Mar 062016
 

Departemen Pertahanan Rusia melakukan pemotongan anggaran sekitar 5 persen. Nilai tersebut mengoreksi besaran pemotongan sebelumnya yang dilaporkan sebesar 10 persen. Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Tatiana Shevtsova menjelaskan bahwa dengan penurunan jumlah pemotongan tersebut, maka tidak akan mempengaruhi persenjataan negara dan program sosial.

“Kepemimpinan negara, presiden, memutuskan bahwa program persenjataan negara sepenuhnya tidak tunduk pada penyerapan. Hal itu juga memutuskan bahwa anggaran Departemen Pertahanan Rusia tidak akan berkurang sebesar 10 persen, tetapi menjadi sebesar 5 persen,” kata Shevtsova kepada stasiun radio Rusia.

Shevtsova menambahkan bahwa kewajiban sosial kementerian terhadap prajurit dan perempuan Rusia juga dibebaskan dari pemotongan anggaran.

Anggaran belanja militer Rusia tahun 2016 diperkirakan berjumlah sekitar 43,6 miliar dolar Amerika Serikat. Jumlah tersebut sekitar empat persen dari Produk Domestik Bruto Rusia.

Pada tahun 2015 lalu, anggaran militer Rusia mengalami penurunan hampir empat persen.

Sputnik News

jakartagreater.com

  8 Responses to “Rusia Alami Penurunan Belanja Militer”

  1.  

    untung indonesia ngga.

  2.  

    Sepi banget

  3.  

    Sbnrnya indonesia hrs cepat memiliki alutsista yang banyak dan canggih. Karena jika indonesia kuat, ekonomi bisa menyusul dengan cepat, tanpa ada yang berani menekan. Kita pun bisa bisa menjitak negara2 yang tidak menurut. Ingat, hukum yang di anut oleh dunia itu adalah hukum rimba….. Sampai kapanpun.

  4.  

    cuciaaan amat parlemen asu dah koar2 minta anggaran militernya ditambah dgn alasan milter tiongkok dan rusky, gak taunya rusky kompakan ma tiongkok buat pernyataan klo anggaran militernya dikurangi,ck.ck.ck ckakakakakak

  5.  

    oot 4 ekor sukhoi lagi ngobrol n wedangan diHalim

  6.  

    Ini taktik agar usa tdk meminta anggran di perbesar ke publik

  7.  

    mau turun tetep aja banyak itu duit 😐

  8.  

    walopun turun tapi alusistanya udah komplit jadi ga ada efek yg gede