May 122018
 

S-400 (Mil.ru)

Jakartagreater.com – Rusia telah mengirimkan set resimen pertama sistem Rudal pertahanan udara S-400 Triumf (NATO nama: SA-21 Growler) ke China. Kapal ketiga dengan peralatan minus support equipment telah tiba di negara itu, kata seorang sumber militer dan diplomatik, dirilis Armyrecognition.com, 10-5-2018.

China akan mulai menerima sistem Rudal pertahanan udara pada akhir Mei 2018, sumber itu menambahkan. “Batch terakhir bagian dari rangkaian resimen pertama sistem Rudal pertahanan udara S-400 telah dikirimkan oleh kapal dari pelabuhan Ust-Luga di Wilayah Leningrad [di Barat Laut Rusia] ke China,” sumber kata.

“Kapal itu telah membawa peralatan yang tidak rusak selama badai Desember di Selat Inggris dan peralatan yang rusak setelah perbaikan”, dirilis TASS, 10-5-2018. Sebelumnya, rangkaian resimen sistem S-400 dikirim ke Tiongkok di atas tiga kapal.

Pada bulan Januari 2018, Layanan Federal untuk Militer dan Kerjasama Teknis Rusia mengatakan bahwa satu kapal telah terjebak dalam badai yang kuat di Selat Inggris dan telah kembali ke pelabuhan keberangkatan untuk memeriksa peralatan pendukung dan menilai kerusakan. Dilaporkan pada awal April 2018 bahwa dua kapal pertama dengan mayoritas peralatan telah tiba di China.

Sekarang, Cina telah sepenuhnya menerima sistem resimen S-400, termasuk pos komando dan kontrol, radar, peluncur, Rudal permukaan-ke-udara, pasokan listrik dan beberapa peralatan lainnya, kata sumber itu. Para ahli Rusia akan mulai menyerahkan perangkat keras militer ke Cina pada akhir Mei.  Prosedur ini akan berlangsung sekitar dua bulan, sumber itu menambahkan.

Diumumkan pada November 2014 bahwa Rusia dan China telah menandatangani kontrak untuk pengiriman sistem S-400. Pada November 2015, ajudan presiden Rusia untuk kerja sama militer dan teknis Vladimir Kozhin menegaskan bahwa kontrak tersebut telah ditandatangani. Tiongkok adalah pembeli asing pertama dari sistem Rudal pertahanan udara S-400. China diperkirakan akan menerima dua set sistem S-400 resimen.

S-400 Triumf adalah sistem Rudal pertahanan udara jarak jauh dan menengah buatan Rusia. Sistem ini dirancang untuk menghilangkan semua senjata canggih dan perspektif yang diluncurkan oleh udara.

Sistem ini dapat mencapai target aerodinamis pada kisaran hingga 400 kilometer (249 mil) dan target balistik taktis terbang dengan kecepatan 4,8 km/detik (3 mi/detik) pada jarak hingga 60 kilometer (37 mil). Target tersebut termasuk Rudal jelajah, pesawat taktis dan strategis dan hulu ledak Rudal balistik.

Radar sistem mendeteksi target udara pada jarak hingga 600 kilometer (373 mil). Sistem misil permukaan-ke-udara 48N6E3 dapat mencapai target aerodinamis pada ketinggian 10.000-27.000 meter dan ancaman balistik pada ketinggian 2.000-25.000 meter.

  28 Responses to “Rusia Kirim Resimen Pertama Rudal S-400 ke China”

  1.  

    S-400 Emang Mantaap

    https://youtu.be/q4ncll2gNps

  2.  

    Ini rudal system hanud yg paling hebat dan ditakuti pilot NATO junjungan si gatol utek isi shilit……wkkkkkkkkk

    Betul kah jim.?

  3.  

    apa ngk lebih baik lewat jalur darat pakai kereta api, dari pada pakai kapal berputar mengelilingi benua..

  4.  

    komentator disana kadang juga bisa asal jeplak ya kadang jadi bingung deh……..

    https://www.facebook.com/IndonesiaDefenseVideo/?hc_ref=ARQpf3qv22xF0wkv1-vXZmixJw-fiMkOEy__AfODkpTwnyhIXKZFsYTrRxDHoN8IJyU

  5.  

    oh ternyata india cuma pengen S-300V4 bukan S-400……..
    media harus membetulkan lidahnya dong…..masak kena jamming melulu,,,,
    maklum lha di otak fanasboy cuma pahamnya S-400…..klo S-300V4 mah kagak tahu,,,,,,atau mungkin salesnya pelit,,kgk kasih informasi alutsista yg mau dijual……….xixi

  6.  

    downgraded gak nih?

    downgrade atau tidak pesawat bersyap delta akn cuma hinggap di rudalnya

  7.  

    RI kapan? Masak ngandali manpad dan NASSAM kosongan yg blm keliatan wujudnya.he3

  8.  

    Waduh mau ditaruh di daerah mana tu barang???

    Jeng… Jeng…

  9.  

    Apa tidak tambah paranoid itu amerika jika China punya S400?? aah paling juga amerika cari nya negara kecil, walau tidak ada S400 tetap aja amerika tidak berani serang China

    😎 huehuehue