Okt 012018
 

Roket Multi Laras Smerch. (credit: Mike1979 Russia via commons.wikimedia.org)

Moskow – Jakartagreater.com, Drone baru Rusia, yang akan diluncurkan di atas proyektil sistem peluncuran roket Smerch, akan mampu menembus pertahanan udara musuh dengan lebih mudah, ujar ahli Rusia, Denis Fedutinov, tentang kendaraan udara tak berawak (UAV), kepada TASS, 30/9/2018.

Perusahaan pertahanan Tecmash Rusia, yang mengkhususkan diri dalam pengembangan dan produksi amunisi untuk angkatan bersenjata Rusia, mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka memulai tes penerbangan dari sebuah UAV baru, yang didorong oleh roket Smerch. Pesawat tak berawak, yang menggantikan hulu ledak roket, dapat menempuh jarak hingga 90 kilometer di atas roket, lalu memisahkannya dan melanjutkan penerbangannya secara independen.

“Keuntungan utama drone seperti itu dibandingkan dengan UAV berkecepatan rendah lainnya adalah kesempatan yang lebih tinggi untuk menembus sistem pertahanan udara musuh. Pesawat tak berawak akan melintasi rintangan antimisil di dalam proyektil dari sistem roket peluncuran berganda, yang, karena kecepatannya di satu sisi kemungkinan diluncurkan dalam salvo proyektil biasa di sisi lain, akan menjadikannya target yang sulit untuk sistem pertahanan rudal, “kata Fedutinov.

Dia mengatakan tugas utama dari UAV tersebut adalah melakukan survei udara terhadap target darat dalam jangkauan beberapa sistem roket peluncuran.

“Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk mengevaluasi efisiensi penghancuran sasaran dan untuk menyesuaikan tembakan,” ujar pakar.

Menurut Fedutinov, gagasan untuk menciptakan drone yang bersenjatakan roket “muncul sejak lama, bahkan mungkin pada 1990-an” dan sejak itu muncul kembali secara teratur.

“Pada saat yang sama, pelaksanaan proyek membutuhkan investasi serius oleh Kementerian Pertahanan, yang tidak diberikan pada saat itu,” katanya.

Menurut desainer, kendaraan udara tak berawak, yang kini sedang menjalani uji coba, akan mampu melakukan survei udara pada ketinggian hingga 500 meter, untuk jangka waktu hingga 20 menit yang mencakup area seluas 25 kilometer persegi.

Bagikan:

  5 Responses to “Rusia Kembangkan Drone Yang Diluncurkan Roket”

  1.  

    Ustaz Yusuf Mansur Galang Dana Beli Heli Chinook atau Mi-26

    https://nasional.sindonews.com/newsread/1342486/15/ustaz-yusuf-mansur-galang-dana-beli-heli-chinook-atau-mi-26-1538323660

    Siapa mau ikutan nyumbang?

  2.  

    Russia emang pinternya membumi…

    gak perlu drone laser, gak perlu perang bintang/star wars, gak perlu pake siluman-silumanan…yang penting bisa tembus pertahanan musuh…Cukup…Titik

    Membumi, tapi lebih berdayaguna, itulah namanya teknologi tepat guna…

  3.  

    Apakah drone ini termaduk drone bunuh diri, membawa bom sekali pakai ataikah masih bisa pulang lagi digunakan berulang – ulang??

  4.  

    Tool..!

 Leave a Reply