Rusia Datangkan Pesawat Beriev Be-200

30
116
Beriev Be-200
Beriev Be-200

Jakarta – Bantuan untuk mencari dan mengevakuasi korban AirAsia QZ8501 terus berdatangan. Terbaru dari Rusia yang membawa pesawat jenis Beriev Be-200.

Menurut Kadisop Lanud Halim Kolonel Penerbang Iman Handodjo, pesawat tersebut memiliki kemampuan mumpuni karena didesain khusus untuk mendarat di perairan.

“Russia baru datang jam 01.45 WIB tadi. Jenis pesawat Beriev Be-200 memiliki spesifikasi bisa mendarat di air khusus untuk operasi laut,” ujar Iman saat berbincang di Lanud Halim Perdakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (3/1/2015).

Pesawat dengan nomor RV-31121 itu membawa 12 kru. Namun pesawat tersebut belum direncanakan berangkat ke Pangkalan Bun hari ini.

“Jadi memang pesawat Rusia ini belum direncanakan berangkat hari ini, standby dulu. Kru diminta memberi penjelasan tentang keunggulan pesawat ke Basarnas supaya bisa dikoordinasikan nanti,” lanjutnya.

Beriev Be-200
Beriev Be-200

Iman menjelaskan rencananya hari ini ada 3 pesawat yang diberangkatkan ke Pangkalan Bun. Pesawat jenis Hercules A-1320 dengan pilot Mayor Beny dan Mayor Teddy juga Co-pilot Kapten Hakim dan Kapten Gusthana sudah tiba di lokasi.

“Kalau nanti pesawat CN-295 nanti berangkat jam 09.00 WIB dengan pilot Mayor Setiawan, Kapten Anto sama Letnan Suma. Kapasitasnya bisa membawa 12 peti,” terang Iman.

Selanjutnya, pesawat P3-C Orion KN-01 milik Korea Selatan dijadwalkan berangkat dari Lanud Halim pukul 10.00 WIB. (Detik.com).

Beriev Be-200
Beriev Be-200

30 COMMENTS

  1. jarak dan daya angkut mungkin boleh dinomor dua kan.tapi yg nomor satu nya dilevel sea state berapa pesawat-pesawat amfibi ini bisa mendarat? apakah ada kemungkinan melakukan tindakan rescue di tengah laut dgn ombak 1-3 meter?

  2. Beriev datang ke Indonesia misinya cuma satu, yaitu jualan biar dibeli sama Indonesia. Kebetulan saja beberapa minggu lalu ada ide memakai pesawat amphibi untuk melindungi wilayah laut Indonesia dari nelayan asing, dan asalah satunya yang ditaksir ya si Beriev. Artikelnya masih ada di Jakarta Greater kayaknya…

    Kalau Beriev berhasil ya bagus, kalau nggak berhasil memberikan kontribusi yang maksimal ya nggak heran, namanya juga jualan. Lagian sejarah Rusia dalam membantu Indonesia kan selalu terlambat, contohnya dalam kasus Sukhoi Super Jet yang SAR Rusia datang terlambat hampir seminggu lebih dan kalah fisik dari SAR lokal. Bukti nyata lain ya kasus Air Asia yang lagi-lagi telat hampir seminggu baru datang.

  3. Saya juga lebih sreg dengan ShinMaywa. Buat perbandingan, kalo sewaktu waktu kita diembargo papa Bear, kita bakal kelimpungan cari sucad buat mesin Be-200. Beda sama mesin shin-maywa, itu mesin turboprop komersial. Pemeliharaannya juga ga susah, karena desainnya mirip dengan mesin Hercules TNI-AU. Faktor laen ya konsumsi BBM mesin turboprop lebih irit drpd mesin jet.

  4. INI PESAWAT BERRIEV 200 Sangat bermanfaat bagi negri kita indonesia tercinta yg mana disetiap musim elnino/kemarau pasti terjadi kebakaran hutan hingga ratusan hektar selain itu juga untuk membasmi hama2 wereng tanaman padi dari atas asalkan jgn untukmengusir pendemo dgn air dari atas seru kan bayangkan sekali guyur 20000kubik air sekali guyur lalu beberapa menit sudah kembali lagi untuk mengguyur air selanjutnya…mudah2an manfaatnya banyak bagi negri kita yg setiap kemarau elnino kebakaran hutan rTUSAN HEKTAR slalu.TERJADI..mudah2an juga IPTN BISA MENCONTOH DAN MEMBUAT SENDIRI manfaatnya besar sekali baginegri tercinta ini mudah2an kita bisa memiliki bahkan membuat sendiri guna keperluan dlm negri… jgn anggap ini promosi iklan tetapi manfaatnya

LEAVE A REPLY