Nov 082014
 
Mata Uang Dollar AS dan Rubel

Mata Uang Dollar AS dan Rubel

Sebenarnya tulisan saya pribadi ini hanyalah wacana, dikarenakan saya membaca artikel Krisis Crimea, Sebuah Analisis oleh Bapak Besar, sehingga ada korelasinya, akan tetapi tulisan tersebut sangatlah Luar Biasa, bukan karena pro Rusia atau pengagum “buta” Putin / Rusia / Soviet, akan tetapi semangat Rusia lepas dari jeratan itu yang membuat kita belajar. Bukankah dengan belajar sejarah kita akan menjadi bangsa yang besar ?, so mari kita sama-sama untuk belajar tentang sejarah yang membikin salut adalah paragraf dari artikel Bapak Besar adalah:

Memberlakukan penggunaan Rubel dan Yuan daam perdagangan internasional Russia.

Sebenarnya taktik ini sudah dipakai oleh China dan berhasil, yang mana China terkena dampak krisis moneter Global. Mata uangnya free floating alias bebas mengambang yang membikin sama devaluasi mata uangnya terhadp dolar AS, maka kebijakan moneter saat itu sangatlah jitu, yaitu memaksa setiap perdangan dengan China dengan memakai mata uang lokal yaitu Remimbi (RMB), sehingga AS saat itu kebakaran “jenggot” karena marah diperlakukan kurs mata uangnya dengan RMB tidak sesuai dengan nilai pasa , akan tetapi dipaksa oleh kebijakan moneter dalam negeri China yang memberikan currency patokan, dan sampai saat ini tetap berlaku.

AS pun juga dibuat tunduk. Jadi kesimpulannya mata uang mereka tidak mudah diombang-ambingkan oleh perdagngan international. Mereka pun juga didukung seluruh potensi anak bangsa, baik SDA maupun lainnya.

Bagaimana dengan Indonesia ?, tentu tidaklah sulit. Kebijakan ini secara sepihak sudah pernah dilakukan oleh Indonesia mulai dari Sistim nilai tukar tetap (fixed system) atau pematokan terhadap mata uang negara lain (pegged system) dapat dilaksanakan dengan cara biasa atau melalui suatu Dewan Mata Uang yang lebih mudah dikebal yaitu Currency Board System (CBS) / Cybor di tahun 1997 ketika krisis ekonomi sudah mulai menyerang Indonesia.

Akan tetapi sayang beribu kali sayang, sangat sedikit sekali Jiwa nasionalist di Indonesia saat itu yang setuju memakai sistim mata uang tersebut. Mereka ditakut takuti dengan bila ini diterapkan maka cadangan emas ataupun devisa Indonesia akan habis karena untuk menguatkan sistim mata uang tersebut di pasar uang / konversi, padahal China terbukti tidak kan ?.

Akhirnya banyak pemangku kepentingan “menyukai” type free floating artinya bebas mengambang. Biarkan saja mata uang beredar dan berlaku seperti di standard pasar international, akibatnya Nilai rupiah diperlakukan semena-mena oleh pelaku pasar dan dipermainkan semau “gue”, sesuai dengan supply dan demand.

Saya masih ingat ketika Mari’e muhammad, bersikeras untuk tetap menjalankan program Fixed rate, alhasil banyak yang tak suka. Tentu Barat pun ikut bermain untuk melemahkan RI melalui mata uang ini. Banyak pintu mereka lewat, bisa di Bursa, maupun Pasar Saham.

Dan contoh kecil yang pernah saya sebutkan sesuai dengan ruang kerja lingkup saya, yaitu THC pelabuhan, terminal handling charge, arusnya bisa dibayar dengan mata uang lokal, sesuai dengan mata uang negara tersebut di mana operasional itu berlaku. Sebut saja Malaysia bisa melalkukan harga THC dengan 113 RM, artinya 113 Ringgit Malaysia. Why dengan Indonesia tidak bisa ?.

Pelaku kepentingan dan pembuat kebijakan “tidak” mau melalukan pembayaran dengan rupiah, alasan utamanya adalah mereka lebih aman pegang dolar AS, dan kebijakan digulirkan bayar rupiah dibatalkan. Sampai detik ini pun pembayaran tetap memakai $ bukan IDR. Sekadar untuk diketahui tarif jasa pebuhan international IDSUB (Terminal Peti Kemas ICT surabaya), Terminal KOJA, Terminal Tanjung Priok, Terminal Tanjung Emas, Terminal Belawan 20 feet container full load $95, sedangkan 40/40 high cube $ 145.

So di mana Jiwa nasionalis sebuah anak bangsa ? .

Indonesia Bisa kok seperti China atupun Rusia, punya cadangan devisa banyak (hanya pembodohan opini saja Indonesia di informasikan neraca utang yang melambung seakan akan diidentifikasi Indonesia tidak bisa lepas dari jeratan utang sampai kapan pun). Sebenarnya dunia akan susah bila di embargo oleh Indonesia bukan sebaliknya Indonesia yang takut diembargo oleh Asing (silakan cari artikel tentang ini di google).

Menaikkan harga gas bumi dari Rusia ke negara-negara Eropa, bilamana tidak Russia mengancam akan memutuskan pasokan gas ke negara-negara Eropa.

Indonesia pun bisa, bila negara-negara barat macam-macam dengan Indonesia, tinggal harga komoditi baik curah maupun solid bisa dipermainkan. Ini adalah permainan cantik yang siapun pemeritahannya di negeri ini untuk bisa memainkan percaturan politiknya, bukannya ikut dalam percaturan politik luar / tunduk dan patuh.

Tipisnya Dolar AS dan tebalnya Rupiah di nilai yang sama

Tipisnya Dolar AS dan tebalnya Rupiah di nilai yang sama

Simak saja bisa misalkan menaikkan gas tangguh secara sepihak bila negara tersebut mulai me”ngusik” kedaulatan Indonesia maka negara Indonesia akan mengancam menaikkan harga gas secara sepihak, kedaulatan di sini tidak berarti harus wilayah maupun laut serta udara. Kemandirian diri kita sendiri dan tidak terbelenggu oleh siapapun bisa diartikan orang tersebut mempunyai kedaulatan atas dirinya, apalagi sekelas bangsa Indonesia .

Memblokir pasokan gas ke Ukraina selama belum dibayar, selama ini Ukraina menikmati fasilitas subsidi gas dari Russia.

Sekali lagi ini pun Indonesia bisa. Mau macam-macam dengan kami, akan kami nasionalisasikan tambang-tambang kalian. Sayang sebelum digertak demikian mereka (asing) pun tahu, lemahkan dulu sistem birokrasi Indonesia, sehingga point negara Indonesia mempunyai kartu truf tidak sampai mengganggu kepentingan mereka di sini (bisa diartikan setoran “lancar” masuk ke negara tersebut) meski berganti kebijakan asal ending-aya tetap menguntungkan pihak Asing / multinasional.

Jangan takut, Negara Indonesia tidak sendiri dalam melawan hegemoni barat dalam arti Ekonomi. Sebut saja Hugo Chavez – Venezuela, yang sukses menasionalisasi perusahaan tambang kala itu Chevron, karena point-point draft tidak menguntungkan Negaranya, diancam balik, yang akhirnya Chevron menyerah. Arbitrase International bahkan tidak pernah digubris.

Toh sampai saat ini perusahaan tambang tersebut exist sudah jalan milik dalam negeri (Harusnya Indonesia belajar kepada Venezuela sebelum draft perpanjangan freeport, Newmont di sign, termasuk belajar langkah, dan bagaimana menghadapinya serta masalah apa nanti bakal menghadang- , jadi potensi kerugian tidak hanya ditanggung oleh negeri ini.

(Malah dengar-dengar freeport sudah di-sign untuk 40 tahun lamanya), Ataupun belajar tentang keberanian serta harga diri bangsa oleh Argentina -Presiden Leopoldo Galtieri kala itu berani berdiri tegas dalam melawan Inggris, yang membuat negara Inggris terkejut akan keberaniannya, meskipun akhirnya kalah dalam perang Malvinas / Falkland War 1982.

Bukan taktik perang ataupun semangat perang yang kita ambil, akan tetapi semangat untuk berdiri di atas kesejajaran dengan bangsa-bangsa lain yang kita tiru.

Menuntut Perancis untuk menyerahkan kapal Mistral dengan tepat waktu, bilamana Perancis ingkar janji akan dituntut untuk membayar denda yang tidak mungkin untuk ditanggung oleh Perancis.

Changbogo molor/ tidak tepat waktu, Super Tucano datang tidak tepat waktu, ataupun pembuatan Korvet di Belanda sengaja diulur-ulur, beri denda yang cukup tinggi. (meskipun tucano akhirnya membayar denda atas keterlambatan). Tinggal Changbogo atau Korvet di Belanda (semoga tidak), sehingga memberi efek jera kepada negara lain bahwa Negara Indonesia seluas benua Eropa bisa melakukan apapun.

Kesimpulan akhir dari cerita di atas adalah, Indonesia bisa segalanya. Mari kita bangun rasa percaya diri bangsa dimulai dari meyakinkan diri sendiri serta berkarya untuk negeri ini.

oleh : Bukan Fanboy

  63 Responses to “Rusia Bisa, (Why Not) Indonesia pun Bisa”

  1.  

    setuju bung…sudah saatnya kita mengembargo diri kita sendiri, dan berupaya berdikari dengan segala SDM dan SDM kita, saya yakin kita bisa dan mampu untuk menjadi lebih kuat dan besar dari yang sekarang

  2.  

    Makanya jangan Salah pilih Pemimpin…….!!!

    Kemarin ada calon pemimpin RI yang berani mengangkat akan menasionalkan perusahaan asing di indonesia…..!!!
    tapi sayang……calon idolaku itu kalah tipis sama si Pion….!!!

  3.  

    Terima kasih Bung dan Bu semua.

    Kedepan, siapa yang menguasai ekonomi pastiakan menguasi dunia.
    Itu lah sebabnya USA menetapkan $ sbg mata uang global. Mereka tau
    Ekonomi adalah kuncinya. Tp tetap smua mengikuti siklus kehidupan
    tdk akan kekal. Slalu roda itu berputar, trims smua.terima kasih indonesia q.

  4.  

    semua yg saya pake bikinan negri ini ..nasionalisme saya juga tinggi… saya sedihkalo mendengar negri ini di sepelekan …

 Leave a Reply