Sep 082018
 

Sistem pertahanan udara jarak pendek Pantsir-S1. © Alexxx1979 via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rusia membantu Suriah memulihkan dan memodernisasi sistem pertahanan udaranya, demikian seperti disampaikan Duta Besar Rusia untuk Suriah, Alexander Kinshchak, pada hari Jumat, 7 September 2018.

“Kami membantu mitra kami, Suriah, untuk memulihkan, memodernisasi serta meningkatkan efisiensi sistem pertahanan udara terintegrasi”, katanya ketika ditanya seberapa baik Suriah dilindungi terhadap kemungkinan dari serangan udara oleh negara-negara Barat.

Dubes Alexander Kinshchak menambahkan bahwa masih banyak yang belum dilakukan karena semuanya dalam kehancuran total, namun hasil tertentu sudah dapat dilihat. Dan ketika ditanya apakah Suriah juga telah memiliki sistem pertahanan udara Pantsir-S2, ia pun menolak untuk berkomentar lebih jauh.

Sebelumnya pada akhir April 2018, Kepala Staff Direktorat Operasi Utama Rusia, Sergei Rudskoi berkata bahwa Suriah akan segera menerima sistem pertahanan udara terbaru dan berjanji bahwa spesialis Rusia akan membantu militer Suriah untuk menguasainya.

Namun pada saat itu, Jenderal Sergei Rudskoi menahan diri untuk memberikan rincian sistem lebih lanjut, dan ia hanya mengatakan bahwa sistem S-125, Osa dan Kvadrat yang digunakan oleh tentara Suriah telah dipulihkan dan dimodernisasi dengan bantuan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia pada akhir bulan Agustus telah memperingatkan tentang kemungkinan provokasi yang diplot oleh militan di bawah pengawasan layanan khusus Inggris untuk mengacau di Idlib, Suria.

Dengan demikian, menurut kementerian, militan berencana untuk mensimulasikan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil oleh pasukan pemerintah Suriah yang memberikan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis alasan untuk memberikan serangan udara kepada pemerintah Suriah termasuk fasilitas ekonomi disana.