Aug 302019
 

Proyek PJ-10, Rudal jelajah supersonik BrahMos India-Rusia © Ruslan Shamukov via TASS

Moskow, Jakartagreater.com – BrahMos Aerospace Rusia-India Joint Venture berharap menandatangani kontrak pada akhir 2019 tentang pengiriman Rudal BrahMos ke negara ketiga, kata Direktur JV India Kumar Mishra kepada TASS di pameran aerospace internasional MAKS-2019 pada hari Rabu, 28-08-2019.

“Beberapa negara telah mengajukan permohonan kepada kami dengan permintaan pengiriman Rudal BrahMos dan kami telah memberi tahu Kementerian Pertahanan Rusia dan India tentang hal itu dan sekarang sedang menunggu izin mereka untuk menandatangani kontrak. Kami berharap dan berharap bahwa kami akan memiliki kontrak-kontrak ini di akhir tahun ini atau di awal tahun depan, “katanya.

Menanggapi pertanyaan tentang negara-negara, di mana Rudal BrahMos akan dikirimkan, Mishra mengatakan: “Ini akan menjadi negara yang bersahabat dengan Rusia dan India.”

PJ-10 BrahMos adalah Rudal jelajah supersonik yang dikembangkan bersama oleh Asosiasi Riset dan Produksi Mesin-Bangunan (Wilayah Moskow) dan Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) yang berbasis di India.

PJ-BrahMos adalah modifikasi dari Onik Rudal anti-kapal Soviet. Nama Rudal tersebut berasal dari nama 2 sungai: Brahmaputra India dan Moskva Rusia. Peluncuran uji coba Rudal berlangsung pada 12 Juni 2001 dari peluncur pantai. Produksi Rudal telah dilakukan bersama oleh Rusia dan India.

Kemungkinan memperluas jangkauan Rudal BrahMos ke 800km

Jangkauan penerbangan Rudal jelajah supersonik BrahMos dapat diperpanjang hingga 800 km, kata Mishra. “Secara teknis, ada kemungkinan untuk memperluas jangkauan penerbangan BrahMos ke 800km,” katanya.

Saat ini, versi Rudal udara, laut, dan darat yang diluncurkan BrahMos memiliki jangkauan penerbangan 290 km. “Kami telah menguji coba Rudal kami hingga jarak 400 km. Peluncuran itu berhasil,” tambahnya.

“Hari ini kami sedang mempertimbangkan untuk mendapatkan izin dari India dan Rusia untuk memperluas jangkauan penerbangan Rudal BrahMos lebih lanjut. Secara teknis, dimungkinkan untuk memperluas jangkauan penerbangan hingga 800 km dan ini adalah tugas yang kami hadapi,” katanya.

  8 Responses to “Rusia – India Siapakan Rudal BrahMos untuk Negara Ketiga”

  1.  

    berarti yang jelas bukan Indonesia… karen kita negara kesatu

  2.  

    ayooookkkk jadiin 800, …. mumpung Amrik udah keluar dari INF ….hehehehe

    •  

      Tapi gak bisa diekspor Bung, kecuali China, India dan Rusia keluar dari MTCR juga.

      •  

        Awalnya perjanjian dibuat antara AS dan Uni Soviet. Seiring keluarnya AS dlm perjanjian secara otomatis menggugurkan perjanjian tersebut. Artinya siapapun boleh memproduksi rudal jarang menengah diatas 300 km. Sebab salah satu pihak telah menggugurkan perjanjian.
        Ayo RI beli Brahmosnya mumpung ada potongan harga……xicixicixicixi

      •  

        Iya bung tak bisa di export untuk internal mereka ajah lah hehehe , …. makanya joint produksi Rusia n India di Brahmos salah satunya untuk “Ngakali” MTCR.

        Klo kita mah ga usah ngimpi,…. sebenarnya C 805 udah bagus banget n murah , tak usah gengsi klo hal ini.

      •  

        Indonesia kerjasama dengan SAAB, Roketsan atau Kongsberg.

  3.  

    Ayolah Indonesia !!!…Siapkan Dirimu ….PAPUA MEMBARA….Negara Lain Yg Sudah Gatal ingin mengobok obok NKRI sudah ancang ancang dengan isu PAPUA….Tidak ada lagi yg namanya Negara sahabat…Negara Kawan…yg Jelas Dimata Negara yg Haus SDA yg ada adalah ” APAPUN CARANYA YG PENTING BISA MENDAPATKAN SUMBER DAYA YG MELIMPAH DARI TANAH PAPUA “…yg ngomong INDONESIA TIDAK PUNYA MUSUH …akan segera di uji DI TANAH PAPUA…