Sep 032013
 
Destroyer USS Barry menembakkan Rudal Tomahawk dalam operasi Odyssey Dawn di Libya tahun 2011 (photo: Jonathan Sunderman/ U.S. Navy)

Destroyer USS Barry menembakkan Rudal Tomahawk dalam operasi Odyssey Dawn di Libya tahun 2011 (photo: Jonathan Sunderman/ U.S. Navy)

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem peringatan dini mereka telah mendeteksi peluncuran dua rudal balistik dari Laut Tengah yang ditembakkan ke arah pantai timur. Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin tentang peristiwa tersebut, di tengah meningkatnya kemungkinan aksi militer Barat di Suriah. “Peluncuran tersebut terdeteksi oleh radar peringatan dini di Armavir,” kata kantor berita Interfax yang mengutip kementerian pertahanan. “Arah rudal tersebut adalah dari bagian tengah Laut Tengah menuju bagian timur pantai Laut Tengah,” katanya.

Berdasarkan sumber Rusia, sebagaimana dilaporkan AFP, kapal perang AS kemungkinan telah menebakkan roket-roket untuk memonitor cuaca.

Atas laporan Rusia tersebut, tentara Israel mengatakan “tidak tahu” ada rudal yang diluncurkan di Laut Tengah, sebagaimana yang dilansir kementerian pertahanan Rusia  Selasa (3/9/2013). Seorang juru bicara militer Israel mengatakan:”Kami tidak tahu peluncuran rudal di laut Tengah.”

Ketegangan di laut Tengah terus meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keraguan yang kuat bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad berada di belakang dugaan serangan kimia pada tanggal 21 Agustus yang mendorong seruan aksi militer.

Keputusan Presiden AS Barack Obama meminta Kongres mengesahkan aksi militer terhadap Suriah sempat menyingkirkan sementara ancaman serangan terhadap pemerintah Assad. Namun dalam kesempatan terbaru, Barrack Obama mengatakan, serangan ke Suriah akan terjadi meski tanpa persetujuan Kongres AS.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, direspon Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengatakan negara Yahudi itu siap akan “setiap skenario yang mungkin” terjadi di negara tetangga Suriah. Namun Presiden Shimon Peres mengesampingkan keterlibatan Israel dalam intervensi apapun. (AFP).

  4 Responses to “Rusia: Dua Rudal Ditembakkan di Laut Tengah”

  1. Wah sedang hangat beritanya di internet dan masih berkembang… mohon koreksi jika salah: itu adalah uji coba rudal anti balistik israel. Radar abm rusia mendeteksi peluncuran rudal balistik, rudal pertama melesat dari laut tengah mengarah ke timur lalu disusul rudal kedua dari arah timur laut tengah mengarah ke barat dan menghancurkan rudal pertama dan puing2nya jatuh di laut tengah.

  2. Tinggal menunggu kabar apakah reruntuhan rudal menghantam kapal? Atau terlempar jauh dari rencana lintasan sehingga menghantam kota athena di yunani? Lalu yunani mengumumkan perang terhadap israel (mengkhayal.com). Pasti seru.

  3. The final countdown,
    kita lihat apa Obama punya nyali atau tidak…….

  4. Beruang utk menunjukkan daerah wilayahnya jangan diganggu, mengaum disertai cakaran2 mulai digerak2 utk menggaruk2 dan wilayah yg sangat sensitif (radar menangkap gerakan roket) mulai saling terkejut koq ada rudal berterbangan. Negara sekitar peluncuran roket terbengong – bengong………………………….

 Leave a Reply