Jan 012019
 

dok. Khmeimim Air Base, Pangkalan Rusia di Latakia, Suriah. (photo: Mil.Ru)

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pada Sabtu, mengatakan bahwa militer Rusia dan Turki akan terus mengoordinasikan langkah-langkah mereka untuk memberantas terorisme di Suriah setelah penarikan pasukan Amerika Serikat (AS).

Sergei Lavrov membuat pernyataan pada konferensi pers setelah melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, menteri pertahanan, dan kepala intelijen kedua negara.

Lavrov menjelaskan bahwa para pihak sepakat untuk terus bekerja dengan kepatuhan ketat pada Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB, termasuk penghormatan tanpa syarat terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.

Mereka juga menguraikan langkah-langkah konkret untuk mengintensifkan kerja sama yang bertujuan menciptakan kondisi bagi lebih banyak pengungsi Suriah untuk kembali ke rumah mereka.

Cavusoglu menambahkan bahwa para pihak membahas langkah-langkah untuk mengimplementasikan memorandum tentang penciptaan zona demiliterisasi di provinsi Idlib barat laut Suriah.

Pada bulan September, Rusia dan Turki memutuskan untuk membuat zona demiliterisasi antara oposisi bersenjata dan pasukan pemerintah di Idlib yang berbatasan dengan Turki.

Kesepakatan itu sebagian dilaksanakan dalam hal mengurangi tingkat kekerasan dan penarikan senjata berat para pemberontak dari zona yang ditunjuk, tetapi beberapa pemberontak ultra-radikal menolak untuk mematuhi.

Sumber: xinhuanet.com

Bagikan
 Posted by on Januari 1, 2019