakutkannya kah S-400 ini.? Berarti ini benar2 mainan bagus pake buanget ketimbang si Patrio nya mamarika.

    •  

      Bkn bgtu..
      Bukan karena s400 yg wah bgtu..
      Di dunia ingin sudah lazim negara militer kuat mengacam negara yg lemah..

      Jadi apapun bisa jadi alasan mengancam dan menyerang yg gak ada alasan sj bisa dibuatin kok..

      Jadi mskpun lu beli cendol kl org lain yg kuat tidak menyukai lu bisa aja pass makan cendol di gebukin..
      Gak ada hukumnya kl hakim dan polisinya sahabat mereka..

      Lg pula knp gak dulu dulu qatar memperkokoh militernya..

      Ha ha ha

    •  

      Oh itu cuma masalah genk2an kampung sebelah. Gak ada sangkut pautnya Ama Patriot atau S-400.

      •  

        Lha kalo urusannya genk2an, trus napa begitu sewotnya dng pembelian itu. Apa kalo beli Patriot mungkin gak akan dihalangi, jika tujuannya akhirnya sama, hanya ingin memberangus Qatar.?
        Lalu dalil apa yg bisa melegalkan arab saudi menyerang Qatar.? Jangan samakan dengan dalili Saudi nyerang Yaman, karena sangat berbeda alasannya.

        •  

          Itu gegara Qatar ngasih kerjanya pengelolaan gas di Hormuz Ama Iran. Tau sendiri kan gimana bencinya Arab Saudi cs Ama Iran. Makanya di embargo dan diblokade sejak tahun lalu terus merembet ke S-400. Coba kalo Qatar gak kerjasama Ama Iran, Sabodo teuing lah Qatar beli S-400 kata Raja Salman. Orang Arab Saudi juga mau beli S-400 kan? Hhhhhhhhhh

          •  

            Itu memang issue yg santer, termasuk dng kasus di yaman yg jg berebut jalur pipa minyak.
            Yg jd pertanyaan saya, dalil apa yg bisa mengesahkan Arab Saudi utk menyerang Qatar hingga bisa dpt dukungan spt ketika menyerang Yaman. Bahkan AS pun saya yakin tdk akan mau terlibat. Kepentingan AS jg besar di Qatar.

  2.  

    Coba Saudi minta tolong Ama Mr. Netanyahu, mungkin bakal didengerin Ama Putin. Hhhhhhhhhh

    •  

      Justru gk akan didenger..gegara netanyahu dah bolak balik ke sochi..dah kbnyakan minta ke uncle..xixixi

      •  

        Gak didenger gimana orang keuangan Rusia yg megang Yahudi Internasional gitu. Goyang dikit kelar tuh Putin. Sekelas Soros aja bisa bikin Indonesia kelimpungan waktu 98 apalagi atasannya Soros. Hhhhhhhhhh

  3.  

    Fulussss bagi Rusia no 1

  4.  

    Meh, selama Indonesia belum research sendiri dan cuma beli, gak hebat2 amat S400 😀

    Oh btw, world cup disease di Russia tdk seru. Di Kaliningrad sedikit ada event world cup tapi di St.Pete hampir tdk ada. Gak tau kota2 lain.

  5.  

    Terbukti S400 lebih bagus dari buatan china

    😎

  6.  

    Bukannya arab saudi punya rudal dari amerika raja mengatakan dapat menjdi ancaman bagi arab saudi jika mereka beli s400 pdhal mereka lebih dlu punya rudal bahkan mau beli s400 juga Qatar cuma diam saja ..trs apa jadi jika besar seperti indonesia pasti dapat ancaman sama dari australia dan singapor pdhl singapor sudah punya iron drome dari israel bahkan mau di tmabah banyak apa indonesia pernah protes?kita belu diam2 saja pihak rusia sllu membocorkan biar s400 terkenal dan amerika panas dingin..kita beli harus diam aja saya yakin dibali pembelian peswat su35 pasti ada s400 juga di dalam..

 Leave a Reply