Des 242017
 

Jet Tempur Su-35 (photo : Jacek Siminski)

Moskow, Jakartagreater.com – Rusia telah mengirim batch kedua dari 10 jet tempur Su-35 (nama pelapor NATO: Flanker-E) ke China berdasarkan sebuah kontrak yang ditandatangani pada tahun 2015, ujar seorang sumber yang dekat dengan lembaga kerjasama militer-teknik Rusia dengan negara asing, kepada TASS pada hari Jumat, 22/12/2017.

“Sebanyak 10 pesawat lainnya telah dikirim ke pelanggan. China akan menerima 10 pesawat yang tersisa pada 2018,” kata sumber tersebut.

Layanan Federal untuk Kerjasama Teknik Militer menolak memberikan komentar atas laporan tersebut.

Sebelumnya, sebuah sumber yang dekat dengan kerja sama militer dan teknis mengatakan kepada TASS bahwa empat pesawat jet tempur pertama telah dikirim pada akhir 2016. Pada bulan November 2016, Vladimir Drozhzhov, wakil direktur Federal Service for Military-Technical Cooperation, mengatakan kepada TASS Rusia telah mulai memenuhi fase pertama kontraknya dengan China.

Rusia dan China memiliki kesepakatan untuk 24 jet tempur Su-35 dengan nilai setidak-tidaknya $ 2 miliar pada bulan November 2015. Kontrak tersebut juga mencakup peralatan darat dan mesin cadangan.

Su-35 adalah jet tempur super manuver serbaguna generasi 4 ++ buatan Rusia yang dilengkapi radar phased array dan thruster yang dapat disetel. Pesawat ini dapat mengembangkan kecepatan hingga 2.500 kilometer per jam dan memiliki jangkauan terbang 3.400 kilometer dan radius tempur yang berjarak sekitar 1.600 kilometer. Jet tempur dipersenjatai dengan senapan 30mm dan memiliki 12 titik untuk membawa bom dan rudal.

Bagikan