Oct 292018
 

dok. Pertempuran di Idlib Suriah. (Tasnimnews)

Istanbul, Jakartagreater.com  –  Pemimpin Rusia, Jerman, Prancis dan Turki pada Sabtu 27-10-2018 menekankan pentingnya gencatan senjata lestari di Suriah, dan mengatakan komite untuk membuat konstitusi baru hendaknya bersidang pada akhir tahun ini, dirilis Antara, Minggu 28-10-2018.

Pemimpin 4 negara tersebut berkumpul dalam pertemuan puncak di Istanbul untuk membahas Suriah, tempat kekerasan pada pekan ini di kawasan utama dan terakhir dikuasai pejuang menyoroti kerapuhan perjanjian untuk menghindari serangan besar tentara pemerintah.

Ankara, yang telah lama mendukung pemberontak bertempur untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, dan Moskow, sekutu utama presiden Suriah itu, membuat perjanjian untuk menciptakan daerah bebas militer di kawasan Idlib, Suriah Barat Laut.

Idlib dan kawasan di dekatnya adalah benteng terakhir pemberontak, yang mengangkat senjata pada 2011 menentang Bashar. Kawasan itu adalah tempat tinggal 3 juta orang, lebih dari setengahnya sudah melarikan diri ke wilayah lain, sementara pasukan pemerintah bergerak maju.

“Rusia dan Turki telah merundingkan perjanjian yang harus dilaksanakan ketat. Jaminan-jaminan dibuat. Kami semua akan waspada guna menjamin komitmen-komitmen ini dipenuhi dan gencatan senjata stabil dan lestari,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan.

“Kami berharap Rusia melakukan tekanan sangat jelas atas rezim (Suriah) yang sangat berutang kepadanya atas kelangsungannya.” Gempuran di Idlib menewaskan sedikitnya 7 warga sipil pada Jumat 26-10-2018. Jumlah korban tewas terbesar di sana sejak serangan-serangan udara Rusia berhenti pada pertengahan Agustus 2018, kata satu pemantau perang.

Berdasarkan atas perjanjian mereka bulan lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk membuat zona penyangga sepanjang 15-10 km ke wilayah pemberontak yang harus dievakuasi seluruh senjata berat dan para petempurnya. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Turki memenuhi kewajibannya terkait persetujuan mengenai Idlib. Proses itu tak mudah, dan Rusia berencana terus bekerja sama, kata dia.

Macron, Putin, Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyerukan pertemuan komite konstitusional pada akhir tahun ini, demikian komunike bersama mereka. Erdogan mengatakan kepada wartawan, pertemuan itu hendaknya diadakan “sesegera mungkin”, dan berharap pertemuan diselenggarakan sebelum akhir tahun.

Peserta pertemuan perdamaian Suriah di Rusia pada Januari setuju membentuk komite beranggota 150 orang untuk menulis kembali konstitusi Suriah, dengan sepertiga dipilih oleh pemerintah, sepertiga oleh kelompok oposisi dan sepertiga oleh PBB.

  14 Responses to “Rusia Jerman Prancis dan Turki Serukan Gencatan Senjata di Suriah”

  1.  

    rusia itu jd penengah perdamaian di dunia.
    beda dgn si amer.semua negara penginnya di bawah ketek amer.kalau ga mau y siap2 politik DAES di pakai oleh si amer.

    •  

      penengah perdamaian?

      negar2 eropa timur dan baltik akan berkata sebaliknya

      yah hegemoni adlah penjamin keberlangsungan dan keamanan suatu egara

      •  

        Didalam pemerintahan yg dipimpin adapun yg kontra dgn pemerintahan tanpa angkat senjata itu hal yg wajar, tapi jika kontra dgn pemerintah dgn angkat senjata? Yaa mmng harus dikendalikan supaya ketertiban & tatanan bermasyarakat teratur, sperti yg terjadi disuriah yg mmng hrs dikendalikan situasinya
        😆 😆

        •  

          lah terus ukraina itu gimana kebalikannya suriah kan

          hampir setiap negara bermimpi menjadi negara adikuasa utk keberlangsungan negaranya
          negara adikuasa harus punya hegemoni regional baik militer, ekonomi, politik, maupun budaya

          penengah perdamaian hanyalah virtue signaling yg disetir narasi media negara

          •  

            Ukraina itu dibawah ketiak barat & amerika sehingga sebagian warganya banyak meninggalkan pemerintahan ukraina & merapat kerussia
            😆 😆

          •  

            meskipun ukraina mengumumkan kenonblokan

            rusia tetap akan akan melakukan hegemoni terhadap ukraina, dia membutuhkan buffer state/ negara penyanggah karena kontur wilayah dan faktor historis ukraina sendiri, beberapa kali invasi dari arah barat ke rusia melalui wilayah dataran rendah ukraina seandainya ukraine setinggi apa yg disebut dinding ural dan kaukasus, mungkin kita bisa melihat perubahan kebijakan luar negeri rusia

            faktor kontur dan letak wilayah sangat berpengaruh dlm kebijakan pertahan dan geopolitik suatu negara.

          •  

            Disatu sisi iya pula ditambah lg warga ukraina mendukung utk hal tersebut
            😆 😆

    •  

      Hubungan pemetintah amerika dengan elit zionis-yahudi itu seperti antara durno dengan duryudono. Kalau antara elit zionis-yahudi dengan trump itu seperti antara durno dengan lasmono. Rusia / putin itu dalam pewayangan prabu salyo. Tidak usah kuatir, perkembangan keadaan jaman ini sudah di jongko oleh para wali. Tunggu saja kemunculan satrio piningit. Apakah anda madih meragukan kemunculan satrio piningit?

      •  

        zionisme terjadi kalau agama sudah di ideologikan secara politik sehingga batas suku, bangsa, ras dan agama tercampur aduk menjadi ideologi ultranasionalisme baru dan ini yg terjadi pada agama yahudi karena zionisme sudah kontra dgn terciptanya manusia yg bersuku2 dan berbangsa2.
        zionisme pun tak hanya terjadi pada agama yahudi

        bukan msalah percaya atau tdak percaya tapi apa yg anda lakukan selama satrio piningit itu belum datang
        apa trus berjuang memajukan negara ato ngopi2 tiap hari di warung sambil beredendang “semua akan indah pada waktunya”?

  2.  

    Tinggal mami rika nya mau patuh apa tdk… biasanya akan d carikan alasan untuk tetap menyerang…. & kalo tdk menemukan alasan… pasti akan d buatkan alasan untuk menyerang….

  3.  

    kebijakan luar negeri liberal oleh goyim2 mamarika sudah gagal nasionalisme tetap menjadi ganjalan ketika mengejar stabilitas kawasan dengan bobot yg tak berimbang

    banyak penduduk As menginginkan non intervensionis namun toh hanya angin lalu tak punya purchasing power

    •  

      Permasalahannya ada pada pandito durno yang terus menguasai kebijakan luar negeri amerika. Saat ini amerika kan sedang dikadali oleh si durno untuk mewujudkan israel raya. Kalau fabian atau bankir yahudi itu dalam pewayangan namanya bethari durgo atau ular kali.

  4.  

    AS gak diajak nimbrung, sdh ketahuan klu AS-Israel biang keroknya!

  5.  

    Rusia sedang meningkatkan pengaruh globalnya… baguslah untuk penyeimbang pengaruh globalnya mamarika. Bosen! Dari dulu mamarika terus yg jd polisi dunia…

 Leave a Reply