Rusia dan Tiongkok Latihan Perang Laut Menggunakan Rudal

49
Destroyer rudal Varyag milik Angkatan Laut Rusia yang latihan perang Joint Sea-2019 (foto:Sputnik)

Angkatan laut China dan Rusia melakukan latihan perang bersandi Joint Sea 2019 menggunakan rudal pada hari Sabtu. Kapal-kapal perang dari Rusia dan China akan saling meluncurkan rudal permukaan-ke-udara untuk menghadang rudal jelajah tiruan yang masuk menyerang.

Latihan itu merupakan bagian dari latihan bersama Angkatan Laut Cina- Rusia 2019 di Qingdao, Provinsi Shandong Tiongkok Timur, yang menandai tingginya koordinasi dan kepercayaan antara angkatan laut kedua negara. Latihan enam hari tersebut berakhir pada Sabtu sore.

Latihan pertahanan udara dimulai sekitar pukul 12:40 siang hari Sabtu, ketika tim biru menembakkan dua rudal jelajah anti-kapal dummy ke tim merah, rilis Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) yang dikirim ke Global Times.

Kapal perusak Harbin milik China dan kapal anti-kapal selam Rusia, Admiral Tributs dari tim merah, meluncurkan masing-masing rudal darat-ke-udara jarak dekat dan berhasil mencegat dua rudal jelajah tiruan yang masuk.

Ini adalah pertama kalinya Angkatan Laut PLA melakukan latihan semacam itu dengan mitra asing, kata pernyataan itu.

Rudal jelajah anti-kapal menimbulkan ancaman besar bagi kapal perang karena memiliki kecepatan tinggi dan penerbangannya yang rendah, kata seorang pakar militer kepada Global Times pada hari Minggu, dan mencatat bahwa mencegat rudal anti kapal adalah subjek penting dalam perang angkatan laut modern.

Tim merah juga mensimulasikan operasi pengawalan kapal tanker, menggunakan rudal dan senjata untuk bertahan melawan pesawat pembom tempur milik tim biru, kata pernyataan itu.

Joint Sea-2019 juga melakukan latihan penyelamatan bawah laut antara kapal selam kedua negara dan kendaraan penyelamat kedalaman pada hari Kamis.

Selain latihan pertahanan udara dan latihan penyelaman bawah air, Rusia dan Tiongkok juga mengadakan latihan gabungan anti-kapal selam, latihan menembak dengan meriam utama dan kompetisi olahraga persahabatan.

Global Times

13 KOMENTAR

  1. Horang kaya, kalau disini rudal di eman-eman sama mereka rudal mah buat latihan, enaknya kalau mampu produksi rudal sendiri ibarat ongkos produksi 10 rupiah per unit kalau dijual harganya jadi 1500 rupiah. Semoga Indonesia segera sadar dan mau revolusi belajarnya utk penguasaan teknologinya kecuali memang doyan nya beli melulu sepertinya adem2 saja terbukti cuma rudal petir doang yg dioprek oprek dah bagus memang, tapi seharusnya ada banyak institusi yang kembangkan rudal lha negara besarnya segini gaban masa cuma andalkan dan harapkan rudal petir doang….

  2. “Joint Sea-2019 juga melakukan latihan penyelamatan bawah laut antara kapal selam kedua negara dan kendaraan penyelamat kedalaman pada hari Kamis.”
    ————[email protected]@——————————————

    Tuh kan latihannya menggunakan kendaraan penyelamat kedalaman. Berarti sambil latihan perang jg misinya sambil nyari F-35 jepang yg jatuh . Pantesan.gak ketemu tuh pesawat yg jatuh. Rupanya sudah diodol2 sama Rusia-China. Selamat Kamerad, anda beruntung.