Rusia Geram Pembom AS Terbang di atas Ukraina

Jakartagreater – Panglima Angkatan Udara Rusia, Sergei Surovikin mengatakan Rusia tidak tertarik untuk memicu ketegangan di sepanjang perbatasannya, itulah sebabnya ia melakukan sebagian besar acara pelatihan operasional dan tempur jauh di pedalaman negara itu.

Namun, pesawat militer Amerika yang melakukan penerbangan di wilayah udara Ukraina merusak setiap pengurangan ketegangan regional, kata Panglima Angkatan Udara Sergei Surovikin pada hari Jumat, 11-9-2020, dirilis TASS.

“Penerbangan oleh pesawat tempur mana pun di atas Ukraina tidak berkontribusi pada meredakan ketegangan di kawasan itu,” kata komandan itu dalam sebuah pengarahan yang dihadiri oleh atase militer asing.

Surovkin menjelaskan bahwa jet tempur Su-27 dan MiG-29 Ukraina berkolaborasi dengan pembom strategis B-52H Angkatan Udara AS yang terbang di atas Belanda, Jerman, Polandia, dan Ukraina pada 4 September 2020.

Dia menekankan bahwa Rusia tidak tertarik untuk memicu ketegangan di sepanjang perbatasannya, itulah mengapa Rusia melakukan sebagian besar acara pelatihan operasional dan tempurnya jauh di pedalaman negara itu.

“Pasukan Kedirgantaraan akan terus memantau situasi di sepanjang perbatasan Rusia untuk segera mengambil tindakan untuk memastikan keamanan Federasi Rusia,” tambah Surovkin. Latihan yang melibatkan pembom B-52H Angkatan Udara AS di dekat perbatasan Rusia merupakan provokasi, kata Panglima Angkatan Udara Rusia Sergei Surovikin.

“Kami percaya bahwa menguji penggunaan tempur pesawat strategis di dekat perbatasan Rusia adalah tindakan yang bermusuhan dan provokatif,” jelasnya.

Menurut Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia, 4 pembom B-52H Angkatan Udara AS mencoba mendekati perbatasan Rusia di atas Laut Hitam pada 4 September 2020, sementara pada akhir Agustus 2020, sebuah pesawat B-52H dicegat di atas Laut Baltik dan 1 lagi di atas laut Hitam.

Pesawat B-52H terdeteksi oleh sistem radar over-the-horizon pada jarak maksimal, yang memungkinkan untuk menerbangkan Jet tempur Su-27 dan Su-30SM dari unit peringatan pertahanan udara untuk mencegat dan menemani pesawat, mencegah Pesawat B-52H melanggar perbatasan Rusia, “kata kepala Pasukan Dirgantara Rusia itu.

Surovikin menekankan bahwa Jet tempur Rusia telah menghentikan pesawat B-52H mendekati perbatasan Rusia. Tidak ada insiden pesawat yang terjadi, tambahnya.

Sharing

Tinggalkan komentar