Rusia Mulai Proyek Pesawat Tempur Generasi Keenam

51
89
Ilustrasi oleh Dmitry Divin.
Ilustrasi oleh Dmitry Divin.

Dalam forum Open Innovations yang diselenggarakan minggu lalu, Direktur Utama Foundation for Advanced Research Andrey Grigorev mengumumkan, para peneliti saat ini sudah mulai proses pembuatan pesawat terbang generasi keenam. Ia menjelaskan bahwa pesawat tempur model baru tersebut akan dibuat dari material komposit.

β€œTugas kami adalah menciptakan dasar bagi pembuatan pesawat tempur generasi keenam. Saat ini, kami sedang mempertimbangkan proyek-proyek terkait. Sebagian besar berhubungan degnan material dan mesin penggerak pesawat,” kata Grigorev.

Tampilan Baru

Meski tahapan umum proyek ini sudah cukup jelas, belum ada pandangan seragam mengenai prediksi bentuk pesawat tersebut dan misi apa yang akan disematkan pada pesawat baru ini.

Badan pesawat akan dibuat dari material komposit (rekayasa campuran dari dua bahan atau lebih) yang kuat dan ringan. Pesawat tempur ini bukan hanya akan memiliki kecepatan supersonik, melainkan pula pada tahap-tahap penerbangan tertentu ia juga dapat melaju dalam kecepatan hipersonik lebih dari 6-7 Mach. Tentu tidak semua logam dapat menahan panas yang diterima oleh badan pesawat akibat gesekan tersebut. Oleh sebab itu, perlu material komposit baru yang dapat menjawab semua kebutuhan tersebut.

Pesawat tempur generasi keenam ini membutuhkan mesin penggerak baru dengan daya tinggi yang mampu bekerja tak hanya di atmosfer tetapi juga di ruang hampa udara. Tidak menutup kemungkinan, salah satu misi pesawat tersebut adalah terbang di ruang angkasa terbuka dan mengelilingi jalur orbit bumi.

Selain itu, pesawat ini membutuhkan sistem penangkap gelombang dan avionik baru yang mampu bekerja secara efektif dan stabil di setiap moda penerbangan. Kendaraan tempur ini pun perlu media penghantar sekitar dan harus bisa menjaga komunikasi dengan pusat komando darat dan udara, serta satelit luar angkasa. Sistem electronic warfare pesawat ini bertujuan meredam sistem komunikasi dan kendali milik musuh sekaligus juga untuk menetralisasi rudal udara-ke-udara ataupun darat-ke-udara.

Saingan pesawat ini belum dapat diprediksi. Saat ini, proses pembuatan β€œpesawat tempur masa depan” tersebut sedang berada dalam tahap perancangan. Perancang sama seperti petinggi militer yang merupakan kliennya, harus menyepakati bentuk kendaraan tempur, misi dan tujuan pesawat, persenjataan yang melengkapinya, serta pilot yang kelak menerbangkan pesawat ini.

Artikel ini tidak merefleksikan opini resmi RBTH. (VivaNews / RBTH Indonesia).

51 COMMENTS

  1. penelitian metalurgi dan material komposit/ nano komposit sangat penting, karena manfaatnya yg sangat besar, bukan hanya untuk kepentingan militer.
    ini yang harus dikejar peneliti indonesia,
    jadi ketika mengembangkan pesawat tempur misalnya, untuk membuat airframe dan engine-nya kita sudah punya dasar / bahan baku untuk membuatnya, tidak perlu impor lagi.
    tidak seperti sekarang yang untuk Aluminium standar penerbangan (bahan baku airframe) saja kita harus impor, padahal bahan baku mentah kita sangat melimpah !
    tidak ada kata terlambat untuk sebuah ilmu ! IMHO

  2. Lho beLum rampung Generasi Ke – 5 , kok Langsung Loncat generasi ke – 6 , apakah merujuk ke SU35s , SU1.44 ,SU47 , atau PAK-FA50 yang Nota bene Generasi Lima yang sering diberitakan , Atau hanya gertak sambeL beLaka πŸ™‚

  3. Sekedar analisa,
    Mungkin ini yg disebut project ghoib antara rusia dgn anakcucu negri atlantis,
    Krn berdasarkan clue artikel diatas pespur superstealth gen 6 akan dibuat menggunakan bahan nano composit, sdg kan bahan nanocomposit tersebut adalah bahan rekayasa teknologi hasil ciptaan anak negri atlantis yg saat ini baru digunakan utk membuat trimaran kebanggaan nya, he,he,he …
    Maaf kalo keliru, maklum hanya sekedar analisa wong ndeso …

    • wow ..cakep.

      aku pikir masih pakai bahan komposit made in china…yang murah meriah itu. tapi rentan terbakar.

      pantesan trimarannya agak lamban dalam hal starting project lagi setelah kejadian terbakar kemarin.

      BTW…tuh kompositnya masih berbasis karbon kah?

      kerjasama indonesia rusia memang kayaknya akan terus melaju pesat tanpa ada yang mampu menghalangi. rusia punya pengalaman dan kemandirian dalam desain dan rekayasa
      industri aeronatik, outer space, perkapalan dan persenjataan.

      indonesia bagus dalam design & rekayasa industri digital dan komputasi, nano teknologi, aeronatik, serta perkapalan…..disinilah menurutku kerjasama yang saling menunjang dan melengkapi…alias sinergi. tak perlu lagi ada jegal2an karena masing2 menyadari, dan membutuhkan.

      lain halnya dg pihak barat….belum2 mereka kan memposisikan sebagai pihak yang lebih tinggi….sehingga seenaknya bisa menjegal, memanipulasi…dsb.

      aku punya ramalan utk 50 – 100 tahun tuh…bangsa2 barat (USA plus Israel dan eropa barat) akan jauh teringgal dg rusia dan indonesia. dalam banyak hal teknologi tinggi.

      • Komposit hasil karya anak negri yg digunakan kaprang Trimaran terbaru, lebih tepatnya mgkn bisa diliat pada artikel Trimaran yg sebelumnya, teknologi nanocomposit yg anti api/tdk mudah terbakar dn kekuatannya melebihi baja hasil karya anak negeri sendiri bung.

  4. Salam kenal tuk seluruh warjager jakarta greater, saya sdh 1 tahun setiap hari hanya jadi penonton, dan saya ingin bergabung menjadi warga jakarta greater…seandainya diperkenankan.Salam NKRI.agoenk trading jakbar.

LEAVE A REPLY