Apr 182017
 

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf Rusia

Turki mungkin tidak jadi mengakuisisi sistem pertahanan udara (SAM) mobile S-400 Triumf Rusia dalam upaya untuk memperbaiki hubungan yang rusak dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat, seperti dilansir dari China Topix.

Dan ada juga fakta bahwa Turki adalah negara anggota NATO dimana sebelum telah dua kali menolak sistem persenjataan Rusia yang murah, sebagai gantinya adalah dengan membeli senjata buatan China dan Amerika Serikat.

Turki dan Rusia telah memulai pembicaraan atas rencana Turki untuk membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 pada bulan November 2016. Hal tersebut tampaknya didukung oleh Rusia ketika Sergei Chemezov, CEO dari perusahaan milik negara Rusia, Rostec Corporation, mengatakan bahwa Turki telah menyatakan keinginan memperoleh pinjaman dari Rusia untuk membeli persenjataan, termasuk sistem S-400.

Rostec mempromosikan pengembangan, produksi dan ekspor sejumlah produk industri berteknologi tinggi untuk penggunaan sipil dan militer.

Menteri Pertahanan Nasional Turki, Fikri Is?k tampaknya mendukung Rusia. “Turki sangat membutuhkan sistem pertahanan udara. Sejauh ini sistem S-400 menjadi pertimbangan, kita berada dalam tahap membuat keputusan akhir. Keputusan akhir akan dibuat oleh presiden dan perdana menteri”, kata Isik bulan lalu.

Fikri Isik juga mengungkapkan bahwa Ankara dan Moskow telah membuat kemajuan dalam pembicaraan tapi kedua belah pihak belum sampai pada tahap penandatanganan perjanjian yang relevan.

Dia lebih lanjut mengatakan bahwa Turki tidak memiliki rencana untuk mengintegrasikan sistem S-400 buatan Rusia ke dalam sistem pertahanan rudal NATO. Itu merupakan sebuah kesalahan fatal dengan membatalkan penjualan sistem rudal pertahanan udara HQ-9 buatan China ke Turki pada bulan Maret 2015, dan pakar militer Turki meyakini bahwa ini akan jadi kasus yang sama dengan sistem S-400 Rusia.

Menurut sejumlah rumor yang beredar pada media Rusia, juga meragukan tentang keinginan Turki dalam mendorong kesepakatan untuk membeli sistem pertahanan udara S-400.

“Ekspresi seperti ‘ketertarikan’ dan ‘bertanya mengenai harga’ tidak berarti bahwa Turki akan menandatangani kontrak untuk membeli senjata Rusia”, kata Viktor Litovkin, seorang analis militer di kantor berita Tass.

“Kesepakatan ini masih belum tertulis pada prasasti. Beberapa waktu lalu Turki mengadakan pembicaraan dengan Rusia tentang membeli sistem S-300. Namun kemudian ternyata Turki hanya mencoba menurunkan harga yang telah ditawarkan oleh China, yang ingin menjual sistem pertahanan udara HQ-9 mereka pada Ankara”, tutup Litovkin.

  8 Responses to “Rusia Meragukan Penjualan Sistem S-400 Pada Turki”

  1. Busyet, inilah akibatnya bila tidak amanah

    • rusia tdk perlu jual peralatan militer vital pada turki sbg negara mendua. Serangan militer amerika pada suriah telah membuktikannya akan hal itu. Andai peralatan militer vital rusia dijual ke turki maka segala rahasia dan keunggulannya akan dibongkar turki bersama amerika. Dan itu akan beresiko pada pertahanan rusia kedepan bahkan membahayakan dunia krn agretifitas amerika sbg polisi dunia.

  2. Rusia di PHP sama Turki..Juga sama negara di Asia tenggara yg ingin beli Su 35 ngeteng dan kapal selam kilo yg sampai sekarang GK jelas kelanjutannya..

  3. Wkwkwkw masuk perangkap jebakan tikus

  4. Turki baru “berekspresi dan bertanya” doang tentang harga S400, blm dalam tahap negosiasi apalagi tahap pembayaran. Namun Turki sebagai anggota NATO, yg notabene musuh bebuyutan Rusia, sikap Turki tentu membuat petingi NATO cq PENTAGON serta politisi negara barat dan USA terkenyut-kenyut kepalanya. Sebagai bagian dari NATO Turki akhir-akhir ini memang terlihat galau, berusaha dekat dg Rusia namun tanpa memisahkan diri dari NATO…

  5. Sama dong dengan kita. Belum ditulis dalam prasasti jadi nggak nya beli peralatan militernya.Hihihi..

  6. Indonesia juga pernah berkata akan membeli sepuluh kilo dari rusia bahkan sampai press release…meskipun sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi, Rusia tidak pernah tuh bilang meragukan Indonesia…hehe

 Leave a Reply