Mar 302018
 

Uji Rudal Sarmat Rusia, 30/3/2018, (photo : RT)

Rusia kembali melakukan uji coba Rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar cair Sarmat, yang diumumkan oleh surat kabar Kementerian Pertahanan Krasnaya Zvezda, Jumat, 30-3-2018, dirilis VOA Indonesia. Surat kabar itu menyatakan uji coba terbaru di kosmodrom Plesetsk itu mengukuhkan parameter-parameter sistem dalam tahap persiapan prapeluncuran dan penerbangan awal Rudal Sarmat.

Selain itu, Pasukan Misil Strategis Rusia juga mengevaluasi desain dan solusi teknik yang digunakan dalam menciptakan kompleks ICBM, sebut surat kabar itu. Kementerian Pertahanan Rusia hari Kamis melaporkan tentang “latihan-latihan penembakan lainnya yang baru selesai” yang berlangsung di Laut Baltik.

Kementerian Pertahanan Latvia Kamis juga menyatakan khawatir oleh pengumuman mendadak Rusia mengenai uji penembakan misil di Laut Baltik, antara Latvia dan Swedia, dari pukul 6:00 hingga 18:00 pada 4 dan 6 April 2018 mendatang.

Kementerian Latvia memanggil atase militer Federasi Rusia dan menyatakan ketidakpuasan atas situasi tersebut, serta “menyatakan bahwa, meskipun faktanya perjanjian internasional tidak menghalangi Rusia melakukan latihan semacam itu di wilayah ini, aksi-aksi Rusia itu menantang dan lebih dianggap sebagai suatu unjuk kekuatan.”

Kementerian menuntut informasi rinci dari Rusia mengenai aktivitas yang direncanakan berlangsung di zona ekonomi eksklusif Latvia, serta jaminan keamanan selama uji penembakan misil itu. Sementara itu Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Amerika Donald Trump akan menjamu para pemimpin Estonia, Latvia dan Lithuania dalam suatu KTT Baltik di Gedung Putih pada 3 April 2018.

Trump dan 3 kepala negara tersebut akan merayakan 100 tahun kemerdekaan Estonia, Latvia dan Lithuania. Estonia, Latvia dan Lithuania memperingatkan satu abad deklarasi kemerdekaan mereka pada tahun 1918, meskipun selama 47 tahun, mulai dari 1944 hingga 1991, berada di bawah kekuasaan Soviet.

Misil Nuklir Sarmat

Misil Sarmat (Anak Setan) merupakan senjata yang terbesar dan paling menghancurkan di dunia — menggantikan nenek moyangnya Voyevoda, yang sudah kuno. Misil ini diposisikan di sekitar ibu kota Rusia untuk menjaga tanah air.

RS-2,8, atau lebih dikenal dengan nama Sarmat, adalah misil balistik antarbenua seberat 100 ton dengan bobot muatan 10 ton. Rudal ini merupakan satu-satunya misil di dunia yang mampu menjangkau 17 ribu km sebelum menghancurkan segala sesuatu yang menjadi targetnya.

Setiap misil memiliki setidaknya 15 MIRV (multiple independently targetable reentry vehicle), atau muatan peluru kendali balistik yang berisi beberapa hulu ledak individual, bukan hanya 10 hulu ledak nuklir. Masing-masing memiliki daya ledak antara 150 hingga 300 kiloton — cukup untuk menghasilkan lubang seukuran Grand Canyon.

Rudal ini hanya akan digunakan sebagai senjata pencegahan dan dikerahkan dalam situasi darurat oleh Rusia.