Sep 192018
 

ilustrasi: Kapal selam Rusia. (Ministry of Defence of the Russian Federation – Mil.ru)

Moskow, Jakaragreater.com  –  FPI Rusia ( (Foundation for Advanced Research Projects) menyerahkan dokumentasi teknis desain kapal selam robot bertenaga nuklir Iceberg yang dirancang untuk mengeksplorasi kandungan hidrokarbon di bawah gumpalan es yang terapung di wilayah Kutub Utara. Dokumen ini diserahkan kepada  Perusahaan Nuklir Negara Rusia, Rosatom, ujar Kepala kelompok proyek kepada Sputnik, dirilis Sputniknews.com, Selasa, 18-9-2018.

“Kami menyerahkan dokumentasi proyek untuk badan eksekutif federal. Ada 5 proyek awal skala besar, yang di masa depan akan membantu kita membangun peralatan baru untuk menjelajahi lautan Arktik dalam kondisi iklim yang keras,” kata Viktor Litvinenko.

Menurut Litvinenko, langkah berikutnya adalah penciptaan struktur, bekerja sama dengan Rosneft, Gazprom, United Shipbuilding Corporation (USC), Rosatom dan mungkin dengan Rostec di masa depan, akan melaksanakan proyek tersebut dan membangun “kendaraan nyata. ”

Sejak 2013, FPI Rusia, bersama Rubin Central Design Bureau for Marine Engineering, Departemen Pertahanan, perusahaan energi Gazprom dan Rosneft, serta Rosatom dan USC telah bekerja kemungkinan untuk membuat peralatan yang akan memungkinkan penelitian hidrokarbon di wilayah Arktik.

Bagikan:

  32 Responses to “Rusia Mulai Kembangkan Drone Nuklir Bawah Air”

  1.  

    aip aja belum kelar, sudah fokus ke hal lain….
    rusky sudah mulai tertinggal dari cina dan india.
    wong india aja sukses memproduksi sistem aip nya sendiri, eerr walau efisiensi masih diragukan.

  2.  

    ” susah dicari itukan relatif…
    tergantung yg ngomong,,,klo yg ngomong sonalist yg paham, pasti ga gegabah utk cepat2 memutuskan kilo sulit dideteksi.
    wong kilo aja pake double hull, yg gampang bergetar dan berisik, klo ada tekanan dilaut ”

    waduuuuhhhh….kalah nih pengamat2 militer luar negeri ama omongan ” si pintar ” satu ini xixixi

    •  

      Itu bener Dik, semakin maju teknologi sonar memungkinkan lebih mudah lagi pencarian kasel. Namun itu juga tergantung senjata yg dibawa kasel. Kalo kaselnya bawa rudal jelajah atau rudal balistik, mereka punya kesempatan buat nyerang dari jarak yg susah dideteksi.

      •  

        Ah, tidak pernah ada cerita di era modern kapal selam terdeteksi sedang mengisi batere… kalau ada pasti itu Kilo class sudah dibully…
        Justru karena Kilo class membawa rudal jelajah maka membuat pihak barat benar2 penasaran dan selalu berusaha menemukan kapal selam ini meskipun itu seperti menemukan jarum dalam tumpukan jerami… alias ga ketemu2…
        Kapal selam tua pun jika menggunakan sistem navigasi dan manajemen pengisian batere yang benar, sangat sulit terdeteksi… seperti kasus kapal tua china yang tiba2 muncul dalam jarak tembak torpedo dari kapal induk USA…
        Kapal selam itu sederhana, memiliki kemampuan menembak torpedo saja, atau memiliki kemampuan membawa rudal jelajah/balistik… itu akan mempengaruhi operasi militer yang akan diemban…

    •  

      Makanya saya heran… hla jelas2 kalau kilo class itu terkenal senyap dan double hull itu memberikan kemampuan untuk survive ketika terjadi kebocoran, hal yang sangat umum terjadi dalam perang…
      Dan tidak pernah ada satu beritapun yang menuliskan telah ditemukan Kilo Class yang sedang ngecas batere karena low bat…
      Kadang2 komentator Indonesia itu entah terlalu pandai atau terlalu apalah… kesanya itu looo… sotoy

  3.  

    Kadang perasaan hati saya sedih, kenapa sampai saat ini belum ada yang bereksperimen membuat bbm dari udara. Coba dipikir sejenak. Bbm dicampur dengan udara keluar jadi udara menghadilkan listrik. Kalau dibalik mungkin ada alat yang dialiri listrik dan dikadih udara menghadilkan bbm. Penemu fuel cell sendiri adalah orang yang mencoba mempraktekkan membalik teori elektrolisa.
    Nambah wacana.
    https://jakapingit.blogspot.com/2018/09/prabowo-subianto.html

  4.  

    apa nya yg bener nak???? coba ente baca baik2 tulisan temen ente dulu baru komen…

    “” Berbekal rudal jelajah, kapal selam diesel-listrik ini dinilai sebagai kapal selam paling ‘silent’ di dunia dan dijuluki oleh NATO sebagai “black holes in the ocean” atau “lubang hitam di laut” karena hampir tidak terdeteksi ketika menyelam.”””

    itu yg bilang analisa orang bule junjungan ente lho bukan kaleng2…wkwkwkwkwk

  5.  

    Rusia emg hebat… itulah teknologi awah air. Akn ttpi setiap negara jg punya kadarluarsa dn telah mengetahuinya. Hanya ruskies yg ga tahu expired brg jualan sndiri. Kasian bgt bwt pasukan kardus komunis yg sllu mw dicuci otaknya dn tdk berani berfikir dn menganAlisa inpoh sesuai fakta

 Leave a Reply