Nov 262017
 

dok.Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (U.S. Department of State / commons.wikipedia.org)

Moskow, Jakartagreater.com – Rusia khawatir Jepang sudah membiarkan Washington menggunakan wilayahnya sebagai basis penguatan militer Amerika Serikat di Asia dengan menggunakan ancaman Korea Utara sebagai alasan, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, pada Jumat 24 November2017.

“Kami sangat prihatin, tentu saja berdasarkan fakta yang lengkap, bahwa Jepang bersama Korea Selatan sudah menjadi wilayah untuk menempatkan sistem pertahanan Rudal global Amerika Serikat dengan alasan untuk menangkal ancaman Korea Utara,” ujar Sergei Lavrov.

“Kami tidak punya persoalan dengan Jepang, kami tidak bermusuhan dengan mereka. Kami hanya menilai ada sejumlah resiko yang muncul karena penempatan sistem pertahanan Rudal dari AS di wilayah yang berdekatan dengan Rusia,” ujar Sergei Lavrov. Dia menyampaikan hal tersebut saat menggelar konferensi pers bersama Menlu Negeri Jepang, Taro Kono, setelah keduanya berdiskusi di Moskow.

“Kami terus waspada dalam 2 bulan terakhir, sewaktu Korea Utara tidak melakukan uji coba senjata ataupun meluncurkan Rudal, sepertinya Washington tidak senang, dan mencoba sejumlah hal yang memprovokasi Pyongyang,” kata Sergei Lavrov. Dia menyebutkan dalam periode tenang tersebut Amerika Serikat sudah menggelar latihan militer di kawasan dan memberlakukan sanksi tambahan untuk Korea Utara.

Merujuk pada Amerika Serikat, Sergei Lavrov mengatakan bahwa “mereka sepertinya berharap Korea Utara akan kembali terprovokasi, sehingga kemudian terbuka kemungkinan melakukan tindakan militer.” “Sebagaimana yang anda tahu, beberapa pemimpin Amerika Serikat mengatakan pilihan intervensi militer masih terbuka.

Kami juga mencatat bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe, dalam pertemuannya dengan Presiden Donald Trump pada awal November 2017 lalu, mengatakan dia 100 persen menyokong sikap Washington,” ujar Sergei Lavrov.

Jepang sendiri kini sedang menimbang untuk membeli sistem pertahanan Rudal buatan Amerika Serikat, Aegis Ashore, di tengah ancaman dari Korea Utara, demikian keterangan sejumlah sumber di pemerintahan Jepang.

Sergi Lavrov mengatakan bahwa pihaknya khawatir sistem Aegis Ashore juga bisa didesain untuk menembakkan Rudal kendali Tomahawk. Menurut Sergei Lavrov hal tersebut adalah pelanggaran terhadap kesepakatan pengendalian senjata antara Amerika Serikat dengan Rusia.

Sementara itu Washington dan negara-negara sekutunya di Asia membantah sedang berusaha melakukan militerisasi. Mereka mengaku hanya mengambil langkah yang perlu untuk mempertahankan diri dari kemungkinan aksi agresif dari Korea Utara. (Antara/Reuters).

  13 Responses to “Rusia Khawatir Jepang Biarkan Washington Militerisasi Asia”

  1. AS kok dikritik ya gak mempan! Rusia tempatkan saja S400 dan S500 nya didekat perbatasannya dgn Korea dan Jepang sebagai aksi balasan bila AScs mengindahkan!

  2. Korut dijadikan kambing hitam atas taktik AS untuk memperbesar pengaruh globalnya di Asia tuh…
    Apa biar RI terkepung?

  3. Lagi-Lagi Rezim RUSIA Kalah langkah dg Rezim AS, segera perkuat negara sahabat -sahabat RUSIA di asia dg rudal pencegat S.400 hehehee……

 Leave a Reply