Rusia Kembangkan Amunisi Senapan Serbu yang Lebih Gahar

Senapan serbu AK-12 buatan Rusia © Sergey Bobylev via TASS

JakartaGreater.com – Perusahaan TsNIITochMash Rusia (anak peruhsaan Rostec) telah mengembangkan amunisi 5.45 mm yang lebih kuat dengan peningkatan kepadatan atau densitas mesiu selama mengerjakan peralatan tempur generasi berikut, Ratnik, menurut Desainer Umum TsNIITochMash untuk Ratnik Outift Igor Nekrasov seperti di lansir dari TASS pada hari Jumat.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia pada saat ini sedang mempertimbangkan untuk membuang peluru 5.45 mm yang digunakan di senapan serbu Kalashnikov AK-74, AK-12 dan senjata kecil lainnya karena mereka memiliki daya tembus yang tak memadai pada media dan jangkauan tembak.

“Sebagai bagian dari pekerjaan desain eksperimental Ratnik, amunisi 7N39 dan 7N40 telah dikembangkan: satu dengan peningkatan densitas mesiu dan yang lainnya dengan peningkatan daya tembus”, kata Nekrasov.

Seperti yang ditentukan oleh kepala desainer peralatan tempur Ratnik, “kartrid 7N39 yang baru mampu menembus pelat baja 2P pada kisaran 50-70 meter sedangkan amunisi 7N40 telah meningkatkan densitas mesiu 1,5 kali dibandingkan dengan smunisi tradisional”.

Babak-babak baru ini jauh lebih baik daripada amunisi yang tersedia, tegas Nekrasov.

Namun kepala perancang Ratnik mengatakan, bahwa sebelumnya peluru 5.45 mm Rusia tertinggal dari amunisi NATO dalam hal densitas tembakan tunggal dan pelanggan juga telah menetapkan persyaratan untuk meningkatkan jangkauan amunisi penembus baja.

Perlengkapan tempur Ratnik buatan Rostec © Ladislav Karpov via TASS

Peralatan tempur Ratnik

Ratnik adalah sistem peralatan perlindungan dan juga komunikasi canggih, senjata dan amunisi. Ini terdiri dari sekitar 40 elemen pelindung serta pendukung kehidupan dan memungkinkan seorang prajurit untuk mendapatkan informasi yang terus diperbarui tentang situasi di daerah pertempuran. Selain itu, Ratnik termasuk pemanas mandiri, ransel, filter air individu, masker gas dan peralatan medis.

Peralatan tempur Ratnik generasi kedua telah tiba untuk Angkatan Darat Rusia, Angkatan Udara dan Marinir sejak tahun 2016.

Menyusul hasil penggunaan tempurnya, tidak ada satu kasus pun yang mampu menembus baju besi Ratnik yang telah didaftarkan, CEO TsnIITochMash saat itu Dmitry Semizorov mengatakan sebelumnya.

Sebuah peralatan tempur Ratnik-3 yang lebih canggih dengan integrasi exoskeleton yang tidak terpisahkan dan sistem penandaan target yang dipasang pada helm saat ini sedang dikembangkan untuk Angkatan Bersenjata Rusia. Dengan tingkat perlindungan yang sama, Ratnik-3 akan lebih ringan 4 kg dari pendahulunya.