Jan 282019
 

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia akan mendapatkan varian yang lebih kecil dari rudal anti-kapal hipersonik Tsirkon untuk mempersenjatai korvet Proyek 22800 kelas Karakurt dan korvet Proyek 21631 kelas Buyan-M, menurut Navy Recognition.

Rudal tersebut akan diluncurkan dari wadah khusus. Sebelumnya telah direncanakan untuk mempersenjatai kapal jelajah, fregat dan kapal selam dengan Tsirkon (juga disebut Zirkon).

Rudal hipersonik yang lebih kecil akan mengubah taktik Angkatan Laut Rusia. Kapal selam dan korvet akan menyergap dan menyangkal kelompok serang musuh dari kemungkinan untuk mendekati pantai Rusia, tulis harian berita Izvestia.

Komando Angkatan Laut mengatakan bahwa persyaratan taktis dan teknis baru untuk versi Tsirkon telah dirumuskan. Dengan ukuran yang lebih kecil tak akan terlalu mempengaruhi karakteristik rudal. Mereka tidak akan menyerah pada opsi dasar rudal anti-kapal.

Peluncuran rudal jelajah Kalibr dari korvet Buyan-Class, Grad Slavyazhsk © South Front

Korvet Proyek 22800 dan Proyek 21631 Rusia harus dipersenjatai dengan rudal hipersonik. Mereka sudah membawa rudal jelajah Kalibr dan rudal anti-kapal supersonik Onix. Tsirkon akan memungkinkan kapal perang untuk melawan musuh apa pun.

Rudal hipersonik Tsirkon pada dasarnya adalah senjata jenis baru. Ini berbeda dari generasi sebelumnya dengan kemampuan yang lebih besar untuk menghancurkan kapal induk karena kerentanan rendah dan muatan yang lebih besar serta kecepatan penerbangan. Ledakan itu dapat menenggelamkan bahkan kapal-kapal berbobot besar.

Kecepatan hipersonik membuat kerentanan Tsirkon sangat rendah. Litbangnya dirahasiakan tetapi sumber terbuka mengatakan rudal itu dapat berakselerasi ke kecepatan 5-10 Mach dan menghancurkan target pada jarak 300-500 km. Rudal anti-kapal bisa dilibatkan dalam satu kelompok sebagai kawanan mandiri yang terkoordinasi. Membuat mustahil untuk mengusir serangan itu.

X-51 Waverider, konsep pesawat hipersonik buatan Boeing © USAF via Wikimedia Commons

Rudal anti-kapal itu juga dapat menembak sasaran darat dengan koordinat yang diketahui. Kemungkinan seperti itu sangat penting di wilayah pesisir di mana korvet dan kapal selam harus melawan musuh dan mendukung pasukan darat.

Tsirkon dapat ditembakkan dari peluncur yang ada, tetapi rudal yang lebih kecil lebih baik untuk korvet dan kapal selam, kata pakar Dmitry Kornev.

“Rudal yang lebih ringan kemungkinan memiliki mesin yang sama, tetapi hulu ledak yang lebih kecil, cadangan bahan bakar dan elemen desain. Booster pada peluncur kemungkinan akan dimodifikasi. Ini sangat kuat di Tsirkon. Booster baru untuk korvet akan memiliki muatan yang lebih kecil”, katanya.

Rudal hipersonik pada korvet dan kapal selam akan memperkuat kekuatan Angkatan Laut Rusia, kata pakar Dmitry Boltenkov.

“Light Tsirkon diperlukan untuk armada. Pembangunan kapal perang besar pun sedang tergelincir sementara korvet adalah pembawa murah untuk Tsirkon dan dibangun dalam 2-3 tahun”, kata Boltenkov.

Rudal anti-kapal hipersonik baru akan mengubah taktik Angkatan Laut Rusia. Sulit untuk mendeteksi korvet dan kapal selam khusus dipantai dimana pertahanan udara melindungi mereka. Korvet dan kapal selam dapat memberikan serangan besar-besaran dari serangan terhadap musuh yang mendekati pantai Rusia, katanya.

Angkatan Laut Rusia terus meningkatkan senjata dan taktik pertempuran. Tahun lalu korvet pertama proyek 22800 menerima dua drone Orlan-10. Mereka diperlukan untuk pengintaian rahasia dari target, tulis Izvestia.

  15 Responses to “Rusia Modifikasi Rudal Tsirkon Untuk Korvet”

  1.  

    Nano teknologi masih terbatas pengembanganya…terutama terkendala dalam mengecilkan yang besar….karna sebagian besar mahluk dibumi masih mengangap bahwa yang besar itu strong dan perkasa…terbukti dengan penjualan obat pembesar masih laris manis dipasaran…jadi tampilan rudal kecil masih diangap sepele walau memiliki kemampuan yang sama…padahal kedepanya tehnologi nano kedepannya adalah memiliki prospek yang besar dan unggul…semisal korvet rasa destroyer…bukan kebalikanya…!!!

    •  

      Besar itu mmbuat para nyonya berasa ke ubun²nya, oleh krna itu alat pembesarnya blm ada, tapi sayangnya agato tdk lg menjual ramuan trsebut, akibat f35 yg dijajakannya blm dibeli tn phd krna tn phd juga klu selalu menghitung putus harapan duluan, yaa akibatnya f35 blm laku, tapi lingkar mau kok mmbantu agato dgn mmbeli f35 tapi cuma bautnya doang yg akan ditaruk di bemo dibaut as rodanya supaya bemo trsebut tdk copot bannya dikendarai & bemo itu bernama bemo f35 walau cuma bautnya doang, yaa anggap saja sudah sah, dgn demikian? Bukan tdk mungkin bemo trsebut diboyong canada, franc, jerman karna harganya lebih murah & menghasilkan, tentu perawatannya lebih murah
      😆 😆

    •  

      Tapi kalau kebesaran juga kasian women women nya akakakakakaka

  2.  

    Mana neh para pengemar bumi datar…apa masih pusing mikirin kenapa dunia tidak tergantung atau tidak bertiang…kok bisa engak jatuh….xaxaxaxaxaa…

  3.  

    Boleh juga itu rudal dicetak masal
    😆 😆

  4.  

    Sekilas info bumi itu klu tdk brputar tentu jatuh & udara tdk lg ada, karana berputarnya bumi menghasilkan udara yg trbang kesana kemari yg dibentuk dr atmosfernya
    😆 😆

  5.  

    jadi mengapa loe tdk minat minta restu ama istri sipria & keluarga sipria supaya tdk mnjd rahasia lg, apakh loe menunggu keluarganya tdk ada lg atau apa?

    😆 😆