Rusia Latih Lumba-Lumba Untuk Keperluan Militer

Pemerintah Rusia mengungkapkan bahwa pihaknya mencari lima lumba-lumba untuk dilatih oleh militer Rusia. Kelima lumba-lumba itu akan melaksanakan tugas-tugas khusus bagi angkatan laut negara itu di Laut Hitam.

Kementerian Pertahanan Rusia mempersiapkan dana sebesar 24.000 dolar Amerika Serikat sebagai nilai kontrak pengadaan pemerintah untuk memperoleh mamalia laut militer bagi angkatan laut negara itu.

Lumba-lumba, tiga laki-laki dan dua perempuan, diharapkan akan diserahkan ke kota Krimea Sevastopol, rumah armada Laut Hitam Rusia, pada tanggal 1 Agustus 2016 mendatang.

Dalam rincian dokumen kontrak dijelaskan bahwa semua hewan harus berumur antara tiga hingga lima tahun, memiliki gigi yang sempurna, dan berada dalam kondisi fisik yang baik.

Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, berbicara dengan RIA Novosti, lumba-lumba akan melayani program militer maritim baru Rusia, dalam pembangunan sejak 2014.

Menggunakan binatang seperti lumba-lumba untuk tujuan militer bukanlah hal yang baru. Baik Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat Cetacea di kegiatan militer selama era Perang Dingin.

Lumba-lumba dilatih untuk mendeteksi benda-benda yang mencurigakan, seperti kapal selam dan ranjau, di sekitar infrastruktur pelabuhan penting.

“Amerika yang menemukan ide pertama,” Viktor Baranets, seorang pensiunan kolonel Rusia, mengatakan terkait praktek menggunakan lumba-lumba untuk tujuan militer.

“Tapi ketika intelijen Soviet menemukan tugas lumba-lumba Amerika Serikat menyelesaikan pada tahun 1960, kementerian pertahanan pada saat itu memutuskan untuk mengatasi masalah ini,” kata Baranets.

Lumba-lumba militer Soviet sangat terampil. Mereka bisa menanam bahan peledak di kapal musuh dan mendeteksi torpedo serta kapal tenggelam. Tapi setelah pembubaran Uni Soviet, semua mamalia laut tersebut dilaporkan telah dijual ke Iran.

Sputnik News

Leave a Reply