Mar 232017
 

Kapal Selam Kilo (Took-ranch )

Pameran Langkawi International Maritime dan Aerospace (LIMA ke 14) 2017 telah menarik lebih dari 555 peserta dari 36 negara. Sebanyak 101 pesawat, 61 kapal dan boat melakukan display udara dan statis.

Laporan dari LIMA menunjukkan kontrak baru sedang ditandatangani untuk pasokan senjata Rusia ke negara-negara Asia Tenggara. Pasar regional merupakan salah satu yang paling penting bagi Rusia meskipun memiliki jarak geografis.

Menurut ahli dari Pusat Riset Strategis Anton Tsvetov, permintaan untuk senjata Rusia tidak hanya muncul karena kualitas peralatan Rusia tetapi juga akibat ketegangan regional.

Persyaratan kontrak untuk penyediaan 12-18 pesawat tempur multi-role SU-35 generasi 4 + sedang dibahas dengan Indonesia. Pesawat yang sama sedang disediakan untuk China. pembeli potensial lainnya termasuk Venezuela dan Vietnam.

Selain itu, telah diketahui bahwa kontrak untuk pembelian dua kapal selam diesel-listrik dari proyek 636 Varshavyanka sedang dibahas dengan mitra Indonesia. Tahun lalu, yang terakhir dari enam kapal selam tersebut disampaikan ke Vietnam dalam kontrak kerjasama militer-teknis Rusia-Vietnam.

Wakil dari Layanan Federal untuk Kerjasama Teknik-Militer (FSMTC), juga melaporkan pasokan batch tambahan pesawat latih tempur Yak-130 ke Myanmar.

partisipasi Rusia di pameran Langkawi adalah pengingat lain bahwa pasar Asia Tenggara sangat penting untuk senjata Rusia. Pembeli terbesar senjata Rusia tetap Vietnam, tetapi untuk negara-negara seperti Malaysia, teknologi Rusia, khususnya penerbangan, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan tempur angkatan bersenjata mereka.

Menurut Tsvetov, langkah pertama yang diambil dalam arah kerjasama militer-teknis dengan mitra seperti Thailand dan Filipina seperti amunisi dan peralatan militer adalah salah satu dari beberapa pasar di Asia Tenggara di mana Rusia sangat kompetitif.

“Secara relatif murah tapi senjata yang kualitas tinggi dan dapat bersaing di pasar berkembang di wilayah ini tanpa membawa “kopor “dalam bentuk tuntutan politik atau menetapkan standar di bidang demokrasi atau hak asasi manusia,” ujar sang ahli.

Dalam hal ini, ketegangan yang tumbuh di Asia Tenggara menyumbang pertumbuhan kebutuhan akan pertahanan.

Pada saat yang sama, memperoleh bantuan militer dari Amerika Serikat akan menghilangkan kepercayaan dari China dan tentunya juga memiliki beberapa pembatasan internal. Sementara motif Rusia, tidak dipertanyakan oleh Beijing.

Pakar menekankan bahwa penting untuk memahami bahwa penawaran senjata Rusia di Asia Tenggara lebih ke persoalan perdagangan daripada politik. Meskipun demikian, ekspor senjata tetap menjadi alat penting, dimana pengaruh politiknya tidak boleh dianggap remeh.

Sputniknews.com

  36 Responses to “Rusia – Indonesia Bicarakan Pembelian SU 35 dan Kapal Selam Kilo”

  1. Cepet amat bung patih pragota . .

  2. berita kok pada mencla mencle,wkwkwkwkwk

  3. tolong jelaskan lagi bung jimmy rosoboron.. kok indonesia ga di sebut

  4. gw kira emang bener2 udah bicara tatap mata sama sir RR,ternyata belum,cuma keyakinan tinggi seles ruski klo bener beli,dan sir RR nanti responnya malah gak tertarik seperti biasanya seneng beli alat2 SAR seperti pesawat yang ada tulisan RESCUE nya di bawah cockpit yg bs terbakar dan kebalik sendiri,wkwkwk padahal kilo itu juga penting buat dapet ToT VLS,wkwkwkwk

  5. Persyaratan kontrak untuk penyediaan 12-18 pesawat tempur multi-role SU-35 generasi 4 + sedang dibahas dengan Indonesia. KECEPLOSAN xixixi

  6. sudah lah vroh,,,,cintai saja yg sudah ada…….hhmmmmm…..

  7. Tes

  8. ngak mungkin Indonesia Akan beli SU 35 dan Kilo karena AKAN… Coba lihat Malaysia Akan membeli Rafael… Hidup Najib

  9. paling hohol lagi caper lagi

  10. Bicara… Tertarik… Akan…
    Edisi malas

  11. draft kontraknya masih di diskusikan dan masalah pembelian ini kan pernah
    juga di bahas oleh di rektur umum Rosoboronexport Anatoly Isaikin pada 2016
    yang lalu dengan menhan kita waktu itu.yang jelas jumlah pengajuanya hanya
    dua unit dari pemerintah ke DPR untuk kasel diesel elektrik 636 Warszawianka.

  12. Malon semua faham indon Akan beli

  13. Isi beritanya kok sama dng yg dulu sata pameran LIMA 13.? Nanti tahun depan berita itu jg yg dimuat cuma dirubah tanggalnya oleh Sputniknews.com

  14. untuk su35 indonesia begini yang di beritakan oleh media russia
    ” Saat ini negosiasi sedang dilakukan mengenai draft kontrak untuk penyediaan pesawat Su-35 militer Republik Indonesia Kami berharap bahwa penandatanganan akan berlangsung dalam waktu dekat.” – Kata Petukhov.

  15. hahahaha kasihan amat jokowi, punya rakyat alay kw banyak amat…

    udah jelas Sputniknews.com bilang: penyediaan 12-18 pesawat tempur multi-role SU-35 generasi 4+ (=jawaban kenapa dapat ToT 35%) & dua kapal selam diesel-listrik dari proyek 636 Varshavyanka

    masih aja dibilang gak mungkin, akan, akan…

  16. lumayan bertambah jumlahnya dari 8 s/d 10 unit, menjadi 12 s/d 18 unit SU-35S untuk Indonesia, tapi, ………………. itupun kalo jadi ………. muihihihi ……… PHP mulu !!!

  17. bung jimmy mohon menghadap

    • Palsu tuh jangan di percaya nyatanya TOT gak lebih dari 25%…dan malon belum beli Typhon dah gitu F-16 cuma di produksi di AS bukan di India…. thailand cuma di kasih ToT SAAB gak lebih dari 40% gara2 beli sedikit…

  18. Jangan banyak bicara, mana kerja, kerja, kerja nya, …………. ???

  19. Syukurlah kalau beli 18 unit..Itu baru mantap..tp Kumplit GK jgn2 belum ada mesin sama radarnya..

  20. Kalau beli 18 unit itu sangat bersyukur sekali..Tp harus komplit.jng sampe gak ada radar,mesin,sama senjatanya..

  21. Bener GK sih..Seperti mimpi Indonesia beli 18 unit..Semoga bnr

 Leave a Reply