Rusia Bersedia Lakukan ToT Militer

72
233
Biro rancang Sukhoi menerbangkan pesawat SU-35 pertama kali, pada tahun 2007.
Sukhoi menerbangkan pesawat SU-35 pertama kali, tahun 2007.

Rusia kembali menegaskan tawarannya ke Indonesia untuk memperluas kerja sama di bidang pertahanan. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk memperkuat posisi Rusia di pasar industri pertahanan dunia.

Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan, rencana yang ditawarkan berpusat pada rancangan pengembangan pertahanan dengan sistem ofset yang mencakup transfer teknologi (transfer of technology/TOT), produksi komponen dan infrastruktur bersama, dan pembentukan pusat layanan pemeliharaan dan perbaikan di Indonesia.

Saat ini, semakin banyak negara yang hanya mau menandatangani kontrak pembelian senjata dengan sistem transaksi ofset. Ofset adalah sistem pembelian barang yang mewajibkan pabrik penghasil sebagai penjual untuk memberikan lisensi pembuatan sebagian komponennya pada industri di negara pembeli.

Dengan sistem transaksi ofset, negara-negara berkembang, seperti di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika, yang mengimpor senjata dari Rusia tak hanya menerima ‘perangkat’ senjata, tapi juga mendapat hak untuk merakit, merancang, memodifikasi, serta memiliki lisensi untuk mengekspor kembali senjata hasil pengembangan mereka.

Kementerian Pertahanan mengatakan, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin telah menyampaikan tawaran ini kepada Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu pada 15 Januari 2015 lalu, demikian yang ditulis situs IHS Jane’s. Tawaran ini sekaligus menindaklanjuti usulan serupa yang diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden RI Joko Widodo dalam pertemuan antara kedua pemimpin negara tersebut di KTT APEC di Beijing, Tiongkok, pada November 2014 lalu.

Kremlin telah menyadari tren jual-beli senjata yang tengah berkembang. Dalam pertemuan Komisi Kerja Sama Militer Teknis yang diselenggarakan pada April 2014 lalu, Presiden Putin pun membahas pentingnya mempelajari penggunaan metode keuangan dan pemasaran modern, termasuk penggunaan sistem transaksi ofset.

Dalam 20 tahun terakhir, Indonesia telah membeli beberapa pesawat tempur multifungsi dari Rusia, yakni Su-27 dan Su-30, sepuluh helikopter Mi-35, 14 helikopter Mi-17, 17 kendaraan tempur infanteri BMP-3F, 48 kendaraan lapis baja BTR-80A, dan sembilan ribu senapan Kalashnikov AK-102. Pada Desember 2011, Rusia dan Indonesia telah menandatangani kontrak pengiriman enam pesawat tempur ke Indonesia seharga 500 juta dolar AS. Dapat dikatakan, kompleks industri pertahanan Rusia memiliki tempat yang kuat dalam perbendaharaan senjata Indonesia. (Indonesia.rbth.com).

72 KOMENTAR

    • Benar bung, saya sgt berharap kita bisa mengajukan offset teknologi rudal ini. Rusia sgt maju dan plg depan dlm teknologi rudal. Sudah waktunya kita berguru kpd suhu rudal ini

      Rudal adlh senjata masa depan yg sgt praktis dlm peperangan yg sgt mematikan, hulu ledak sgt besar, jarak jauh, dan tdk perlu susah deploy dan tdk butuh prajurit byk shg rudal dianggap alutsista yg punjya deterent tinggi.

      • Betul bung andai kita sdh kuasai sistem kendali dan pemandu rydal tentu tdk sulit lg kita memproduksi masal rudal berbagai ukuran dan jangkauan. Tidur kita akan nyenyak bung kl setiap pulau2 besar dan sedang kita sudah ditempatkan rudal2 trsbt. Krn pulau2 itu semacam kapal induk ber rudal yg tersebar diseluruh kepulauan indonesia yg akan menjebak armada musuh yg masuk ke kepulauan kita.

  1. ahirnya Rusia sadar juga kelemahanmereka selama ini. Yang menyebabkan sulitnya barang rusia bersaing di dunia internasional adalah sistem perdagangan dan pemasaran mereka yang kuno.China walau sistem pemerintahan masih sama dengan rusia tapi dari segi ekonomi malah lebih kapitalis dari Amerika. China sering berlaku curang dalam dagang seakan tidak bermoral yang penting barang laku karena murah walau kwalitas asal asalan.

    • sistem china ada harga ada kualitas mw murah tentu kualitas juga kw2, bisa saja mrk memproduksi barang dgn kualitas bagus tapi mrk terlanjur dgn image “barang murah” dimana-mana dan jenis apa z barang china terkenal murah, sama halnya jepang yg terkenal dgn kualitasnya tapi harga juga berkualitas.

  2. “pengembangan pertahanan dengan sistem ofset yang mencakup transfer teknologi (transfer of technology/TOT), produksi komponen dan infrastruktur bersama, dan pembentukan pusat layanan pemeliharaan dan perbaikan di Indonesia.”
    Bila hal tersebut diatas terwujud akan berarti banyak bagi keberadaan alusista rusia di negeri ini.

  3. Rusia akhirnya menyadari bahwa sekarang tren jual beli yg ada kandungan teknologi dibarengi dng TOT. Sebab kebanyakan negara berkembang hanya mau membeli barang yg disertai TOT demi mengejar ketinggalan mereka dengan negara maju. Disamping itu rusia juga sedang butuh dana akibat embargo barat.

  4. SY SENANG DAN BANGGA KLO AKHIRNYA RUSIA DAN INDONESIA MELAKUKAN TOT.,INDONESIA-RUSIA SDH LAMA BERSAHABAT DGN BAIK DISEGI LAIN ALUTSISTA RUSIA BERKUALITAS DAN SUDAH TERBUKTI HEBAT DAN BIKIN BANGSA BARAT KETAKUTAN DAN NILAI PLUS UTAMAX LAGI SEKARANG MAU TOT DENGAN SAUDARANYA YG NAMANYA INDONESIA.
    TOT YES.. ! SU 35 BUNGKUS CEPAT OHM MOELDOKO BIAR NEGARA TETANGGA FUZHINGK DAN AS TDK MAU LG MACAM-MACAM EMBARGO INDONESIA.
    SEKALI LG SU 35 DAN KILO AMUR BUNGKUS !!!
    BANGKIT DAN MAJULAH INDONESIAKU !!!

  5. Pemerintah mintak kerusia gimana cara bikin mesin pesawat.kan kalau udah bisa buat jaga2 kalau korea selatan main mata dg america masalah pesawat kfx.jadi kita bisa teruskan bikin pesawat tempur tampa korea.jadi pemerintah bisa bikin pesawat yang lebih canggih dari america.

  6. Sebagai Orang Awam…… saya berharap semoga cepat terealisasi…. maklum lah lihat tetangga di Selatan ….terkadang emosi saya sampai meledak-ledak….. ya terkadang disitulah saya sering merasa lepas kontrol buat status di medsos klo melihat tetangga kita ini…..