May 032018
 

Render komputer jet tempur masa depan TF-X Angkatan Udara Turki © Youtube

JakartaGreater.com – Program untuk desain, pengembangan dan produksi jet tempur pribumi pertama Turki pada akhir April semakin mulus, ketika dua kontraktor utama lokal bergabung untuk merancang skema produksi suku cadang penting, seperti di lansir dari laman Defense News.

Sementara itu, ada sebuah langkah yang mengejutkan, perhatian kedirgantaraan Rusia menyatakan minat dalam mengembangkan mesin untuk menyalakan TF-X, jet tempur Turki yang sedang dalam pengembangan.

Pada tanggal 26 April, dua kontraktor lokal dari program strategis TF-X Turki, spesialis peralatan elektronika militer Aselsan dan Turkish Aerospace Industries, meneken nota kesepahaman untuk berbagi kerja pada pesawat yang direncanakan.

Di bawah memorandum, Aselsan dan TAI, kedua perusahaan yang dikendalikan negara, akan bersama-sama bekerja untuk mengembangkan sistem penting bagi pesawat TF-X, termasuk radar nasional, sistem elektro-optik, sistem kendali misi dan integrasi sistem ini ke dalam pesawat tempur masa depan.

Awal tahun 2018 ini, pemerintah Turki menyisihkan investasi awal sebesar $ 1,18 miliar pada fase desain konseptual dari program TF-X. Rencana investasi tersebut diambil di bawah skema insentif pemerintah.

Pejabat pengadaan pertahanan Turki telah mengkonfirmasi minat Rusia dalam rencana untuk pengembangan mesin yang akan menggerakkan TF-X.

“Ada minat dari Rusia dalam hal ini, tetapi terlalu dini untuk mengatakan jika gagasan tersebut akan mendapatkan landasan lebih jauh”, menurut seorang pejabat.

Seorang diplomat Turki mengatakan bahwa hubungan politik Turki dan Rusia “sangat baik”, menambahkan bahwa hubungan politik saat ini membuka jalan bagi kerjasama militer dan pengadaan pertahanan yang lebih dalam.

 

Direktur kerjasama internasional dan kebijakan regional di Perusahaan Rostec, Viktor Kladov mengatakan kepada pers di Eurasia Airshow di Turki, bahwa perusahaan akan menyiapkan proposal untuk kerjasama dengan Turki pada mesin pesawat. “Kami bisa menyediakan mesin”, katanya.

Program TF-X Turki yang ambisius saat ini menunggu dukungan presiden yang kritis. Setelah pengunduran diri secara formal dari Presiden Recep Tayyip Erdogan, program itu akan berlomba ke depan, kata para pejabat pengadaan pertahanan. Program TF-X dan pengembangan utama dalam negeri lainnya adalah proyek Erdogan.

Tahap kritis berikutnya adalah keputusan untuk memilih mesin TF-X

Para pejabat yang akrab dengan program tersebut mengatakan bahwa pembicaraan dengan sejumlah pemasok teknologi potensial dan termasuk mitra lokal mereka baru saja matang. Mereka mengatakan idenya adalah mengandalkan teknologi asing untuk membangun mesin asli yang akan menggerakkan TF-X dalam jangka panjang.

Pada bulan Oktober 2016, produsen mesin Rolls-Royce telah menawarkan kemitraan produksi bersama pada Turki dengan maksud untuk menyalakan platform TF-X Turki yang direncanakan dan penjualan potensial kepada pihak ketiga.

Usulan perusahaan Inggris tersebut akan pula melibatkan unit produksi di Turki untuk memproduksi mesin-mesin untuk TF-X, serta untuk helikopter, tank dan rudal.

Setahun sebelumnya, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani antara Turki dan Rolls-Royce untuk pengetahuan teknologi dan unit produksi. Berdasarkan atas rencana tersebut, Rolls-Royce akan meluncurkan pusat manufaktur dan teknologi canggihnya di Turki.

Sementara itu, Tusas Engine Industries, pembuat mesin yang dikendalikan pemerintah, saat ini tengah bekerja untuk memperbaiki peta jalan selama 20 tahun untuk desain, pengembangan dan pembuatan mesin pesawat terbang lokal, juga termasuk dengan tujuan untuk menyalakan TF-X. TEI adalah adik perusahaan dari TAI, kontraktor lokal utama dari program TF-X Turki.

Turki ingin membangun jet tempur TF-X dengan pengetahuan dari BAE Systems. Pada bulan Januari 2017, Inggris dan Turki menandatangani kesepakatan senilai lebih dari £ 100 juta atau sekitar $ 137 juta untuk mengembangkan jet tempur Turki. Kesepakatan itu melibatkan TAI dan BAE Systems.

Bagikan :

  15 Responses to “Rusia Minat Buat Mesin, Proyek TF-X Turki Akan Mulus?”

  1.  

    Indonesia kapan ya sama Russia

  2.  

    IFX Darurat Blueprint Mesin jet Rusia

  3.  

    Awas di kasih sanksi nanti sama “polisi dunia” kalau beli mesin dari Rusia
    xixixixi

  4.  

    sebenarnya kl nkri mau kerjasama bikin pesawat baling2 sepertnya rusia ga pelit pelit amat.
    coba kl cm bikin pswt n29 kykny bakal di kasih tuch teote nya.
    mslhnya g prnh mau mencoba.

    •  

      justru n219 itu pesawat simple, pakai flight sistem garmin…
      klo ga salah itu minta sertifikat pengujian garmin di amrik sono, chicago atau los angeles saya lupa2 ingat…
      klo mesin ya pakai produk amrik…

      kalau rusky bisa kasih te ote apa bung, ngomong yg jelas lha jgn setengah2…..saya juga mau tahu rusky mau kasih teote apa saja.

  5.  

    Kalau mau teknologi Rusia siapin duit yang banyak, untuk menelurkan teknologi itu mahal, butuh duit, butuh teknaga ahli yang mumpuni.

  6.  

    tapi turky mau pesan mesin yg bagai mana siih

    hahhaahaaaa

  7.  

    mesinnya Eurojet EJ200….pernah ditawarin buat kfx ifx….
    tpi berhubung yg nawarin inggris, sedang inggris tidak memegang 100% patent sehingga mesin yg ditawarkan downgrade dr EJ200…

    makanya turki lari ke rusky…..tpi tetap aja kayanya mesinnya kgk bakalan kompatibel.
    mesin yg kompatibel cuma buatan eropa sama amrik saja.

 Leave a Reply