Arab Saudi-Rusia Bahas Rincian Sistem S-400

25
9
Sistem Rudal Pertahanan Udara Rusia S-400. © Kremlin.ru via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Perundingan mengenai pasokan sistem rudal S-400 Rusia ke Arab Saudi berada pada putaran final, dengan membahas rincian teknis dan logistik, menurut Duta Besar Saudi untuk Rusia, Raed bin Khaled Qrimli kepada TASS pada hari Senin.

“Mengenai S-400, diskusi detail terus berlanjut antara kedua belah pihak dalam pengaturan akhir ini. Kami membahas masalah teknis, terutama mengenai transfer teknologi dan know-how (pengetahuan – red)”, katanya.

Sebelumnya, juru bicara kerjasama teknis presiden Rusia, Vladimir Kozhin mengatakan dalam sebuah wawancara dengan harian Kommersant bahwa dokumen pengiriman S-400 ke Arab Saudi telah ditandatangani, sesusai parameter yang telah disepakati.

S-400 Triumf (SA-21 Growler – NATO) adalah sistem rudal pertahanan udara jarak jauh terbaru yang mulai beroperasi pada tahun 2007. Sistem tersebut telah dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan balistik, termasuk rudal jarak menengah dan target permukaan.

Sistem ini dapat menyerang target aerodinamis pada jarak hingga 400 km (250 mil) dan target balistik taktis dengan kecepatan 4,8 km/detik pada ketinggian 60 km (37 mil). Target tersebut meliputi rudal jelajah, pesawat taktis dan strategis serta hulu ledak rudal balistik.

Radar dari sistem S-400 tersebut bisa mendeteksi target udara pada jarak hingga 600 km (373 mil). Rudal permukaan-ke-udara 48N6E3 di sistem ini dapat mencapai target aerodinamis di ketinggian 10.000-27.000 meter dan ancaman balistik di ketinggian 2.000-25.000 meter.

Menurut laporan sebelumnya, China adalah negara pertama yang telah teken kontrak untuk sistem semacam itu. Kemudian, Rusia telah menandatangani perjanjian antar pemerintah untuk penjualan S-400 kepada India.

Pada tahun 2017, kontrak pengadaan S-400 juga ditandatangani dengan Turki.

25 COMMENTS

LEAVE A REPLY