Jun 302019
 

Rusia akan mengembangkan tank ringan Amfibi yang mengambil basic dari platform lapis baja Sprut-SDM1 dan akan mendapatkan lapisan baja yang ditingkatkan.

Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Desainer Special Machine-Building Design Bureau (bagian dari Precision Systems Company ) Sergei Abdulov kepada TASS di forum militer dan teknis internasional Army-2019, Kamis 27-6-2019.

“Pekerjaan sedang dilakukan untuk mengembangkan tank bukan lintas udara tapi Amfibi ringan berdasarkan pada platform Sprut-SDM1. Dibandingkan dengan Sprut, kendaraan baru akan mendapatkan perlindungan yang ditingkatkan dan rantai roda yang berbeda: akan menggunakan suspensi batang torsi dari BMP -3 IFV (kendaraan tempur infanteri) yang lebih andal dan lebih mudah dioperasikan dari pada peralatan hidro-pneumatik Sprut, namun “senjata pada kendaraan akan tetap sama,” kata Sergei Abdulov. Namun chief designer tersebut tidak menyatakan nama proyek pengembangan tersebut.

Sistem anti-tank Self-Propelled Sprut-SDM1 yang akan digunakan untuk mengembangkan tank baru dipersenjatai dengan meriam Smoothbore 125mm 2A75M dan dapat menembakkan seluruh jajaran amunisi tank Rusia.

Meriam Self-Propelled mengacu pada kategori tank ringan. Namun, pada awalnya, Sprut dikembangkan untuk kepentingan Angkatan Udara sebagai senjata Self-Propelled yang dirancang untuk melawan tank modern musuh.

Selain itu, berat kendaraan dibatasi hingga maksimal 18 ton sehingga dapat diangkut oleh pesawat angkut militer Il-76 dan diangkut dengan parasut. Karena pembatasan berat, lapisan besi Sprut melindungi kendaraan hanya dari tembakan peluru. (TASS)

 Posted by on Juni 30, 2019