Mar 052018
 

Konsep senjata anti satelit (ASAT). © US DoD via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Senjata yang mampu mengganggu atau menghancurkan satelit militer dan komersil AS akan mencapai kemampuan operasional awal dalam beberapa tahun ke depan, menurut sebuah laporan intelijen baru yang dilansir dari Military.com.

Menurut “Worldwide Threat Assessment” yang ditulis oleh Direktur Intelijen Nasional Daniel Coats, menyebutkan domain luar angkasa akan semakin padat karena aktor-aktor yang bermusuhan meluncurkan senjatanya ke orbit.

“Baik Rusia dan China terus mengupayakan senjata anti-satelit (ASAT) sebagai sarana untuk mengurangi keefektifan militer AS dan sekutu,” demikian isi laporan tersebut.

“Rusia dan China bertujuan untuk memiliki senjata “counterspace” yang tidak merusak dan merusak yang tersedia untuk digunakan selama konflik potensial di masa depan”, tambah laporan tersebut.

“Kami menilai bahwa, jika terjadi konflik masa depan yang melibatkan Rusia atau China, kedua negara akan membenarkan serangan terhadap satelit AS dan juga sekutu yang diperlukan untuk mengimbangi keunggulan militer AS yang berasal dari sistem ruang angkasa, baik satelit militer, sipil, atau komersial”.

Namun, militer AS sudah menganggarkan dana untuk menopang pertahanan terhadap serangan tersebut.

Angkatan Udara AS meminta tambahan anggaran sebesar 33 persen untuk penelitian, pengembangan, pengujian dan eksperimen di ruang angkasa.

“Juga akan ada pelatihan resimen yang lebih kuat dan realistis untuk awak udara saat kami beralih ke ruang angkasa sebagai domain tempur”, menurut Sekretaris Angkatan Udara Heather Wilson pada hari Jumat.

Wilson membuat pernyataan tersebut selama briefing mengenai kekuatan udara dan ruang angkasa selama Air Force Association Mitchell Institute for Aerospace Studies di Washington DC.

Dia menyoroti fokus permintaan anggaran terakhir untuk membangun banyak satelit GPS yang anti-macet, meningkatkan kesadaran situasional ruang angkasa, termasuk meningkatkan kemampuan bangsa untuk mempertahankan aset paling vital di orbit.

“Angkatan Udara mengembangkan kemampuan guna mempertahankan aset vital dan kehidupan kita di orbit dan mengalahkan serangan atas mereka”, kata Wilson.

Layanan ini juga akan fokus memberi perlindungan sistem komunikasi satelit yang ada, katanya.

Peristiwa ini datang pada minggu yang sama, dengan layanan tersebut mengeluarkan permintaan proposal untuk kompetisi penuh dan terbuka untuk pengadaan 22 satelit GPS-3 baru yang mampu menahan serangan elektronik.

“Sejak kita terlibat dalam misi ruang angkasa, itu adalah domain yang jinak. Tapi di tahun 2007, semua berubah ketika China meluncurkan senjata anti-satelitnya di orbit”, kata Wilson di Pusat Studi Strategis & Internasional pada bulan Oktober.

Peluncuran tersebut mengeluarkan salah satu satelit cuaca China dan mengirim ribuan partikel puing ke orbit.

“Ini menjadi sangat jelas bahwa ini akan menjadi wilayah yang diperebutkan. Musuh kita tahu seberapa banyak AS bergantung pada sistem ruang angkasanya. Dan ketika menyangkut komunikasi, indikasi dan peringatan, intelijen serta dapat menyaksikan posisi dunia, navigasi dan waktunya”, katanya.

Beberapa individu akan memasuki ruang angkasa untuk tujuan damai, tetapi beberapa lainnya tidak akan memiliki tujuan yang sama.

“Amerika Serikat harus mengasumsikan akan ada kedua jenis aktor berbeda disana, di luar angkasa”, katanya.

Bagikan :

  33 Responses to “Laporan : Rusia-China Lomba Membuat Senjata Anti Satelit”

  1.  

    Wah… Alamat gak bakal bisa nonton TV lg klo perang di luar angkasa…..

  2.  

    Satu satunya cara mengurangi keunggulan amrik ya merontokan satelitnya

  3.  

    Maaf out of topic :

    http://www.straitstimes.com/asia/se-asia/indonesia-tightens-airspace-security-with-heftier-fines-on-unsolicited-entry-of-foreign

    Yuhuuuuu, denda blackflight naik dari 60 juta ke 5 milyar rupiah.

    Yihaaaaaa

  4.  

    Agak aneh nih, rusia berlomba bikin satelit dgn china. Biasanya kedua negara tsb berlomba dgn amrik.

    Mungkin kedua negara tsb sdh bosen berlomba lomba dgn amrik krn rusia dan china terlalu mudah ngalahin amrik..

  5.  

    Permainan bisnis aja tuh, asu, rusia dan cina. Cuma 3 negara tu aja yg berlomba2 buat satelit agar bisa mengeruk keuntungan melalui pembodohan publik dan penipuan publik, ujung2nya boeing juga yg menang kontrak atau disubkan ke boeing lalu boeing buat fake satelit dan roket yg dijatuhkan ke laut dan antartika kmudian boeing blg sukses pengorbitannya padahal masih pake serat kabel optik dan menara bts atau memakai high altitude balloon

  6.  

    Terlalu mudah ngalahin amrik?? hahaha… bangun ka, jgn mimpi mulu.

    Hebat juga yaa.. (TERLALU MUDAH)

  7.  

    Iyah ka iyah… maaf T_T

  8.  

    China yg lebih dulu buat senjata anti satelit sebab kunci utama kecanggihan teknologi amerika ya di satelit,jika satelitnya mejan kecanggihan teknologi amrik berkurang drastis

 Leave a Reply