Apr 082017
 

Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di sebuah rumah sakit di Adana, Turki. © DHA-Depo

MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia mengharapkan agar Pentagon dapat memberikan bukti penggunaan senjata kimia di Khan Sheikhoun (provinsi Idlib) oleh tentara Suriah, menurut Mayjend Igor Konashenkov, seperti dilansir dari TASS Defense hari Jumat.

“Kami sedang menunggu penjelasan dari AS pada ketersediaan apa yang mereka sebut bukti tak diragukan lagi yang membuktikan bahwa senjata kimia di Khan Sheikhoun digunakan oleh tentara Suriah”, katanya.  Igor Konashenkov menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia telah membantah mengenai adanya penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah.

“Semua tuduhan terhadap Damaskus pada dugaan pelanggaran Konvensi Jenewa tentang larangan penggunaan senjata kimia telah diajukan oleh AS sebagai dalih untuk membenarkan serangan yang tidak beralasan”, tegasnya.

Konashenkov mengingatkan bahwa pemerintah Suriah telah sepenuhnya memusnahkan senjata kimia, termasuk pengiriman dan semua fasilitas produksinya dari tahun 2013 hingga 2016.

“Semua stok telah dimusnahkan, dan komponen yang tersedia untuk produksi senjata kimia tersebut telah dihapus dari Suriah dan dihancurkan di perusahaan-perusahaan di AS, Finlandia, Inggris dan Jerman” katanya.

Serangan di Suriah

Militer AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk di sebuah pangkalan udara militer di provinsi Homs, Suriah pada Jumat dini hari dibawah perintah yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump. Pemogokan dilakukan sebagai balasan atas apa yang Washington percaya mengenai adanya penggunaan senjata kimia di provinsi Idlib oleh pemerintah Suriah. Pentagon mengatakan dugaan serangan senjata kimia diluncurkan dari pangkalan udara ini.

Pada tanggal 4 April, Reuters mengutip dari Observatorium Suriah yang berbasis di London untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan bahwa serangan udara di kota Suriah dari Khan Sheikhoun, di provinsi Idlib, telah membunuh 58 orang, termasuk 11 anak-anak. Reuters menduga bahwa serangan kimia bisa saja dilakukan oleh jet Rusia atau pemerintah Suriah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya 70 orang tewas dan ratusan lainnya telah terkena dampak.

Militer Rusia dan Suriah membantah keterlibatan mereka dalam serangan itu. Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengatakan bahwa pada tanggal 4 April, angkatan udara Suriah telah melakukan serangan udara di pinggiran timur Khan Sheikhoun untuk menghancurkan fasilitas militan yang digunakan untuk memproduksi bom kimia. Bom ini telah dikirim ke Irak dan juga digunakan di Aleppo.

Bagikan Artikel :

  16 Responses to “Rusia Minta AS Tunjukkan Bukti Penggunaan Senjata Kimia Oleh Suriah”

  1. False flag … Jangan mau di bohongin PAKAI senjata kimia lagi…. Maaf kami tak percaya lagi dgn asu cs

  2. ?

  3. Saling tuduh tanpa hasil…?

  4. Thn 90 an Bush nyerang Iraq dgn alasan kepemilikan senjata kimia. Skr di pke LG tuh omongan.

  5. Kemungkinan pelaku serangan gas kimia adalah asu sendiri…
    Asu telah berhasil bermain api dengan rusky..
    Klo saja itu berhasil terbongkar, habis asu di habisi ama rusky…

    Jangan percaya pada penggiringan OPINI PUBLIK melalui media..
    asu mau meluluh lantakkan TIMUR TENGAH..
    Mereka menciptakan gerakan teroris yang mengguncang dunia melalui agama..
    Sungguh licik…
    Dan takut terbukti dalang dari biang teroris itu sendiri asu..
    Mereka bombardir suriah layaknya irak n Afganistan..
    musuh nyata adalah asu..

    Wahai Indonesia segera bertobatlah…
    Jangan terus menempel asu..
    Lebih baik ke rusky jha..

  6. wayange wes mulai jejer

  7. False Flag, klu soal beginian CIA dan Mossad ahlinya. Media barat sudah dikuasai Zionis Israhell jg beritanya selalu bias. Klu timteng dan Afrika Utara bs dikuasai total oleh AS cs maka semakin amanlah Zionis Israhell!

  8. NEXT TARGET
    -Lebanon dan IRAK
    -mungkin juga turki / Mesir
    -Semua negri Muslim Sekitar IsRaELL mengancamnya

  9. 59 rudal yg di lepas hanya 2 yg kena karena lepas landaas itu drone apa pespur…landasan masih aman…klaim amerika 20 puluhan pespur kena rudal…ternyata rudal itu hancur di atas…berarti sistem penangkis rudal suriah & rusia lbih canggih…effect destroy ya tidak ada…serangan kimia yg di isukan di barengkan dg dg serangan rudal merupakan sebuah rangkaian rencana AS utk melegalkan posisinya utk masuk ke syria

    • Salah satu cara melumpuhkan pertahanan anti serangan udara adalah menghujani pertahanan itu sengan banyak misil.
      Pertahanan udara darat hanya memiliki kapasitas peluncuran terbatas sebelum di-reload kembali dan dimana-mana re-load membutuhkan waktu.
      Jika misalnya S-400 memiliki 4 tabung peluncur dan dihujani 5 rudal jelajah, jika – katakanlah – S-400 efektif menghalau rudal lawan, maka masih ada 1 rudal tersisa yang tidak bisa dihalau.
      Itu sebabnya amerika memilih menghujani sasaran mereka dengan puluhan rudal (59 rudal) karena betapa presisinya rudal mereka akan sia-sia jika lawan memiliki arhanud yang tangguh. Disini bukan lagi masalah kualitas tetapi kuantitas yang menentukan kemenangan/berhasilnya suatu misi.

      • Benar, S400 hanya memiliki 5 peluncur, maka AS hanya perlu meluncurkan 6 rudal untuk menembus sistem pertahanan S400. Sedangkan S300 memiliki 6 peluncur. 4 peluncur kecil untuk rudal jarak menengah, dan 2 peluncur besar untuk rudal jarak jauh, sdgkan S400 memakai 5 peluncur ukuran besar untuk rudal jarak jauh.

  10. Reuters mengutip dari Observatorium Suriah yang berbasis di London untuk Hak Asasi Manusia (HAM) aka The Syrian Observatory For Human Rights: #SOHR

    tempat yg sama munculnya tuduhan penggunaan senjata kimia oleh suriah di ghouta tahun 2013 padahal penyelidikan tim pbb sendiri mengatakan sangat besar kemungkinan gerilyawan2 suriah lah yg bertanggung jawab mengingat mereka juga merebut dan punya stok2 senjata kimia militer suriah.

    bagaimana mereka mengaku punya situasi yg mendetail dgn pertimbangan objektif ttg konflik suriah sementara mereka sendiri berpusat di london sungguh mencengangkan.

  11. PROPAGANDA AS UNTUK MENYERANG SURIAH DENGAN DALIH SENJATA KIMIA, KEJADIAN SEPERTI INI SAMA SEPERTI PERANG AS-IRAK DENGAN DALIH INGIN MENGHANCURKAN SENJATA PEMUSANAH MASSAL TETAPI TIDAK TERBUKTI SAMPAI SEKARANG KALO IRAK MEMPUNYAI SENAJAA PEMUSNAH MASSAL!!!

 Leave a Reply