Oct 092017
 

Kapal induk Admiral Kuznetsov Rusia (Russian DoD)

Moskow. Jakartagreater.com. Departemen militer berencana untuk mengurangi jumlah sumber daya keuangan yang seharusnya dialokasikan untuk perbaikan dan modernisasi kapal penjelajah berat Admiral Kuznetsov, ujar seorang sumber kepada Interfax pada hari Sabtu, 7/10/2017.

“Alih-alih sebelumnya direncanakan sekitar 50 miliar rubel untuk pekerjaan tersebut, namun kini direncanakan untuk mengalokasikan sekitar setengah dari jumlah yang diumumkan tersebut,” katanya. Menurutnya, penurunan volume pembiayaan itu akan mempengaruhi modernisasi Admiral Kuznetsov. Rencana awal, perbaikan kapal induk pengangkut pesawat tempur ini akan dilakukan secara penuh.

Sebelumnya, menurut sumber agen lain, diketahui bahwa “perbaikan dan modernisasi” Admiral Kuznetsov “seharusnya dilakukan dalam jumlah minimum, mereka direncanakan untuk mengalokasikan hingga 50 miliar rubel.” “Sedikit banyak sekitar 50 miliar rubel – sedikit lebih, $ 800 juta, dibandingkan perbaikan dan modernisasi kapal induk tipe yang sama” Vikramaditya “(Admiral Gorshkov eks Uni Soviet) untuk biaya Angkatan Laut India yang diperkirakan mencapai $ 2,3 miliar,” kenangnya.

Seperti diberitakan, perbaikan “Admiral Kuznetsov” terutama akan dikaitkan dengan penggantian boiler pembangkit listrik utama. Untuk memodernisasi, radar dan senjata radio-elektronik, serta kompleks navigasi udara.

Pada bulan Februari 2017, Armada kapal induk pesawat tempur Armada Utara itu kembali ke Severomorsk dari perjalanan panjang di Laut Tengah. Kelompok ini termasuk, khususnya, kapal induk Admiral Kuznetsov dan kapal penjelajah bertenaga nuklir besar Peter the Great. Deck Penerbangan “Admiral Kuznetsov” terlibat dalam operasi militer di Suriah. Menurut data resmi, dalam dua kecelakaan udara yang tidak terkait dengan operasi militer, Armada ini kehilangan dua pesawat tempur.

  21 Responses to “Rusia Hitung Kembali Biaya Modernisasi Admiral Kuznetsov”

  1. 0815

  2. Itu kapal induk lebih baik diserap aja. Masak asap knalpot eh, asap dari corong kapal bisa dilihat dari satelit… Itu kapal induk apa kereta uap?? Udah berapa kali itu Su-29 dicemplungin ke laut gegara susah mendarat di deknya waktu di Suriah. Apalagi yg paling parah kalo lagi mogok dilaut, gimana kalo lagi perang? Bisa2 habis kalo lawan Nimitz class atau Ford Class.

    Hhhhhhhhhh

    • Mau diganti tenaga nuklir boss. Sayang kalo disekrap.

      • Kalo diganti mesin nya pake nuklir pasti biayanya bisa lebih dari 50 milyar Rubel, mungkin bisa sampai 100-120 milyar Rubel karena ganti mesin berarti harus bongkar semua/minimal pulau nya dibongkar dulu. USA waktu mengganti mesin kapal induk USS Enterprise ke nuklir juga bongkar semuanya.

        Sebetulnya pemilihan mesin turbin diesel oleh Soviet kala itu karena konsep strategi pertahanan AA/AD yg menuntut pertahanan total fatherland Soviet. Beda dg US Navy dan strategi militer USA yg lebih berpatokan pada proyeksi kekuatan di seluruh dunia, hal ini berpengaruh pada konsep pembuatan kapal induk di US Navy yg mampu meluncurkan 3-4 gelombang serangan udara dan didukung oleh pesawat AEW&E, heli anti kasel-angkut personel, pespur serang darat, pespur serang elektronik dan UAV. Makanya daya angkut dan spesifikasi Nimitz serta Ford Class sangatlah besar dan perlu pembangkit nuklir untuk penggerak agar kapal induk bisa digerakkan di seluruh dunia.

        Kapal Induk Admiral Kuznetsov lebih cocok untuk pertahanan pantai maka daya angkut pespur nya sedikit dan tidak perlu menggunakan nuklir sebagai penggerak, sebagai gantinya rudal anti kapal, rudal serangan darat hingga ratusan rudal anti pesawat bisa dipasang di sana. Itu sudah cukup.

        Namun, pengalaman penempatan Admiral Kuznetsov di Suriah jelas membutuhkan kapal induk dg kapasitas angkut yg besar dg tenaga yg lebih powerfull. Rusia harus membuat kapal induk yg lebih besar lagi minimal seukuran Nimitz agar Rusia bisa melindungi kepentingannya di seluruh dunia yang artinya Rusia juga harus merevisi kembali doktrin armada tempur permukaan nya.

        Sebagai catatan, bila Rusia bisa membuat kapal induk besar dan tetap mempertahankan kapabilitas pengangkutan senjata seperti pada kapal Admiral Kuznetsov, mampu membawa pespur Su-34 varian navy, maka kemampuan serbu armada kapal induk Rusia akan jauh lebih mengerikan daripada armada kapal induk US Navy, hal ini karena Su-34 bisa membawa Yakhont/Brahmos baik dalam formasi serangan mandiri maupun dg kawalan Su-33. Itu dg syarat keuangan Rusia sudah kembali pulih karena membangun kapal induk seukuran Nimitz dg penggerak nuklir butuh biaya lebih dari USD 3 milyar, jauh lebih mahal dari anggaran rancangan kapal induk terbaru Rusia, Strom.

      • Ford class aja butuh biaya hingga USD 10 milyar/unit.

        • Kan sedang proses project kapal induk, kalau kuznetsov memang dilema, dipertahankan terlalu mahal untuk di upgrade sedangkan kondisinya adalah kapal tua, di scrap jelad tidak mungkin karena ini satu2 nya yg dimiliki…
          Tetapi meskipun begitu berantakan kapal ini sebenarnya kalau Kondisinya OK benar2 mengerikan karena muatanya… Dan bisa beroperasi mandiri

  3. Typo: discrap

  4. Jangan sampai dilewatkan kapal induknya anti sonar & radar

    Hahhahaaaa

  5. MANTAPLAH NI KAPAL JEROANYA BANYAK BANGET DAH PASTI WALAUPUN ASEPNYA BIKIN MRIANG TAPI DETERENYA TETEP TINGGI MOGA AJA KAPAL INDUK RUSIA YG TERBARU CEPET JADI KAGAK USAH BANYAK2 BANYAKIN ANTIDOTNYA AJA DAH CUKUP HAHAHA

  6. Ini kapal mandiri bisa menghadapi kapal permukaan maupun kapal selam bahkan pembom sekalipun bisa dihadapi karena bawaannya yg menakutkan jadi sebenernya tanpa pengawalanpun dia sudah pd

  7. Sudah hibahkan aja ke RI kan dsn gak bs beli ataupun bikin baru, biaya modernisasi imbal dagang aja!he3. Ngimpi menjelang siang kan boleh!

  8. Itu kapal gede amat….wahh ora cucok buat lautan nusantara….yang berpulau-pulau, mau mampir ngopi susah cari sandaran dermaga

  9. Ini adalah contoh “Olo tur Bakoh”… Kalau kapal ini dalam kondisi bagus dengan mesin yg sangat baik, jelas akan menjadi mimpi buruk di lautan…

    The Black from Shout Mountain

 Leave a Reply