Oct 262017
 

RPG-7V (Vitaly V. Kuzmin)

Clark. Jakartagreater.com. Pemerintah Moskow dan Manila telah menandatangani kontrak untuk pengiriman peluncur granat RPG-7B buatan Rusia dan amunisi ke Filipina, ungkap situs TASS, 24/10/2017.

Kontrak tersebut ditandatangani oleh CEO Rosoboronexport Rusia, Alexander Mikheyev dan Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana di hadapan Menteri Pertahanan Rusia Jenderal Sergey Shoigu.

Upacara penandatanganan tersebut berlangsung di Clark Filipina, tempat berlangsungnya pertemuan dan dialog ASEAN Defense Ministers Meeting (ADMM)-Plus / ADMM Plus ke-4.

RPG-7 adalah roket anti-tank dengan penampilan sederhana namun ditakuti. Prajurit dengan mudah membawa dan mengoperasikan anti-tank rocket grenade launcher ini yang memiliki bobot 6,3 kg saat amunisi terisi. Bobot kosong peluncur : 4.5 / 2.6 kg

Belum diketahui spesifikasi khusus apa yang dimiliki oleh varian RPG-7B yang akan diterima Filipina.

Namun, secara umum, memiliki beberapa varian. Menurut Armyrecognition.com, RPG-7V diluncurkan tahun 2007 dilengkapi dengan night vision sights. Adapun varian terakhir dari RPG-7V2 dapat menembakkan amunisi standar dan dual HEAT, fragmentation and thermobaric rockets.

RPG-7D yang dirancang untuk pasukan udara (airborne), dengan model RPG-7 yang bisa dilipat dua, agar mudah dibawa.

Amunisi RPG-7 (comons.wikipedia.org)

Berbagai amunisi bisa digunakan oleh RPG ini dan juga telah diproduksi di sejumlah negara selain Rusia, seperti : China, Slovakia, Iran, dengan kaliber: 40, 70 hingga 105mm.

Guidance system penembakan menggunakan optical sight and night vision, untuk target dengan jarak 200 sampai 500 meter. RPG ini dioperasikan oleh satu prajurit dan telah digunakan luas oleh sekitar 65 negara.

RPG-7 dirancang untuk menghancurkan : light vehicle, infantry combat vehicle, armoured personnel carrier, helikopter, dan bangunan.

  11 Responses to “Rusia-Filipina Teken Kontrak Pengiriman Roket Anti-Tank”

  1. Lumayan bwt ngetapel kaveleri ringan..

  2. SAAT NEGARA BARAT DAN TERUTAMA TENTU SAJA ASU MEMAKSA FILIPINA DENGAN ALASAN TIDAK MASUK AKAL YAITU PELANGGARAN HAM KEPADA PENGGUNA DAN PENGEDAR NARKOBA YANG TENTU SAJA MEMBUAT DUTERTE MARAH SEHINGGA MENIGGALKAN PEMASOK UTAMA MEREKA MESKI SECARA TIDAK LANGSUNG DAN PERLAHAN DAN MEMILIH RUSIA SEBAGAI ALTERNATIF KETERGANTUNGAN TERHADAP AMERIKA MESKI SUDAH SANGAT LAMA BERSEKUTU DENGAN US SENJATA FILIPINA SEBAGIAN BESAR HANYA BEKAS PAKAI DAN SEPERTI TEMPAT PEMBUANGAN SENJATA ROSOK ASU TERBUKTI ASU SELAIN BUTUH SEKUTU JUGA BUTUH DUIT BESAR UNTUK MEMBELI SENJATA MEREKA

  3. Ini yang dikawatirkan… kalau kemarin ada yang menyatakan pengamat militer Russia menyatakan Kaplan tidak lebih dari peti mati… ini salah satu alasanya, senjata yang ringan dibawa tetapi mematikan baik bagi kendaraan tempur medium maupun untuk Infantry combat Vehicles seperti M113… tank yang tidak memiliki proteksi armor akan menjadi bulan2an persenjataan seperti ini…
    Asia tenggara sangat beruntung tidak banyak persenjataan seperti ini yang beredar dan dikuasai teroris…

    • Sy pikir cukup untuk di region asia tenggara kok bung… di sini bukan irak dan suriah dimana orang bertempur di area terbuka karena di sana tidak ada hutan Lebat seperti di sini, Terrain di indonesia ditutupi hutan lebat mengharuskan bergerak seringan dan secepatnya dimana mungkin TNI menilai medium tank lebih berguna… Jadi bila mengingat kondisi geografis hutan lebat juga medan berbukit-bukit dan bergunung-gunung di Indonesia blom lagi kondisi sarana dan prasarana jalan seperti jembatan yg tidak semua di indonesia kualitasnya itu bagus membuat medium tank lebih cocok… Entahlah serahkan sj sm usernya kan mereka yg pake

  4. Keren tank rusia mempertahankan dari serangan ATGM
    https://youtu.be/V64jaOzFB4E

    • Apa TNI pernah punya RPG sejak Jaman orde lama?? Saya Kira …kelihatan nya TNI belum pernah punya ..kecuali PIAT …..Dan baru saja beli RPG 7 made in Bulgaria pada Jaman president Ke …5.

 Leave a Reply