Agu 212018
 

Proyek jet tempur Yak-141 dibatalkan tahun 1991 © Mike1979 Russia via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rusia saat ini sedang mengembangkan prototipe pesawat lepas landas vertikal baru atas instruksi dari Presiden Vladimir Putin, sebut Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov yang dilansir dari TASS pada hari Selasa.

“Pekerjaan ini memang telah dimasukkan ke dalam program persenjataan negara dan dilakukan atas perintah panglima tertinggi. Sekarang pekerjaan ini sedang dilakukan untuk mengembangkan model dan prototipe konseptual”, terang Borisov.

Pekerjaan difokuskan pada pengembangan pesawat yang benar-benar baru daripada menciptakan pesawat berdasarkan sejumlah model yang telah ada, menurut Borisov menekankan.

Joint Strike Fighter (JSF) F-35B bersiap mendarat secara vertikal © US Navy via Wikimedia Commons

“Tidak diragukan lagi, ini adalah masa depan untuk semua kapal induk dan armada pesawat baru akan dibutuhkan, dan tepat untuk tujuan ini, berbagai teknologi telah digunakan untuk menyediakan pesawat dengan kemampuan lepas landas dilandasan pendek atau berkemampuan lepas landas dan mendarat vertikal”, kata wakil perdana menteri itu.

“Secara konseptual, pekerjaan semacam itu juga telah dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Rusia sejak tahun lalu”, lanjut Borisov. “Jangka waktu didefinisikan oleh siklus teknologi dari penciptaan. Biasanya, proses ini memakan waktu 7 – 10 tahun, untuk masuk ke dalam produksi massal”, tambahnya.

Akhir tahun lalu, Borisov yang memegang jabatan sebagai wakil menteri pertahanan waktu itu mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia sedang mendiskusikan dengan produsen pesawat untuk mengembangkan pesawat lepas landas dan mendarat vertikal yang menjanjikan untuk kapal induk yang akan datang.

Biro Desain Yakovlev pernah mengembangkan pesawat sejenis, yaitu pesawat tempur supersonik Yak-141 pada pertengahan 1970-an. Pesawat itu melakukan penerbangan perdana pada 1987. Pesawat Yak-141 diperkirakan bergabung dengan grup udara kapal induk Novorossiysk, Baku yang kemudian berganti nama menjadi Admiral Gorshkov, Tbilisi berganti namanya menjadi Laksamana Kuznetsov dan Ulyanovsk.

Bagikan:

  9 Responses to “Rusia Kembangkan Jet Tempur “Vertical Take-Off””

  1.  

    teknologinya memang sudah punya, tinggal desainnya saja harus lebih futuristik, jangan lagi menyerupai yak 141

  2.  

    owh, pesawat impoten yg ga kuat beroperasi di laut biasa. kuatnya cuma di laut tawar yg kadar garamnya rendah, seperti laut baren, pas keluar kandang, kgk berani……hhhh

  3.  

    Mustahil Menyaingi F-35B

    •  

      Saya setuju bung @Ariev, tak ada pesawat selain F-35 yang begitu takut kepada hujan, apalagi petir, seperti yang telah tertulis pada namanya, F-35 Lightning II yang berarti F-35 itu paling dan paling takut sama petir, makanya disebut “Lightning II”

  4.  

    oooo, ternyata F-35 nyontek teknologinya dari yakovlev

  5.  

    itu mesin angkat yak 141 bukan buatan yak tapi buatan biro disain mesin kolesov di kota RYBINSKY sekarang namanya UEC SATURN

 Leave a Reply