Feb 252018
 

Rudal hipersonik “Zircon” buatan Rusia. © Youtube/Pravda

JakartaGreater.com – Angkatan Laut Rusia akan menjadi yang pertama di dunia untuk menerima persenjataan generasi terbaru, sementara itu sistem pertahanan udara juga tengah dimodernisasi dengan teknologi serupa, seperti dilansir dari Russia Beyond.

Rusia telah selangkah lebih maju dalam hal persenjataan khusus yakni rudal hipersonik. Purwarupa dari proyektil yang mematikan tersebut bisa meluncur menuju sasarannya dengan kecepatan 2,5 km/detik atau 8 kali lebih cepat dari kecepatan suara.

“Pada dasarnya, rudal-rudal ini, yang dilengkapi dengan hulu ledak yang paling kuat, akan memberikan Rusia instrumen pencegahan yang baru, seperti senjata nuklir saat ini”, kata Dmitry Safonov, mantan analis militer di surat kabar Izvestia.

Tsirkon atau Zircon

Senjata hipersonik pertama yang diciptakan oleh Rusia adalah rudal anti-kapal Tsirkon. Kementerian Pertahanan Rusia telah berhasil mengujinya secara rahasia tahun lalu, dan dokumentasinya masih belum dirilis hingga kini.

“Satu-satunya yang kita ketahui adalah bahwa versi pertama dari Tsirkon akan mampu mengenai sasaran yang berjarak hingga 500 km. Para pengembang di hadapkan pada tantangan ambisius untuk meningkatkan kemampuan senjata itu sehingga bisa melaju dengan kecepatan 3,5 km/detik”, kata Safonov.

Namun, masih belum diketahui kapal perang mana yang akan menerima rudal generasi terbaru itu sekalipun para ahli meyakini bahwa kapal penjelajah pengangkut rudal berat nuklir akan dimodernisasi untuk memenuhi standar senjata baru tersebut.

“Kapal pertama dalam daftar ini mungkin Pyotr Veliky, kapal induk Angkatan Laut Rusia”, tambah Safonov.

Belum ada negara di dunia yang dipersenjatai dengan rudal hipersonik. Oleh karena itu, ‘Tsirkon’ kemungkinan akan menjadi senjata pertama yang mampu menghindari sistem pertahanan udara mana pun di dunia.

Sebagai perbandingannya, waktu reaksi sistem pertahanan udara Aegis milik AS adalah 8 (delapan) detik. Dalam waktu 8 (delapan) detik itu pula, rudal hipersonik Rusia sudah melesat jauh dan kemungkinan telah menghancurkan sasarannya.

Sistem Pertahanan Udara

Moskow juga tengah berupaya untuk menggabungkan rudal tersebut ke dalam sistem pertahanan udaranya. Untuk mencegah kemungkinan negara lainnya mengembangkan teknologi serupa, Perusahaan Almaz Antei mulai mengintegrasikan teknologi hipersonik dengan sistem pertahanan udara S-500 ‘Prometei’ yang baru.

Selain itu, sebagaimana yang telah diungkap Pavel Sozinov selaku konstruktor umum perusahaan, Almaz Antei berusaha menciptakan rudal yang bisa mencapai ketinggian 100 km.

“Kami telah membuat sejumlah perhitungan terkait pengembangan sumber daya guna serangan ruang angkasa selama 25 tahun ke depan. Sistem baru kami harus mampu melawan senjata yang saat ini belum ada, tapi bisa muncul dimasa depan. Ini berkaitan dengan kemampuan mencegat senjata di lapisan atmosfer yang tak padat, termasuk lapisan atmosfer yang lebih tinggi, ratusan kilometer dari Bumi”, kata Sozinov.

Saat ini, sistem S-500 masih dalam tahap pengujian. Jika senjata pertahanan udara itu mendapatkan lampu hijau, ia bahkan dapat menghancurkan target yang mengorbit di planet kita. S-500 juga akan mampu mengenali dan menghancurkan hingga sepuluh target sekaligus dengan kecepatan hipersonik.

Saat ini, produsen senjata Rusia tengah bersiap untuk merilis sistem S-500 “Prometei” pertama pada tahun 2020 mendatang.

Bagikan:

  43 Responses to “Rusia Ingin Jadi Negara Pertama Memiliki Rudal Hipersonik”

  1.  

    Karungin

  2.  

    Di instal..di PKR kita..
    Heeehe..xixiii..

  3.  

    Ga usah lama2 langsung beli…ini baru top revolusioner…

  4.  

    Teknologi hipersonik dipadukan dengan sistem pertahanan udara, tentunya bikin negara musuh berfikir banyak kali untuk main-main…

  5.  

    emang belum ada apa rudal hipersonic…??? laa rudal balistik emang bukan rudal apa…???

  6.  

    Kecepatan rudal dengan pemandu radar aktif sudah ok, tinggal memasangkan silumannya, supaya menjadi rudal ker

    Hahhaahaaaa

    •  

      Emang perlu fitur siluman untuk rudal hipersonik ya bung?
      Bukankah dengan dengan kecepatan 3,5 km/detik itu cuma butuh 57 detik untuk mencapai sasaran sejauh 200 km? dan bisa secepat apa pilot musuh bereaksi dalam waktu 1 menit?

      Dengan kecepatan seperti itu, bisa jadi pilot butuh 5-15 detik utk sadar sudah ditembak musuh, tapi belum sadar jenis rudal apa yang menembaknya 😀

      •  

        Kalau itu target tidak memiliki radar peringatan ancaman yg datang, yg otomatis mengeluarkan umpan anti rudal? Maka itu pesawat berantakan,

        tapi jika sebaliknya itu pesawat memiliki radar peringatan ancaman yg datang? maka secara agresif atau otomatis target akan mengeluarkan umpan anti rudal yg menuju kearahnya, ini yg gue katakan menangkal dengan cepat, itu pun
        jika itu target memiliki teknologinya.

        Untuk itu tetap juga dibutuhkan material penyerap radar, yg berfungsi menyerap pantulan radar yg mengenai rudal tersebut kemudian disamarkan

        Hahhaahaaaa

    •  

      Ane paham maksud Si Huha, rudal hipersoniknya dikasih RAM biar semakin Siluman. Iya sih Siluman buat ngadepin deteksi radar musuh. Terus pake mesin dan nozzle yg bisa mereduksi semburan panas.

      Masalahnya, walo pake RAM tuh rudal kalo kecepatannya 3,7 km/detik walo pake jubahnya Harry Potter sekalipun bakal tetep bisa kedetect, lah tuh bodi rudal gesekan Ama udara cepet banget. Ya semua sensor radar musuh bisa ngedeteksi kedatangan tuh rudal lah. Tinggal pencegatnya pake apa, rudal juga kayak pake Barak 8 atau Standard Missile 3, atau pake decoy atau pake Jamming sekalian. Itu pilihan musuhnya. Itu juga kalo tersedia, kalo Aster atau MICA gak jamin deh. Kalo rudalnya mau dibuat Stealth ya pake kecepatan Sub Sonik atau High Subsonik macam Scalp aka Strom shadow atau KPED aka Taurus.

      Btw Bung Lingkar, bukannya artikel bahasnya ttg Zircon ya, itu kan rudal anti kapal/permukaan. Bukan buat ngadepin pesawat.

  7.  

    kalo huha mah semua pake RAM…kalo perlu kasel juga…biar lebih silent..
    pok ee ngango ram…!!!

 Leave a Reply