Mei 172019
 

Jet tempur Sukhoi Su-57 © TV Zvezda

Presiden Vladimir Putin telah mengumumkan rencana untuk membeli 76 pesawat tempur Su-57 hingga tahun 2028. Pesanan pembelian diperkiraan bernilai lebih dari US$ 2,6 miliar, yang akan membuatnya menjadi kontrak penerbangan tunggal terbesar dalam sejarah Angkatan Udara Rusia.

Su-57 sebelumnya masih mengalami kendala pada kinerja mesin yang buruk, namun menurut surat kabar Kommersant, yang mengutip dari sumber industri pertahanan yang tidak disebutkan namanya, Su-57 sudah mendapatkan perubahan dalam tata letak internal pesawat, serta perbaikan pada proses produksi.

Angkatan Udara Rusia saat ini hanya memiliki sekitar 12 unit Su-57, dimana enam pesawat diantaranya baru saja “pamer” kemampuan dengan mengawal perjalanan udara Presiden Putin saat akan melakukan kunjungan kerja ke Pusat Uji Penerbangan Negara Chkalov ke-929 milik Angkatan Udara Rusia.

Meskipun Putin telah mengumumkan rencana pembelian, Kremlin belum menandatangani kontrak resmi. Perjanjian resmi ini mungkin bisa dilihat pada saat pameran udara tahunan MAKS Rusia, yang akan berlangsung mulai 27 Agustus hingga 1 September 2019, di Bandara Internasional Zhukovsky di luar Moskow. Perkiraan biaya penuh, sekitar US$ 2,63 miliar, juga termasuk item terkait tambahan, termasuk peningkatan infrastruktur.

Tapi masih dipertanyakan kebenaran akusisi sebesar US$ 2,63 miliar untuk 76 unit Su-57, yang berarti harga satuan Su-57 kurang dari US$ 34,6 juta per jet. Sangat murah bila dibandingkan harga Su-30 atau Su-35, bahkan dari Su-27 jika masih diproduksi.

Tampaknya lebih mungkin bahwa US$ 2,63 miliar akan untuk batch awal Su-57 sebagai bagian dari program pengadaan yang direncanakan penuh. Mungkin juga sumber Kommersant memiliki informasi yang salah tentang total biaya akuisisi.

Mungkin juga bahwa Kremlin dan perusahaan UAC (yang memproduksi Su-57 dan Su-35), akan mencari pelanggan internasional baru untuk Su-57 dalam waktu dekat yang dapat membantu menurunkan biaya produksi dan juga mendukung pengembangan peningkatan Su-57 di masa depan.

Baru-baru ini, Rusia secara khusus membuat tawaran produksi jet tempur siluman ke Turki baru-baru ini sebagai opsi seandainya Amerika Serikat mengeluarkan Turki dari program F-35 Joint Strike Fighter atas pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Ada juga laporan bahwa Rusia mendekati Tiongkok sebagai pembeli potensial lainnya

Pengumuman Putin tentang rencana untuk menghidupkan kembali program Su-57 dan secara signifikan meningkatkan rencana pembelian pesawat tempur untuk Angkatan Udara Rusia mungkin merupakan strategi yang lebih luas untuk mempromosikan penjualanan pesawat tempurnya ke luar negeri.

Thedrive

 Posted by on Mei 17, 2019

  7 Responses to “Rusia Klaim Akan Beli 76 Pesawat Tempur Siluman Su-57”

  1.  

    Dari pada nungguin SU-35 yang gak jelas kedatangannya, lebih baik dibatalkan saja. Pesan SU-57. Jelas pesawat 5th generation, stealth, radar aesa, dan pernika terbaru. Nunggu kedatanga SU-35, akan sudah ketinggalan teknologi nya.

    •  

      hadeehh, Putin itu cuma blow up utk marketing doang. Dutinya gak ada. Rusia masih berusaha pulih ekonominya. Teknologi Rusia mmg canggih, tapi kemampuan produksinya parah. Su-35 juga mahal operasionalnya, buktinya SU-27 kita di maintain oleh Ukraina, lebih murah krn pabriknya dulu awalnya di situ. Enam Su-57 yang terbang, jangan2 cuma versi demo alias kosong tanpa senjata. Daripada pilih Rusia dengan resiko logistik yang mahal, atau pilih F-16V AS yang gampang di boikot politis, lebh baik pilih Swedia Gripen E/F dengan alih teknolgi full. Kemandirian lebih penting dari sok keren. Perang frontal gak bakal terjadi.

      •  

        Loe nantikan sj su 57 akan trbang 2020 dgn teknologi canggih,

        Tpi mmng tdak ada diukraina pabrikan mesin pespur yg ada cuma dirussia turbofan supersonic, yg ada diukraina itu pabrikan mesin turbofan turbojet komersil yaitu antonov, yg dulu perusahaan yak russia yg mncetaknya
        :lol: :lol:

  2.  

    sebenarnya betul juga sih pendapat yg di atas saya ini.
    nanti su 35 dtng su 57 sdh pada di beli negara lain
    dan kita akan di bawah su 57 lagi.
    seandainya kita punya su 35 lalu si malaysial beli su 57 bijimana tuh.

  3.  

    Kalau SU35 ndak jadi beli, mending belikan kaprang saja, pesan ke PT PAL, minta di buatkan fregat/korvet….minta litbang cepatkan risetnya bikin rudal….dah itu sajah

    •  

      Rasanya kalau hanya sekedar membangun kaprang, PT. PAL sudah cukup mampu. Masalahnya, apakah PT. PAL sudah mampu merancang kaprang dari scratch/nol ? Untuk rudal, kita sama sekali belum mampu membuat seeker atau sistem pembinbing nya. Harusnya PT. LEN bisa fokus untuk menghasilkan seeker/sistem pembimbingnya. Jangan lupa juga, kita belum mampu membuat radar yang terbukti efektif dan dioperasionalkan TNI. Pasahal teknology radar adalah core dari semua matra TNI, baik kaprang pespur, hanud, rudal, dkk.