Nov 152014
 

Tatiana Rusakova, RBTH – 16 Juli 2014

Sistem peluncur rudal Pansir S-1 yang masuk dalam persenjataan berbagai negara, termasuk angkatan bersenjata Rusia sendiri, dalam waktu dekat akan mengalami modifikasi yang signifikan. Menjelang 2017, peluncur ini akan dilengkapi dengan roket hipersonik baru. Uji coba skala penuh berupa demonstrasi peluncuran sudah dilaksanakan di poligon Ashuluk, Astrakhanskaya Oblast. Hal tersebut diumumkan oleh Direktur Perusahaan NPO Bysokotochniye Kompleksy, Aleksander Denisov.


 Illustration 1: Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1, yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Foto: RIA Novosti


Illustration 1: Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1, yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Foto: RIA Novosti

Pansir S-1, sistem peluncur rudal jarak dekat-menengah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari arteleri antipesawat Rusia, meski peluncur ini baru diterima belum lama ini, yaitu pada 2008. Peluncur ini terdiri dari menara seberat 12 ton yang dipasang pada casis mobil atau kendaraan roda rantai. Menara tersebut dilengkapi dengan radar pelacak dan sistem peluncur rudal 57?6-? dengan 12 buah rudal, serta senapan kembar otomatis kaliber 30 mm.

Tugas sistem peluncur ini adalah melindungi obyek berukuran kecil atau sedang dari serangan udara, termasuk perlindungan sistem peluncur rudal lain, S-300 dan S-400. Arteleri anti-pesawat S-300 dan S-400 yang memiliki dua komplek berisi empat rudal ini rawan terhadap serangan udara dan peluru kendali jelajah ketika melakukan perubahan posisi atau saat persiapan peluncuran rudal. Oleh karena itu, Pansir menyertai S-300 atau S-400 dalam menjalankan operasi militer, untuk melindungi mereka dari serangan darat dan udara. Pansir diciptakan untuk beroperasi pada siang maupun malam hari, dan dalam iklim apa pun sepanjang tahun.

Lebih Tepat Sasaran
imageModernisasi radikal sistem peluncur rudal jarak dekat sedang dilakukan. Sistem tersebut dinamai Pansir-SM. Peluncur rudal versi baru ini akan dilengkapi persenjataan roket yang muktahir dan jangkauan tembaknya pun bertambah secara signifikan.

Para ilmuwan Rusia sedang mengembangkan roket supersonik selama beberapa dekade terakhir. Sistem peluncur rudal ini kelak akan menggunakan roket supersonik dengan kecepatan maksimum 3-4 kali kecepatan suara. Saat ini pengembangan terbaru diarahkan untuk meningkatkan kecepatan roket menjadi 5-7 kali kecepatan suara.

Roket baru ini mampu mengenai sasaran yang dapat melumpuhkan Pansir S-1. Senjata baru ini dapat menambah jangkauan tembak 20-35 kilometer lebih jauh dari jarak tembak yang sekarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Operasional KB Priborostroeniya Yuri Savenkov.

Savenkov mengatakan persenjataan baru ini tidak hanya akan dipasang pada kendaraan perang keluaran terbaru saja, tetapi juga kendaraan yang ada sekarang. Tidak menutup kemungkinan senjata ini juga akan diekspor. Saat ini, Pansir S-1 sudah memiliki kontrak pembelian dengan beberapa negara Asia Tengah seperti Uni Emirat Arab, Suriah, dan Irak, serta negara Afrika yakni Aljazair dan Maroko. Jumlah ekspor Pansir tersebut mencapai setengah jumlah ekspor keseluruhan NPO Vysokotochniye Kompleksy.

Semakin Canggih
Meski Pansir adalah senjata yang masih tergolong muda, modernisasi sistem peluncur ini terus dilakukan. Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1, yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Saat ini kemampuan Pansir hanya dapat melumpuhkan sasaran dengan kecepatan gerak maksimum seribu meter per detik, “Perbedaan yang paling mencolok dengan sistem peluncur rudal masa kini adalah kemampuan untuk melumpuhkan rudal-rudal balistik,” kata Denisov.

image

Pansir SM masih dalam bentuk virtual dalam model 3D, tetapi para pengembang sudah memperkirakan waktu pengiriman Pansir untuk angkatan bersenjata Rusia. Denisov mengumumkan militer Rusia sudah bisa mendapatkan sistem peluncur rudal versi terbaru ini menjelang awal 2017 mendatang. (RBTH Indonesia).

Kiriman dari: Bapak Besar

  36 Responses to “Rusia Kembangkan Peluncur Rudal Baru”

  1.  

    Bungkusss…

  2.  

    Mantap

  3.  

    Cobain

  4.  

    Manteb

  5.  

    Coba jangan hanya TNI saja yang dilibatkan ke LN untuk survey, harusnya juga Pemerintah berani mengirim lebih banyak lagi ahli ahli kita untuk diperbantukan dan belajar di negara negara yang sudah maju sistem persenjataannya ,dengan kata lain coba kita expor besar besaran para ahli kita keluar negeri untuk mempelajarinya.

  6.  

    indonesia harus punya..

  7.  

    Dah ada di list belanja neh , mantab TNI

  8.  

    daftar hadir, aku suka yg ToT dari nya

  9.  

    beli seperti ini trus pasang diatas dek kcr keliatannya tmbh garang untuk anti serangan udara

  10.  

    bung admin, mohon dengan sangat agar id atas nama dicky yg terhormat ini bisa di berikan sanksi atau banned, agar tdk tercipta suasana keruh warjag. krn stiap beliau yg terhormat ini muncul selalu mengeluarkan sabda yg sangat tdk pantas, hanya makian, ejekaj dan pelecehan thdp NKRI.
    sayangnya di dunia maya, kl bisa bertemu lgs dengan beliau ini saya sangat hersyukur meski taruhanya vonis 20 tahun penjara.
    terima ksh sebelumnya bung admin

  11.  

    Bikin ngiler nih

  12.  

    pngennn,…mau ku pasang di atas rumah

  13.  

    He he he jadi teringat List di A1 bung Nar yg di Suspend he he he :mrgreen:

  14.  

    Nih barang udah ada dimari ane perah liat di video tapi hanya setengah detik aja disorot. Punya kita pakai ban rantai.

  15.  

    Kalo ngga salah Indonesia Udah punya deh senjata kaya gitu 😀

  16.  

    Iya bung, Java kita juga ingat terus tuh,kook terus di suspende ya pg nya, padahal kita baru mau masuk , karena dengar info dari warjag tapi takbisa buka situsnya,sayang banget jadi nya.

  17.  

    Bagus juga ni d pasang sebagai sam jarak sedang(20-35 km) d kapal tni al…pasti mantap…kecepatannya hipersonic,,jdi sangat sulit di hindari pesawat musuh..

  18.  

    Kalo untuk rudal pertahanan anti udara baru setuju make rusia. kl bisa ganti radarnya dengan buatan tiongkok sehingga bisa berbagi datalink bersama pesawat tni au yg standar nato seperti yg dilakukan yunani yg memesan s300

  19.  

    tak usah diladenin, cuma caper aja tuh orang … bila dia ngatai buruk ttg NKRI atau siapapun jua dia lagi pamerin ahlaq buruknya sendiri …

  20.  

    MALON !!!
    Indonesia sedang kerjasama rahasia dengan rusia, hati2 aja km.
    tidurmu pasti gak nyenyak

  21.  

    yang suka tulisan bung yayan mampir di theovalsili.blogspot.com

  22.  

    Bung MS

    Btul bget tuh ..
    Slm knal ya bunG

  23.  

    Salah satu alutsista idaman ane nih..? moga2 cepat dimari sekampung.. 😛

 Leave a Reply