Rusia Berlatih Rudal Bastion Atas Hadirnya Perusak AS

Uji peluncuran rudal Bastion di Siberia (Foto:Kemenhan Rusia)

JakartaGreater.com – Rusia sekali lagi mempraktikkan penggunaan rudal pantai sistem Bastion di wilayah Kaliningrad. Latihan ini mungkin merupakan jawaban atas kehadiran kapal perusak Arleigh Burke class USS Gravely milik AS di Laut Baltik.

Resimen baterai rudal anti kapal di Distrik Kaliningrad tercatat adalah unit militer yang paling sering berlatih dengan rudal Bastion di antara resimen Angkatan Laut Rusia ditempat lain.

Latihan dengan rudal Bastion Rusia sangat berdekatan dengan jadwal kedatangan kapal perusak Arleigh Burke USS Gravely (DDG 107) – kapal perang baru dari NATO Maritime Group One (SNMG 1). Selain itu Rusia mengeluarkan pesan terpisah yang mengharuskan Armada Baltiknya untuk mengikuti pergerakan kapal perusak AS itu.

Pada tanggal 26 Februari 2019, jam 02.00 (waktu Moscow), kapal perusak Angkatan Laut AS USS “Gravely” memasuki Laut Baltik, dan pasukan dari Armada Baltik Rusia melakukan latihan terus-menerus sepanjang kedatangan kapal perusak AS.

Baterai pertahanan pantai Rusia dilengkapi roket supersonik P-800 Oniks yang memiliki kecepatan 2,6 Mach dan jangkauan lebih dari 500 km. Karena itu, roket-roket ini dapat menjadi ancaman serius bahkan bagi kapal perang modern seperti kapal perusak rudal Arleigh Burke dengan sistem tempur Aegis.

Menariknya, pada saat yang sama di Laut Hitam ada kapal perusak lain – USS “Donal Cook” (DDG 75) masuk ke pelabuhan Ukraina di Odessa. Namun belum ada pesan apakah Rusia juga menyiapkan baterai rudal Bastion yang ditempatkan di Krimea.

Sistem rudal Bastion di Baltik yang digunakan selama latihan tidak melakukan penembakan dengan rudal asli namun menggunakan simulator (yang disebut peluncuran roket elektronik). Namun, peluncur ditempatkan di posisi pantai dan data target ditransmisikan melalui sistem komunikasi radio.

Situs rudal mobile Bastion memungkinkan perlindungan pantai dan pesisir dengan jangkauan lebih dari 600 km, Bastion dapat menyerang kapal permukaan dari berbagai kelas dan berat yang beroperasi dalam tim penyerbu , konvoi kapal perang dan kapal induk musuh.

Bastion dapat ditembakkan dalam segala kondisi cuaca bahkan dengan penangkal serangan elektronik musuh. Roket Oniks merupakan rudal dengan prinsip “fire and forget” yang berarti setelah ditembakkan, sistem peluncur dapat meninggalkan lokasi dan berpindah ke tempat lain tanpa perlu membimbing penerbangan roket.

Tinggalkan komentar