Rusia Klaim Punya Bukti Keterlibatan Inggris di Insiden Douma

Simulasi terjadinya serangan kimia oleh US Air Force © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim memiliki bukti yang membuktikan keterlibatan langsung Inggris dalam provokasi dugaan serangan kimia di Ghouta Timur, menurut juru bicara kementerian itu pada hari Jumat, seperti dilansir dari TASS.

Igor Konashenkov, mengatakan bahwa kementerian pertahanannya telah menemukan orang-orang yang turut ambil bagian dalam pembuatan film serangan kimia di Douma Suriah dan mereka menceritakan bagaimana video itu diambil.

“Hari ini, Kementerian Pertahanan Rusia memiliki bukti-bukti lainnya yang membuktikan keterlibatan langsung Inggris dalam organisasi provokasi White Helmets di Ghouta Timur”, katanya.

Dalam kata-katanya, organisasi yang disebut White Helmet atau Helm Putih ini ditekan oleh London dalam periode dari 3 – 6 April untuk mempercepat pelaksanaan provokasi yang direncanakan.

“White Helmets diberitahu bahwa dalam periode 3 – 6 April, militan Jaysh Al-Islam akan melakukan serangkaian pemboman artileri besar-besaran di Damaskus. Serangan itu akan memicu operasi pembalasan oleh pasukan pemerintah dan White Helmets akan menggunakannya untuk melancarkan perang provokasi dengan dugaan penggunaan senjata kimia”, katanya.

Menurut Konashenkov, petugas dari Kementerian Pertahanan Rusia berbicara dengan dua warga Suriah yang turut ambil bagian dalam pembuatan film tersebut. Keduanya memiliki diploma medis dan bekerja dengan departemen darurat Rumah Sakit Douma.

Kedua pria tersebut tidak menyembunyikan nama mereka. Mereka mengatakan kepada perwira Rusia bahwa semua orang yang dibawa ke rumah sakit selama pembuatan film tidak memiliki gejala paparan terhadap agen beracun.

“Ketika pasien mendapat pertolongan pertama, orang-orang yang tidak dikenal masuk ke rumah sakit, beberapa memegang kamera video”, kata juru bicara itu. “Orang-orang ini mulai berteriak, mengipasi histeria. Mereka membawa selang dan membasahi semua yang hadir dengan air serta menangis bahwa mereka semua telah terpapar agen beracun”.

Jubir Kemenhan Rusia menambahkan bahwa para pasien dan keluarga mereka mulai panik dan menuangkan air satu sama lain. Setelah adegan tersebut terekam, orang-orang tak dikenal ini melarikan diri”, tambahnya.

Ia menekankan bahwa ini adalah apa yang disebut bukti di dunia yang beradab. Ia juga menambahkan bahwa Rusia telah berulang kali memperingatkan tentang provokasi atas dugaan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil yang diplot oleh militan di Ghouta Timur.

Beberapa organisasi non-pemerintah, dan termasuk White Helmets, mengklaim bahwa senjata kimia digunakan di Douma, Eastern Ghouta, pada 7 April. Menurut pernyataan yang diunggah ke situs web organisasi pada 8 April, bom klorin telah dijatuhkan disana untuk membunuh lusinan dan meracuni warga sipil lokal lainnya yang harus dibawa ke rumah sakit.

Kementerian Luar Negeri Rusia menganggap itu sebagai berita palsu.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa White Helmets adalah sumber yang tidak dapat dipercaya, terkenal karena menyebarkan kebohongan. Pusat rekonsiliasi pihak yang bertikai dari Rusia pada tanggal 9 April 2018 memeriksa Douma dan tidak menemukan jejak senjata kimia.

Sebelumnya, berbagai agen intelijen resmi Rusia berulang kali memperingatkan bahwa persiapan telah dilakukan di berbagai bagian Suriah untuk memprovokasi dan simulasi serangan kimia yang akan disalahkan kepada pasukan pemerintah.

Pada tanggal 10 April, Kementerian Luar Negeri Suriah telah mengirim undangan resmi kepada Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) untuk mengunjungi Ghouta Timur. Spesialis OPCW akan tiba di Suriah dari Beirut pada hari Jumat, 13 April 2018.  (TASS).

Tinggalkan komentar