Jun 222016
 

Rusia terus mengembangkan sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi serangan dari jarak pendek.
 
Angkatan Udara Rusia bersama dengan perwakilan industri telah berhasil menguji coba sistem antimisil rudal balistik jarak pendek (ABM) Selasa (21/6/2016) di komplek Sary-Shagan Kazakhstan.

Dilansir Sputnik, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan uji coba dilakukan untuk memverifikasi karakteristik kinerja rudal balistik jarak pendek (ABM) yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia.

Rudal balistik jarak pendek itu juga digunakan untuk menangkis serangan nuklir yang mungkin menyasar Moskow.

Sementara wakil Komandan Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Viktor Gumenny mengaku bangga karena uji coba berjalan lancar, dan sistem pertahanan udara tersebut sudah mencapai standar yang ditentukan.

“Sistem pertahanan udara itu telah berhasil target uji coba pada waktu yang dijadwalkan,” kata Gumenny.

Rusia terus mengembangkan kekuatan militer mereka terutama sistem pertahanan. Hal ini untuk mengamankan keseimbangan militer strategis dengan Amerika Serikat yang telah menempatkan sistem rudal pertahanan Aegis di Rumania dengan alasan untuk melindungi sekutu NATO di Eropa Timur dari ancaman rudal Iran dan Korea Utara.
 
Rusia telah mengerahkan sistem rudal anti-balistik A-135 di sekitar Moskow. Sistem rudal ini berfungsi sebagai pencegat dan “radar” peringatan dini yang canggih.

Sebelumnya, Rusia sukses melakukan uji terbang moda cruisehipersonik yang dibuat untuk membawarudal balistik antar-benua (ICBM).
 
Moda hipersonik jdigunakan untuk menembakkan rudal balistik RS-18A yang oleh NATO dinamakan SS-19 Stiletto.
 
Selain itu, Rusia juga mempersiapkan rudal balistik ICBM RS-28 Sarmat yang akan menggantikn rudal berat warisan Soviet R-36M yang oleh NATO dijuluki rudal “Setan”.

Rudal dengan berat minimal 100 ton itu diklaim mampu membawa muatan hingga 10 ton pada lintasan apapun atau dapat melakukan serangan terhadap target dari segala arah. 
 

  12 Responses to “Rusia Lindungi Moskow dengan Rudal Balistik Jarak Pendek Terbaru”

  1.  

    top dah

  2.  

    Pertamax

  3.  

    numpang lewat infonya
    “setelah berita rame dengan cina. presiden obama perintahkan sekertaris keamanan menanyakan kepada menteri angkatan laut indonesia pudjiastuti susi,bantuan apa saja yang kiranya dapat mengembalikan stabilitas kawasan ke tangan indonesia”.
    ayo,apa saja yang masuk dalam list?kira kira TNI AU nitip apa ya?

  4.  

    wkkkkkk….carin loe nitip disotomi aja….

  5.  

    bungkusssss … pke tot …

  6.  

    Suruh parkir kap indunknya di sekitar natuna. . sekalian hibah F15 G satu skwadron buat pengàmanan LCS

  7.  

    Rusia stroòòoooooooooong ……!!,,!,,

  8.  

    Istilah kurang konsisten;

    1/ Rusia Lindungi Moskow dengan “Rudal Balistik” Jarak Pendek Terbaru

    2/ menguji coba sistem “antimisil rudal balistik” jarak pendek (ABM)

    3/ uji coba dilakukan untuk memverifikasi karakteristik kinerja “rudal balistik” jarak pendek (ABM)

    1 & 3 kurang tepat karena A-135 Samolet bukan rudal balistik.
    2 sudah mendekati, seharusnya “rudal anti misil balistik” , dimana “anti misil balistik” merupakan terjemahan dari ABM.

    A-135 merupakan konsep yang sangar karena mencegat hulu ledak nuklir lawan dengan ledakan nuklir juga…