Jun 132019
 

Moskow, Jakartagreater.com   –   Pasukan Rusia dan Tiongkok berniat untuk mengembangkan kerja sama bilateral dalam semangat kemitraan komprehensif dan interaksi strategis, ujar Kepala Staf Umum Angkatan Darat Rusia, Jenderal Valery Gerasimov pada hari Kamis 13-6-2019, dirilis TASS.

Kepala Staf Umum Rusia membuat pernyataan ini pada pertemuan dengan Panglima Angkatan Darat Tiongkok, Kolonel Jenderal Han Weiguo di Moskow.

“Saya yakin bahwa pertemuan kami akan berkontribusi untuk semakin memperkuat hubungan yang dapat dipercaya antara Angkatan Bersenjata Rusia dan Tiongkok dalam semangat kemitraan komprehensif dan interaksi strategis,” kata Gerasimov.

Kementerian pertahanan Rusia dan Tiongkok secara rutin mengadakan langkah-langkah operasional bersama dan pelatihan tempur, negosiasi antara perwakilan Staf Umum, berinteraksi dengan perwakilan dari cabang dan layanan militer kedua pasukan dan melanjutkan kerja sama antara lembaga pendidikan militer, ujar kepala Staf Umum Rusia.

“Berkat upaya para pemimpin Rusia dan Tiongkok, hari ini hubungan kami mencapai tingkat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menjadi faktor penting stabilitas dan keamanan internasional,” kata Gerasimov.

Tahun lalu, para pemimpin Rusia dan Tiongkok mengadakan 4 pertemuan dan tahun ini mereka sudah bertemu 2 kali, kenangnya.

“Kami memberikan perhatian khusus pada implementasi perjanjian yang dicapai pada tingkat tertinggi pada pengembangan kerja sama di bidang militer,” kata Kepala Staf Umum Rusia.

Sisi Rusia juga puas dengan interaksinya dengan Tiongkok dalam format militer multilateral internasional dari Shanghai Cooperation Organization (SCO) dan ADMM-Plus (pertemuan antara menteri pertahanan negara-negara anggota ASEAN dan mitra dialog), Gerasimov mencatat.

Pada gilirannya, Han Weiguo mengatakan Pasukan Darat Tiongkok siap untuk mengembangkan kerja sama dengan rekan-rekan Rusia mereka. Ketika ia mengatakan kepada kepala Staf Umum Rusia, ia telah belajar di Akademi Militer Frunze All-Arms di Moskow pada tahun 2002.

“Saya senang bahwa 17 tahun setelah itu, saya telah kembali ke Moskow dan mengunjungi Akademi almamater saya,” kata komandan Tiongkok.

  3 Responses to “Rusia dan Tiongkok Kembangkan Kerja Sama Militer Mitra Strategis”

  1.  

    Kerjasama yg menguntungkan china

  2.  

    kl dua negara ini bersatu si pendengki pasti ga bisa tidur.

  3.  

    Se ingat ane Tiongkok itukan sebutan buat etnis China yg ada di Indonesia, kok orang negara China ,juga di sebut Tiongkok , apa kita mau aneksasi China ?? Atau penulis yg kurang jeli??