Agu 252018
 

Jet tempur siluman Su-57 buatan Rusia

JakartaGreater.com – Yayasan Penelitian Lanjutan atau Advanced Research Foundation (DRF) Rusia memperkenalkan “sistem saraf teknologi ruang angkasa” pertama kalinya untuk melengkapi jet tempur siluman Su-57 dan nantinya itu akan dapat dipergunakan pada berbagai jenis pesawat udara.

“DRF adalah yang pertama menunjukkan pengembangan sistem saraf untuk pesawat masa depan, sebuah desain sistem kendali pesawat berdasarkan prinsip-prinsip fungsi pada sistem saraf organisme hidup”, kata perwakilan DRF seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Model ini diimplementasikan secara visual ketika itu berubah bentuk, semua pengaruh eksternal ditampilkan di layar, memungkinkan untuk mengevaluasi titik-titik cacat secara alami.

“Sistem saraf” semacam itu untuk pesawat sipil dan juga militer akan memungkinkan operator terestrial dapat secara maksimal melihat kondisi teknis dari pesawat mereka. Mempertahankan mesin dan peralatan yang ada dalam keadaan sebenarnya daripada pemeriksaan terjadwal yang harganya mahal.

Selain dilengkapi dengan sistem saraf, Rusia juga telah berhasil menguji sistem siluman “ePilot” untuk jet tempur siluman Su-57, teknologi ini yang dikenal sebagai kecerdasan buatan yang dirancang untuk jet tempur generasi kelima.

Perwakilan dari Grup Sukhoi, Dmitry Gribov, mengatakan bahwa selama uji coba, ePilot diberikan kendali parsial dari pesawat, yang memungkinkan pilot untuk mengurangi operasi kontrol dan lebih fokus pada misi tempur.

Sebelum uji coba ini, Sukhoi meningkatkan teknologi ePilot pada T-50 PAK FA dengan sistem pesawat baru yang dikenal sebagai “Military Aerospace Integration System” atau IMA BK untuk mengganti sistem lama.

Dilengkapi dengan IMA BK, sistem ini akan membantu pilot mengenali dan menangani situasi pertempuran dengan lebih baik. Menurut Sukhoi, IMA BK akan melakukan tugas mengendalikan status pesawat, pilot, radar penerbangan dan komunikasi militer selama pengujian.

Menurut Dmitry Gribov, selama uji tempur, IMA BK akan membantu pilot mengenali target, mendeteksi tingkat bahaya dan memilih senjata yang sesuai untuk menyerang. Tidak hanya itu, ePilot juga bereksperimen dengan situasi penerbangan yang tidak terkendali untuk meluncurkan dan mengoptimalkan sistem di dalamnya.

“Sistem baru ini akan meningkatkan efisiensi pesawat hingga 10 kali lipat, meningkatkan keandalan dan keamanan hingga 4 kali lipat”, kata Dmitry Gribov. Ini adalah sistem kecerdasan buatan yang disebutkan Rusia.

Bagikan:

  11 Responses to “Rusia Lengkapi Su-57 dengan Sistem Syaraf”

  1.  

    Mantap, Rusia semakin maju dan USA semakin tertinggal. ?

  2.  

    Wehhh….bikin galau saja….balik kanan sajah semua siluman ploduk2 milik AS

  3.  

    komponen mesin baru utk pesawat angkut & pesawat tempur belum disampaikan hasil ujinya

  4.  

    Berita ini jelas jelas menunjukkan bahwa Su-57 masih tidak siap dan bahkan masih tertinggal jauh dari F-35 apalagi F-22.

    Apakah itu?? Teknologi untuk Situational Awareness. Hal yg membedakan antara pespur generasi keempat dan kelima adalah, selain kemampuan Siluman juga kemampuan Situational Awareness. Dimana kita tidak hanya tau kondisi sebenarnya suatu medan yg dikumpulkan dari berbagai multi platform yg ada juga kemampuan untuk mendeteksi gangguan yg ada pada pesawat. Memang kadang ada juga masalah salah sucad gegara analisis data yg kurang valid pada F-35, tapi itu hanya terjadi pada blok dibawah 3F. Dan Rusia mau pasang ePilot??? Hhhhhhhhhh, bahkan F-16 tua yg di Arizona aja bisa dibuat gerak Sendiri seperti QF-16. LoL.
    Semua pespur generasi kelima seharusnya sudah bisa diterapkan AI yg memungkinkan bisa terbang mandiri atau bisa juga dikontrol oleh pilot ground.
    So, apa yang baru dicapai oleh Rusia saat ini masih tertinggal 20 tahun dari USA. Hhhhhhhhhh

  5.  

    memang kalau membaca artikel diatas…epilot, serta sistem sarafnya cukup mengagumkan…bila penerapannya sesuai dengan impiannya.

    apakah nantinya SU58 akan membawa super computer didalamnya? apakah yakin nanti kebal terhadap serangan EMP? apakah sudah yakin terhadap serangan hacker.

    mirip pesawat EDI di film hollywood. Ntar saking pinternya pesawat itu malah memberontak akhirnya.

  6.  

    F-35 saja masih tertatih2 menuju vitur full siap tempur…

 Leave a Reply