Mei 072019
 

Destroyer rudal Varyag milik Angkatan Laut Rusia yang latihan perang Joint Sea-2019 (foto:Sputnik)

Angkatan laut China dan Rusia melakukan latihan perang bersandi Joint Sea 2019 menggunakan rudal pada hari Sabtu. Kapal-kapal perang dari Rusia dan China akan saling meluncurkan rudal permukaan-ke-udara untuk menghadang rudal jelajah tiruan yang masuk menyerang.

Latihan itu merupakan bagian dari latihan bersama Angkatan Laut Cina- Rusia 2019 di Qingdao, Provinsi Shandong Tiongkok Timur, yang menandai tingginya koordinasi dan kepercayaan antara angkatan laut kedua negara. Latihan enam hari tersebut berakhir pada Sabtu sore.

Latihan pertahanan udara dimulai sekitar pukul 12:40 siang hari Sabtu, ketika tim biru menembakkan dua rudal jelajah anti-kapal dummy ke tim merah, rilis Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) yang dikirim ke Global Times.

Kapal perusak Harbin milik China dan kapal anti-kapal selam Rusia, Admiral Tributs dari tim merah, meluncurkan masing-masing rudal darat-ke-udara jarak dekat dan berhasil mencegat dua rudal jelajah tiruan yang masuk.

Ini adalah pertama kalinya Angkatan Laut PLA melakukan latihan semacam itu dengan mitra asing, kata pernyataan itu.

Rudal jelajah anti-kapal menimbulkan ancaman besar bagi kapal perang karena memiliki kecepatan tinggi dan penerbangannya yang rendah, kata seorang pakar militer kepada Global Times pada hari Minggu, dan mencatat bahwa mencegat rudal anti kapal adalah subjek penting dalam perang angkatan laut modern.

Tim merah juga mensimulasikan operasi pengawalan kapal tanker, menggunakan rudal dan senjata untuk bertahan melawan pesawat pembom tempur milik tim biru, kata pernyataan itu.

Joint Sea-2019 juga melakukan latihan penyelamatan bawah laut antara kapal selam kedua negara dan kendaraan penyelamat kedalaman pada hari Kamis.

Selain latihan pertahanan udara dan latihan penyelaman bawah air, Rusia dan Tiongkok juga mengadakan latihan gabungan anti-kapal selam, latihan menembak dengan meriam utama dan kompetisi olahraga persahabatan.

Global Times

 Posted by on Mei 7, 2019

  13 Responses to “Rusia dan Tiongkok Latihan Perang Laut Menggunakan Rudal”

  1.  

    Rusia dan Tiongkok Latihan Perang Laut Menggunakan Rudal, KLO DENGAN BUAH SAWIT ITU BUKAN LATIHAN PERANG TAPI LATIHAN CABUT POKOK POHON KALEE………… HAHAHAHAHAA

  2.  

    Horang kaya, kalau disini rudal di eman-eman sama mereka rudal mah buat latihan, enaknya kalau mampu produksi rudal sendiri ibarat ongkos produksi 10 rupiah per unit kalau dijual harganya jadi 1500 rupiah. Semoga Indonesia segera sadar dan mau revolusi belajarnya utk penguasaan teknologinya kecuali memang doyan nya beli melulu sepertinya adem2 saja terbukti cuma rudal petir doang yg dioprek oprek dah bagus memang, tapi seharusnya ada banyak institusi yang kembangkan rudal lha negara besarnya segini gaban masa cuma andalkan dan harapkan rudal petir doang….

    •  

      Walau cuma Rudal petir tp kan ada versinya nanti yg akan dibuat.
      – Petir AAM, AGM dan ASM utk pespur IFX
      – Petir Anti-Ship Missile jarak 300 Km utk Martadinata class
      – Petir Cruise Missile jarak 500 -1000 Km utk heavy fregat.
      Road mapnya kan sdh jelas dan sdh sering diekspos disini jg kok. Tp itu semua jika.gak keburu disambar petir.

  3.  

    “Joint Sea-2019 juga melakukan latihan penyelamatan bawah laut antara kapal selam kedua negara dan kendaraan penyelamat kedalaman pada hari Kamis.”
    ————-@@——————————————

    Tuh kan latihannya menggunakan kendaraan penyelamat kedalaman. Berarti sambil latihan perang jg misinya sambil nyari F-35 jepang yg jatuh . Pantesan.gak ketemu tuh pesawat yg jatuh. Rupanya sudah diodol2 sama Rusia-China. Selamat Kamerad, anda beruntung.

  4.  

    PLA sama FPDA kalau beradu menang siapa ya kira-kira yang jelas kalau mereka berperang yang paling repot kita, pasti berisik sekali mereka mengganggu ketenangan kita