Rusia Demonstrasikan Sistem Peluncur Roket ‘Heavy Flamethrower’

Sistem peluncur roket Heavy Flamethrower Rusia (foto : Sputnik)

Jakartagreater.com – Sistem roket artileri jarak pendek dengan sasis tank yang disebut ‘heavy flamethrower’ Rusia dipamerkan kepada pelanggan asing minggu lalu, lansir Defenseworld.

Sistem artileri yang menembakkan rentetan roket dari jarak dekat ini mampu memberikan dukungan tembakan kepada pasukan darat. Sistem ini telah dikerahkan dan memberikan keuntungan besar pada operasi Rusia di Timur Tengah.

Igor Lobov, Direktur Jenderal Omsktransmash, pengembang dan produsen sistem TOS-1A, mengatakan, “Sasis tank memberikan kru mobilitas dan perlindungan yang tinggi, dan juga memungkinkan untuk dengan cepat berpindah ke posisi menembak yang diperlukan dan beroperasi di zona kontak tembakan langsung dengan musuh, yang tidak bisa dilakukan oleh sistem artileri lain. ”

Demonstrasi sistem penyembur api berat TOS-1A kepada pelanggan asing dilakukan di Nizhny Tagil Institute of Metal Testing’s (NTIIM) Staratel Proving Ground di Nizhny Tagil. “Sistem TOS-1A menyelesaikan semua tugasnya. Pengamatan visual dan analisis data secara cepat membuktikan kinerja dan keandalan menyasar target pada berbagai jarak yang berbeda, ”kata perusahaan.

“Sistem penyembur api berat TOS-1A adalah unik untuk pasar senjata dunia, satu-satunya senjata pendukung tembakan jarak dekat yang mematikan di dunia. Peralatan seperti itu tidak diproduksi di mana pun di dunia kecuali Rusia, dan kami bangga menunjukkannya kepada mitra asing kami. Sistem ini telah berulang kali menunjukkan kemampuannya yang mengesankan untuk menghancurkan kelompok-kelompok militan yang berlindung dengan baik dalam kondisi pertempuran nyata di Timur Tengah. Karena kinerjanya yang tak tertandingi, TOS-1A tetap menjadi 5 produk senjata teratas yang dipasok oleh Rosoboronexport kepada pasukan darat pelanggan, ” kata Alexander Mikheev, Direktur Jenderal Rosoboronexport.

Sistem penyembur flamethrower berat TOS-1A sudah beroperasi dengan Angkatan Darat Rusia. Tidak seperti semua multiple rocket launchers (MRL) yang ada saat ini, hanya kendaraan peluncuran BM-1 dari sistem TOS-1A, yang memiliki pelindung setingkat tank berat dan jarak tembak minimum 600 m (jangkauan maksimum 6 km), dapat melakukan misi tempur di tepi depan area pertempuran (Forward edge of the battle area – FEBA) dalam waktu yang sangat singkat, namun kebal dari tembakan musuh.

Semua sistem peluncur roket MRL lainnya memang memiliki jarak tembak yang lebih jauh namun beroperasi pada jarak yang cukup jauh dari garis depan pertempuran. TOS-1A beroperasi didalam formasi tempur pasukan darat, yang mengurangi waktu penargetan dan meningkatkan efisiensi pengendalian tembakan. Sistem ini mampu memberikan tembakan tidak langsung dan langsung pada target yang terlihat segera setelah di deteksi.

Kendaraan peluncuran BM-1 adalah 24 tabung peluncur 220 mm yang dipasang pada sasis tank beroda rantai. Peluncur menembakkan roket tanpa arah yang dikembangkan oleh Ganichev NPO SPLAV. Roket dilengkapi dengan hulu ledak termobarik yang mampu menghancurkan posisi musuh yang sangat terlindungi, termasuk di dalam benteng, dengan sarana minimal, dan langsung disalvo penuh yang berlangsung hanya beberapa detik, dan mampu menghancurkan pasukan musuh di atas area seluas 40.000 meter persegi.

4 pemikiran pada “Rusia Demonstrasikan Sistem Peluncur Roket ‘Heavy Flamethrower’”

  1. Dktrin perang Rusia memang adalah utk “meghancurkan” lawan, bukan utk melumpuhkan. Rusia tidak peduli soal presisi, jumlah korban, collateral damage, akibat setelah perang, dll. Hampir semua artileri nya bersifat penghancur…

Tinggalkan komentar