Apr 132019
 

File:S-350E Vityaz – From Wikimedia Commons, the free media repository.

Moskow, Jakartagreater.com   –  Sertifikasi pemerintah untuk sistem pertahanan udara baru S-350 Vityaz akan selesai dengan sukses dan angkatan pertama telah mulai diproduksi, kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Alexei Krivoruchko, pada Jumat 12-4-2019, dirilis TASS.

“Peluncuran yang berhasil dilakukan pada tanggal 26 Maret 2019 menyelesaikan tes sertifikasi pemerintah dari sistem pertahanan udara baru S-350 Vityaz, yang diharapkan untuk menggantikan S-300PS. Bersamaan dengan pembuatan set seri pertama telah dimulai. Ini akan diberikan pada tahun 2019, “Kata Wakil Menteri Pertahanan Alexei Krivoruchko.

Sistem pertahanan udara S-350 Vityaz dikembangkan oleh Almaz-Antey untuk pertahanan udara dari sebuah medan perang dengan jangkauan maksimum 60 kilometer dan ketinggian 30 kilometer. Sistem ini dimaksudkan untuk menghancurkan target aerodinamis dan balistik. Satu sistem dipersenjatai dengan 12 Rudal pertahanan udara.

  9 Responses to “Rusia Mulai Produksi Sistem Pertahanan Udara S-350”

  1.  

    RUSIA Sebaiknya Segera Merangkul Indonesia…Khususnya Transfer Teknologi Canggih….Supaya Alutsista Indonesia Bisa Mandiri…Khussus Teknologi yg Canggih

  2.  

    jare CakPUTIN kok nyimut

  3.  

    Mungkin s350 itu utk korsel
    😆 😆

  4.  

    Katanya Rusia pelit tot tp kenapa rusiia transfer teknologi rudal ke Vietnam,. Kenapa kita tidak?buat para pakar disini ada yg bisa menjawabya kenapa Rusia lebih percaya tot ke Vietnam di bandingkan tot ke indonesia.

    •  

      Soalnya Vietnam kalo beli alutsista buatan Rusia belinya borongan. Lah Indonesia beli 11 biji aja bayarnya pake biskuit, kayak gitu masih yakin Rusia mau ngasih ToT ke Indonesia???

  5.  

    S-350 Vityaz ( Inggris : Knight, Indonesia : Ksatria ) adalah sebuah sistem rudal pertahanan udara jarak pendek hingga menengah yang mulai dikembangkan tahun 2007 oleh perusahaan Almaz-Antey sebagai pengganti S-300PS dan S-300PT-1A yang sudah usang dan dikembangkan kembali pada awal 1980-an, dan sistem Buk M1-2, yang kini berusia lebih dari 20 tahun.
    Sistem baru ini akan memiliki radar yang lebih canggih dengan 16 peluncur rudal, lebih banyak dibandingkan dengan S-300 yang hanya memiliki 4 buah peluncur rudal. Studi pendahuluan Sistem rudal pertahanan udara S-350 Vityaz untuk menggantikan sistem rudal pertahanan udara S-300 dimulai oleh Almaz Scientific and Production Association antara tahun 1991-1993…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2019/01/s-350-vityaz-air-defense-missile-system.html

  6.  

    Agato emang Vietnam uangnya lebih bnyak bisa beli borongan,?

  7.  

    Ada dr pihak rusia yg bisa menjawab pertanyaan saya di atas