Jun 072017
 

Jet tempur multiperan Su-35S Flanker-E Angkatan Udara Rusia. © Russian MoD via Wikimedia Commons

Direktur Kerjasama Internasional dan Kebijakan Regional Rostec, Victor Kladov berkata bahwa kontrak antara Rostec dan Indonesia mengenai pengiriman pesawat tempur Su-35 telah disepakati, seperti dilansir dari Sputnik News.

Pada hari Selasa, 6 Juni 2017, Victor Kladov mengumumkan bahwa Rusia dan Indonesia telah menyelesaikan kontrak untuk pengiriman jet tempur mutiperan Su-35.

“Kontrak sudah disepakati,” kata Kladov kepada wartawan.

Rusia dan Indonesia telah melaksanakan negosiasi tentang rancangan kontrak Su-35 pada bulan Maret, kata seorang pejabat senior Rusia di Federal Service for Military – Technical Cooperation (FSMTC) kepada wartawan.

Pesawat tempur Su-35 dikembangkan oleh produsen pesawat Sukhoi Company Rusia antara tahun 2003 hingga 2008. Jet tempur ini pertama kali diperkenalkan kepada umum di Paris Air Show 2013 sebagai pesawat tempur generasi 4++ turunan dari Su-27.

Bagikan :

  22 Responses to “Rusia-Indonesia Selesaikan Kontrak Pengiriman Su-35”

  1.  

    bung Jimmy..mana ?

    •  

      Terima kasih tuhan yg asli akhirnya NKRI tidak jadi menambah lagi 24 pesawat f-16 dempulan bekas rongsokan sampah gurun arizona asu.

    •  

      Sebenranya tidak begitu bagus system offset ini dibandingkan TOT. Tapi mau gimana lagi ?
      Coba kita lihat produksi Karet dan CPO dibandingkan harga SU35 ini (USD 80 juta)

      Karet
      Harga Karet USD 2 / kg, produksi karet 3 juta ton/tahun = USD 6 miliar / tahun atau setara 75 unit SU35.

      Harga CPO USD 600/ton , produksi CPO 30 juta ton / tahun = USD 18 miliar / tahun atau setara 225 unit SU35.

      estimasi 25 % saja dari hitungan di atas , maka bisa didapatkan 18 unit SU35 jika barter karet atau 56 unit SU35 jika barter CPO.

      Dan ini hanya setahun, padahal dilakukan multi years

      •  

        Ngitungnya nggak 25% dari total semua bung.

        Jadi begini misal per tahun nilai ekspornya untuk ke seluruh dunia :

        Karet : USD 6 milyar
        CPO : USD 18 milyar

        6 + 18 = 24

        Jadi jika digabung USD 24 milyar per tahun.

        Biaya produksi 60%
        Biaya kirim 10%

        60 + 10 = 70

        Keuntungan :

        100 – 70 = 30

        Jadi keuntungannya hanya 30%

        Misal asumsi pajaknya hanya 10% dari keuntungan.

        Jadi 30% x 10% = 3%

        Jadi pajak yg diterima negara adalah USD 24 milyar x 0,03 = 24.000 juta x 3 / 100 = 72.000 juta / 100 = 720 juta.

        USD 720 juta penerimaan pajak dari CPO + karet per tahun.

        Harga su-35 menurut bung adalah USD 80 juta per unit.

        Jadi jika semua penerimaan negara dari pajak untuk 2 komoditi ini dibelikan Sukhoi per tahun paling hanya dapat 9 unit Su-35 seharga USD 80 juta.

        Tapi kebutuhan kita khan tidak hanya untuk beli sukhoi.

  2.  

    Pertamax

    Jiahaha… Akhirnya keluar disini juga… Hmmm sudah selesaikah?… Beneran??….serius???

  3.  

    Belum percaya kalo SU-35 blm nongol d Indonesia…

  4.  

    Bung Jimmy,, udah dpt jadwal bang sergey belom?? Xixixixixixiixi

  5.  

    Ya syukurlah klu sudah terealisasi, baru benar2 yakin klu sudah ada berit SU-35 telah sampai diIndonesia. :2thumbup :iloveindonesia

  6.  

    alhamdulillah, nyenyak tidur nih..

  7.  

    wah, bagus deh… tapi untuk ucapan selamatnya ditunda sampai Su-35 mendarat di bumi pertiwi… untuk saat ini males mikir macem-macem 😀 😛

  8.  

    Kalau emang sudah deal sepakat kenapa gak di jelasin berapa jumlahnya dan brp nilai kontraknya?

  9.  

    :iloveindonesia

  10.  

    permisi om.. pendatang baru .mohon bimbingan nya… axiss truss buat jkgr

 Leave a Reply