Rusia Bersedia Barter Su-35 dengan Minyak Sawit Malaysia

Su-35 Rusia (photo : facebook MoD Russia)

JakartaGreater.com – Rusia bersedia untuk meningkatkan pembelian minyak sawitnya secara drastis dari Malaysia, kata Viktor Kladov, Direktur Rostec State Corp international cooperation and regional policy.

Sebelumnya Rusia sudah membantu Malaysia memodernisasi armada pesawat tempur Su-30MKM melalui mitra Malaysia ATSC Corp, menjadikan Su-30MKM masih dapat terbang hingga 15 tahun kedepan.

Angkatan Udara Malaysia berencana untuk menon-aktifkan dua skuadron atau 18 pesawat tempur MiG-29N Fulcrum., dan Rusia sedang mempertimbangkan untuk menawarkan kepada Angkatan Udara Malayisa pesawat tempur Su-35 atau bahkan jika ingin lebih tinggi lagi bisa membeli Su-57E terbaru.

Menurut Viktor Kladov kepada New Straits Times, Rusia bersedia membeli minyak sawit Malaysia dalam jumlah besar untuk meningkatkan perdagangan bilateral, dan ditukar dengan persenjataan dan peralatan pertahanan serta alih teknologi.

“Kami menyadari larangan minyak kelapa sawit untuk biofuel di Eropa, dan Rusia selalu siap membantu Malaysia dengan membeli lebih banyak minyak sawit. Saat ini, 90 persen minyak sawit Rusia diimpor dari Indonesia dan kami bermaksud mengubahnya (sesuai keinginan Malaysia).

“Saya secara pribadi telah berbicara dengan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad tentang masalah ini pada pertemuan pribadi dengannya kemarin, dan memuji dia atas visinya yang hebat. Ini dapat mengarah pada peningkatan paket penyeimbangan pertahanan yang dapat sangat menguntungkan Malaysia, ”katanya dalam sebuah wawancara khusus di pameran Maritim dan Aerospace Internasional Langkawi (Lima) 2019.

Eropa adalah pembeli terbesar minyak kelapa sawit Malaysia setelah India dan sekarang bahkan Cina telah mengurangi impor komoditas tersebut.

Sebelumnya pembelian pesawat tempur MiG-29N dan Su-30MKM juga menggunakan kesepakatan offset beberapa ratus juta dolar yang sebagian menggunakan minyak sawit.

Karena keterbatasan anggaran, Angkatan Udara Malaysia telah menunda program pengadaan pesawat tempur multi-peran (MRCA) hingga tahun 2025, dan kemungkinan Malaysia akan berupaya memperbaiki armada jet tempurnya dengan pesawat latih tempur MB339 Aermacchi buatan Italia.

Menurut Kladov, dengan keinginan Malaysia pada pesawat latih tempur MB339 Aermacchi, Rusia juga siap menjual pesawat latih serang YAK 130 yang serupa dengan MB339 Aermacchi.

StraitTimes

Tinggalkan komentar