Sep 012019
 

Rudal Iskander Rusia. (@ Russian MoD)

Jakartagreater.com, Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kementerian pertahanan untuk menganalisis potensi ancaman yang berasal dari kegiatan pengujian Rudal darat baru-baru ini, dan untuk merumuskan “respons simetris. Putin mencatat bahwa Rusia tidak akan membiarkan dirinya diseret ke dalam perlombaan senjata.

Kementerian Pertahanan Rusia bereaksi dengan merilis rekaman peluncuran uji sebuah Rudal Iskander, dirilis Sputniknews.com, 31/08/2019.

Rudal diluncurkan dari peluncuran roket Kapustin Yar dan fasilitas pengembangan di Astrakhan, Rusia Barat Daya, dengan video yang menunjukkan peluncur mobilenya ditempatkan di parit yang sudah disiapkan. Rekaman udara menunjukkan Rudal mengenai targetnya. Di bawah skenario pelatihan, Rudal ditembakkan ke sasaran ‘sasaran kritis yang sangat penting milik musuh yang disimulasikan’.

9K720 Iskander adalah sistem Rudal jarak pendek dengan jangkauan operasional antara 50 km dan 416 km, juga dalam batas yang ditetapkan oleh Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah, yang melarang Rusia dan AS mengembangkan dan menggunakan sistem Rudal darat dalam kisaran 500-5.500 km.

Washington secara resmi membatalkan perjanjian pada 2 Agustus 2019, mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pekan lalu bahwa Rusia akan “menyiapkan tanggapan simetris.”

Awal tahun ini, kementerian pertahanan memamerkan Iskanders yang dimodifikasi menjadi Rudal 9M729, yang memiliki jangkauan jangkauan 480 km, dan karakteristik yang ditingkatkan lainnya.

  5 Responses to “Rusia Luncurkan Rudal Iskander Manoeuvrable”

  1.  

    mngkn juga rusia secara diam2 juga membuat rudal yg lebih gahar lagi.
    tapi tolong diam2 ya jgn ksh tahu ke sebelah.

  2.  

    Rudal ini yg membuat AS keluat dr perjanjian. Krn AS tidak memiliki rudal yg sekelas dan semumpuni ini.
    Tinggal sirubah kapasitas bahan bakar utk memperpanjang jangkauan menjadi.700 Km sesuai standart awal.

  3.  

    Salah satu alasan amerika dlm perjanjian senjata bukan hanya karena rusia mengembangkan rudal iskander tetapi jg krena krn tdk dilibatkannya china dalam perjanjian senjata nuklir.

  4.  

    Bagi amerika keluar dr perjanjian senjata nuklir dgn rusia dianggap lbh baik karna perjanjian senjata nuklir dgn rusia dianggap sdh ketinggalan zaman karena tdk mengikut sertakan china yg mampu mengembangkan rudal yg dpt dipasangi hulu ledak nuklir.

  5.  

    Kalo memang fair, seharusnya AS bukannya keluar dr perjanjian. Justru mengajak Rusia utk ikut menyeret China terlibat masuk dlm perjanjian jg donk.
    Kenapa alasannya justru si Iskandar yg jd sasaran, padahal masih ada Ismanto, Ismunandar dan Is Is lainnya……xicixicixi