Apr 162017
 

Main Battle Tank T-14 “Armata” Rusia

Rusia mungkin telah mulai bekerja untuk mengembangkan amunisi nuklir 152 mm yang akan ditembakkan dari Tank Tempur Utama (MBT) T-14 Armata versi terbaru, menurut beberapa pakar persenjataan AS, seperti dilansir dari China Topix.

“Tank nuklir” ini dan meriam utama 152 mm baru adalah salah satu produk mutakhir dari Rusia dalam teknologi nuklir taktis low-fusion, high-fusion, sub-kiloton. Rusia mengeluarkan sumber daya yang signifikan untuk membuat hulu ledak nuklir mini yang akan mempersenjatai rudal balistik mereka dan mengembangkan hulu ledak sub-kiloton praktis.

Pengembangan amunisi sub-kiloton 152 mm praktis yang akan memungkinkan amunisi ini digunakan pada tank Armata generasi berikutnya dan platform persenjataan lainnya seperti Koenitsiya-SV 2S35, meriam gerak mandiri 152 mm yang ada pada sasis Armata.

Rusia telah mengumumkan iterasi berikutnya dari T-14 akan dipersenjatai meriam peluncur rudal 152 mm. Amunisi tank nuklir baru mungkin juga untuk mengatasi keraguan para jenderal terkemuka Rusia yang mempertimbangkan untuk memasang senjata kelas berat 152 mm yang mereka anggap bertanggung jawab di medan perang karena bobotnya yang sangat berat, pada kerumitan amunisi yang besar dan kecepatan tembak yang rendah.

Meriam smoothbore 125 mm yang terpasang pada versi pertama Armata adalah 2A82-1M. Senjata ini juga bisa menembakkan peluru kendali anti tank.

Meriam peluncur rudal 2A83 kaliber 152 mm sedang dipertimbangkan untuk digunakan lagi pada tank Armata generasi berikutnya jika ini berhasil diproduksi dan perekonomian Rusia membaik serta mampu membelinya.

Sisi positifnya, meriam 152 mm bisa menembus lapis baja setebal satu meter. Meriam ini bisa mengirim amunisi armor piercing meluncur sejauh 5.100 meter dan mengembangkan energi muzzle sebesar 25 megajoule.

Kelemahan dari meriam ini adalah memiliki bobot 5.000 kg dibandingkan dengan meriam 125 mm yang hanya seberat 2.700 kg. Usia laras meriam 152 mm juga lebih singkat karena hanya menghasilkan 280 tembakan dibandingkan dengan 900 tembakan untuk meriam 125 mm.

Bagikan Artikel:

  31 Responses to “Rusia Mungkin Kembangkan Amunisi Nuklir untuk Tank Armata T-14 Terbaru”

  1. tes

  2. artikel keren membuat mata fanboy berkunang-kunang. tpi sy bukan fanboy hihihihi

  3. Waduh…

  4. Gileeee… kenapa gk sekalian aja bikin bom nuklir yg bisa dibawa di tubuh, untuk bom bunuh diri -_-

    Btw… Nuklir yg dipake masih sub-kiloton? Berarti masih berkekuatan sekitar 1-2 Kiloton TNT? Kira2 blast radiusnya tembus 2-3km?

  5. Mantap..NKRI juga harus bikin peluru tank Pindad 100 kiloton perpeluru..Bikin 1000 butir.

  6. Jadi inget ISU 152 mm.. Jaman WW II duyu..
    Penghancur panther dan tiger

  7. Radiasi radioaktifnya itu sangat berbahaya. Merugikan semuanya.

  8. Luar biasaa.. cuma apa tulisan d atas mengenai berat amunisi itu agak keliru?? Kal 125 mm kok sampe 2700 kg?? = 2,7 ton lho itu. Mkn mksudnya 27 kg kali, lha wong klo loadingnya manual bisa d bopong sendiri kok itu. Mohon koreksinya bung admin..

  9. Hihihi… Harganya Murah Cuma 3,7-4 Jt USD saja Tapi Kemampuan Sangat Mengerikan Bahkan Nato Sangat Menakutinya… Tapi Sayang Gk Saya Jual… 😆

  10. Resikony terlalu tinggi, sempat jatuh ketangan yg salah tank ini bisa membunuh 1 kota

  11. Uedann tnann.. salah moco sayaa.. kirain berat amunisi, rupanya berat laras meriam. Aqua manaa aquaaa.. wkwkwk

  12. Klu nuklir ada radiasinya gmn dgn bom termo nuklir sperti bom hidrogen? Ini termasuk senjata pembunuh masal walau berupa amunisi meriam!

  13. Klu nuklir ada radiasinya gmn dgn bom termo nuklir seperti bom hidrogen? Ini termasuk senjata pembunuh masal walau berupa amunisi meriam!

  14. Wah ngeri

 Leave a Reply